Penguasaan Ilmu dan Teknologi Harus Berlandaskan Nilai-nilai Transendental

Suara Muhammadiyah

20 February 2026

601
Prof Dr Irwan Akib, MPd

Prof Dr Irwan Akib, MPd

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Kehidupan modern ditandai dengan aneka kemudahan. Kemudahan untuk segalanya. Yang hal itu, kata Irwan Akib, “Ditunjang oleh perkembangan ilmu dan teknologi,” tuturnya, menekankan era ini menjadi satu anugerah bagi manusia saat ini.

Namun demikian, di lain sisi, terdapat dampak negatif apabila tidak bisa mengontrolnya. Mencontohkan penggunaan media sosial, kalau kurang arif dan tanggungjawab, bisa menimbulkan letupan masalah di ruang publik.

“Penyebaran berita-berita hoaks justru akan menimbulkan persoalan, menimbulkan kerengganan hubungan antar sesama,” ucap Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah tersebut.

Irwan menyebut, dua hal tersebut tergantung pada konteks personal. “Siapa yang memanfaatkan atau siapa yang menggunakan,” ujarnya, menyebut bilamana digunakan oleh orang beriman, yang dilandasi nilai-nilai transendental, maka akan membawa nilai-nilai positif.

“Akan membantu perkembangan dakwah di dalam kehidupan keseharian kita,” tambahnya. Namun, jika hal itu berada pada genggaman orang-orang tidak bertanggungjawab, maka akan mendenstruksi peradaban.

“Kita berusaha sedemikian rupa supaya bagaimana kemudian perkembangan ilmu dan teknologi ini justru ada di tangan-tangan orang yang beriman,” imbuhnya.

Di sinilah relevansi dalam mendidik generasi masa kini. Penegasan itu menjadi atensi khusus, agar kelak pada saatnya mereka menguasai ilmu dan teknologi, dapat dipergunakan sebagaimana semestinya.

“Itu justru memberikan dampak positif pada perkembangan umat manusia, memberikan dampak positif pada peradaban kita di masa datang,” jelas Irwan saat Ceramah Tarawih di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, Kamis (19/2).

Pokok kunci semua ini terletak pada pendidikan. Hal tersebut sudah diteladankan Kiai Dahlan pada tahun 1911 dengan mendirikan Madrasah Ibtidaiyah Diniyah Islam, setahun sebelum mendirikan Muhammadiyah tahun 1912.

“(Sekolah itu) menjadi sebuah sekolah yang memadukan pengetahuan umum dengan pengetahuan agama,” bebernya.

Turunannya diberlakukan sampai hari ini. Demikian ditiru oleh lembaga-lembaga pendidikan Islam lainnya. Satu penitiberatan dari pendidikan Muhammadiyah berupa upaya membebaskan manusia dari keterbelakangan, ketertinggalan, dan kebodohan.

“Mari kita mencoba menata pendidikan kita, sehingga anak-anak kita ke depannya menjadi orang-orang yang tidak hanya sekadar menguasai ilmu dan teknologi, tetapi juga memahami agama dipadu dengan wahyu, sehingga ilmu dan teknologi yang mereka ketemukan akan memberikan manfaat bagi perkembangan kemanusiaan, nilai-nilai kemanusiaan dan peradaban di masa yang akan datang,” tegasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Tidak dapat dinafikan, pengasuhan menjadi sangat penting. Lebih ....

Suara Muhammadiyah

1 August 2026

Berita

GORONTALO, Suara Muhammadiyah - Prof Abd. Kadim Masaoang, M.Pd., terpilih secara aklamasi dalam Rapa....

Suara Muhammadiyah

27 September 2024

Berita

Dorong Transformasi Pendidikan Muhammadiyah  PADANG, Suara Muhammadiyah – Dikdasmen &....

Suara Muhammadiyah

12 December 2024

Berita

Muchild meraih 5 Kejuaran MTQ Dinas Kota Yogyakarta  YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - SMP Muha....

Suara Muhammadiyah

12 October 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Rahmadi Wibowo Suwarno, Kepala Lembaga Pengembangan dan Studi....

Suara Muhammadiyah

8 May 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah