Pengukuhan Prof Tri Wulandari: DBD Cerminan Krisis Ekologi

Suara Muhammadiyah

15 June 2026

205
Foto Istimewa

Foto Istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat yang terus dihadapi Indonesia. Meski berbagai program pengendalian telah dilakukan selama puluhan tahun, penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus tersebut tetap muncul setiap tahun dengan persebaran yang semakin luas.

Hal tersebut disampaikan Guru Besar Bidang Parasitologi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Prof. Dr. drh. Tri Wulandari Kesetyaningsih, M.Kes., dalam Orasi Ilmiah Guru Besar yang berlangsung di Gedung AR Fachruddin B Lantai 5 UMY, Sabtu (13/6/2026).

Dalam orasi bertajuk “Analisis Spasial Kejadian Demam Berdarah Dengue Berbasis Geographically Weighted Regression dalam Perspektif Ekologi Vektor”, Prof. Tri mengajak masyarakat melihat DBD tidak semata sebagai penyakit infeksi, melainkan sebagai persoalan ekologis yang lahir dari interaksi kompleks antara manusia, lingkungan, dan vektor penyakit.

Mengawali orasinya, Prof. Tri mengangkat pertanyaan mendasar mengenai mengapa DBD masih menjadi persoalan kesehatan yang persisten meskipun berbagai intervensi telah dilakukan selama bertahun-tahun.

Menurutnya, sejak pertama kali dilaporkan di Indonesia pada 1968, kasus DBD terus muncul setiap tahun dan kini telah menyebar hampir ke seluruh kabupaten dan kota di Indonesia. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengendalian DBD tidak cukup hanya berfokus pada pengobatan pasien maupun pemberantasan nyamuk semata.

Ia menjelaskan bahwa nyamuk Aedes telah beradaptasi untuk hidup sangat dekat dengan manusia. Akibatnya, berbagai aktivitas manusia turut menciptakan kondisi yang mendukung berkembangnya penyakit tersebut.

“Penyakit DBD bukan sekadar penyakit infeksi, melainkan cerminan dari interaksi kompleks antara manusia, lingkungan, dan vektor. Penyakit ini tumbuh di ruang-ruang yang kita ciptakan, di genangan air yang kita abaikan, di kepadatan kota yang tidak terkelola, serta dalam perubahan iklim yang semakin nyata,” jelasnya.

Prof. Tri menambahkan bahwa keberhasilan pengendalian DBD sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan menghilangkan tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

Selain faktor lingkungan, perubahan iklim juga menjadi tantangan yang semakin memperbesar risiko penyebaran DBD. Menurut Prof. Tri, variabel iklim seperti suhu udara, curah hujan, dan kelembapan memiliki pengaruh langsung terhadap siklus hidup nyamuk serta perkembangan virus dengue di dalam tubuh vektor.

“Dalam perspektif ekologi vektor, suhu, curah hujan, dan kelembapan bukan sekadar data iklim, melainkan faktor yang menentukan dinamika kehidupan nyamuk dan tingkat risiko penularan penyakit,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa peningkatan suhu dan perubahan pola hujan dapat memperluas habitat nyamuk sekaligus mempercepat proses reproduksi dan penularan virus. Karena itu, pengendalian DBD tidak dapat dipisahkan dari upaya adaptasi terhadap perubahan iklim.

Di akhir orasinya, Prof. Tri menegaskan bahwa DBD perlu dipahami sebagai persoalan ekologi yang melibatkan berbagai faktor yang saling berkaitan dan memengaruhi satu sama lain. Melalui pendekatan ekologi vektor, hubungan antara manusia, lingkungan, perubahan iklim, dan nyamuk dapat dipetakan secara lebih komprehensif sehingga strategi pengendalian menjadi lebih tepat sasaran.

Menurutnya, pendekatan tersebut memungkinkan upaya pengendalian DBD tidak hanya berfokus pada penanganan kasus yang telah terjadi, tetapi juga pada pencegahan berbagai faktor lingkungan yang memungkinkan penyakit terus berkembang.

“Pengendalian DBD yang berkelanjutan memerlukan pendekatan yang terintegrasi antara sektor kesehatan, lingkungan, tata ruang, dan masyarakat. Dengan memahami akar persoalannya secara menyeluruh, kita dapat membangun strategi pencegahan yang lebih efektif,” pungkasnya. (ZA)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Bertepatan dengan moment satu tahun kepulangan dari ibadah haji di ....

Suara Muhammadiyah

24 July 2026

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah - Bertempat di ruang serbaguna lantai 10 Gedung Utama Kampus 4 Universita....

Suara Muhammadiyah

3 December 2023

Berita

LHOKSEUMAWE, Suara Muhammadiyah - Ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Lhokseumawe Rahmat Muhazir menyampa....

Suara Muhammadiyah

11 September 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Bertepatan dengan Milad Muhammadiyah ke-111 pada hari sabtu (18/11)....

Suara Muhammadiyah

19 November 2023

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) menjadi fasilitator ....

Suara Muhammadiyah

27 August 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah