Peningkatan sebuah Keniscayaan, Agar Kehidupan Tidak Stagnan

Suara Muhammadiyah

25 March 2026

639
Foto Istimewa/Pixabay

Foto Istimewa/Pixabay

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Bulan Ramadhan telah usai. Dan, saat ini, memasuki bulan baru; bulan Syawal, namanya.

Jika mendedah kata Syawal, maknanya adalah naik, meningkat, dan peningkatan. Pada titik ini kemudian, umat Islam mesti melakukan peningkatan di aspek segalanya.

“Kemampuan orang akan meningkat sejalan dengan optimalisasi dalam menghadapi tantangan,” kata  Haedar Nashir, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Rabu (18/3) di SM Tower Malioboro Yogyakarta.

Haedar mengingatkan, seseorang yang melakukan peningkatan secara bertahap dalam hidupnya, niscaya akan terjadi transformasi ke arah yang lebih baik lagi.

“Kalau sudah meningkat, dia akan maju hidupnya,” bebernya. 

Sebaliknya, jika tidak pernah berintrospeksi diri seraya mencandra titik-titik mana yang mesti dilakukan peningkatan, maka hidupnya stagnan.

“Kalau di zona nyaman terus, dia tidak akan maju. Jadi harus betul-betul meningkatkan,” tegas Haedar.

Peningkatan 3R

Lebih jauh lagi, Abdul Mu’ti mengaksentuasi konteks peningkatan di sini. Yakni meningkatkan amalan yang telah diejawantahkan selama Ramadhan.

Yang hal tersebut, ditandai dengan 3R. Pertama, refreshing; social refreshing (menyegarkan hubungan sosial) dan spiritual refreshing (menyegarkan kembali spiritualitas). 

“Kita segarkan kembali keimanan, hubungan sosial kita. Itu kunci bahagia,” jelas Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah tersebut, belum lama ini.

Kedua, reunion. Maknanya, terjadi perkumpulan di antara sesama, yang tidak lama bersua, bisa bertemu di satu waktu. Dengan tarik simpulnya, merekatkan kekerabatan. 

“Bersatu kembali yang kemarin terputus. Kalau kita tidak bersatu maka kita tidak akan bisa maju,” ucap Mu’ti.

Ketiga, recreation. Kata Mu’ti, memiliki makna menciptakan kembali gagasan dan ide yang baru sehingga jadi lebih baik lagi.

“Karena itu, supaya kita punya banyak gagasan, punya semangat yang lebih baik lagi, orang sering bilang perlu rekreasi,” ujarnya.

Di sinilah esensi bulan Syawal sesungguhnya. Saatnya, lakukan peningkatan pada momen bulan Syawal ini untuk hidup jauh lebih bermakna dan berwarna. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kotagede telah meluncurkan websi....

Suara Muhammadiyah

21 December 2023

Berita

Ketika Ateis dan Mantan Ekstremis Berdialog tentang Islam Oleh: Donny Syofyan, Dosen Fakultas Ilmu ....

Suara Muhammadiyah

20 January 2025

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah – Universitas 'Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta melalui Badan Eksekutif ....

Suara Muhammadiyah

30 April 2024

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menandatangani Akta Jual ....

Suara Muhammadiyah

7 August 2024

Berita

BULUKUMBA, Suara Muhammadiyah — Muktamar Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Muhammadiyah....

Suara Muhammadiyah

14 December 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah