Peningkatan sebuah Keniscayaan, Agar Kehidupan Tidak Stagnan

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
283
Foto Istimewa/Pixabay

Foto Istimewa/Pixabay

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Bulan Ramadhan telah usai. Dan, saat ini, memasuki bulan baru; bulan Syawal, namanya.

Jika mendedah kata Syawal, maknanya adalah naik, meningkat, dan peningkatan. Pada titik ini kemudian, umat Islam mesti melakukan peningkatan di aspek segalanya.

“Kemampuan orang akan meningkat sejalan dengan optimalisasi dalam menghadapi tantangan,” kata  Haedar Nashir, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Rabu (18/3) di SM Tower Malioboro Yogyakarta.

Haedar mengingatkan, seseorang yang melakukan peningkatan secara bertahap dalam hidupnya, niscaya akan terjadi transformasi ke arah yang lebih baik lagi.

“Kalau sudah meningkat, dia akan maju hidupnya,” bebernya. 

Sebaliknya, jika tidak pernah berintrospeksi diri seraya mencandra titik-titik mana yang mesti dilakukan peningkatan, maka hidupnya stagnan.

“Kalau di zona nyaman terus, dia tidak akan maju. Jadi harus betul-betul meningkatkan,” tegas Haedar.

Peningkatan 3R

Lebih jauh lagi, Abdul Mu’ti mengaksentuasi konteks peningkatan di sini. Yakni meningkatkan amalan yang telah diejawantahkan selama Ramadhan.

Yang hal tersebut, ditandai dengan 3R. Pertama, refreshing; social refreshing (menyegarkan hubungan sosial) dan spiritual refreshing (menyegarkan kembali spiritualitas). 

“Kita segarkan kembali keimanan, hubungan sosial kita. Itu kunci bahagia,” jelas Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah tersebut, belum lama ini.

Kedua, reunion. Maknanya, terjadi perkumpulan di antara sesama, yang tidak lama bersua, bisa bertemu di satu waktu. Dengan tarik simpulnya, merekatkan kekerabatan. 

“Bersatu kembali yang kemarin terputus. Kalau kita tidak bersatu maka kita tidak akan bisa maju,” ucap Mu’ti.

Ketiga, recreation. Kata Mu’ti, memiliki makna menciptakan kembali gagasan dan ide yang baru sehingga jadi lebih baik lagi.

“Karena itu, supaya kita punya banyak gagasan, punya semangat yang lebih baik lagi, orang sering bilang perlu rekreasi,” ujarnya.

Di sinilah esensi bulan Syawal sesungguhnya. Saatnya, lakukan peningkatan pada momen bulan Syawal ini untuk hidup jauh lebih bermakna dan berwarna. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universit....

Suara Muhammadiyah

17 June 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Penasehat Ahli Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Maila Dinia Hu....

Suara Muhammadiyah

30 August 2025

Berita

Perkuat Program Internasionalisasi dan internalisasi AIK di Tingkat Global PEKANBARU, Suara Muhamma....

Suara Muhammadiyah

19 August 2025

Berita

KULON PROGO, Suara Muhammadiyah - PT Syarikat Cahaya Media (SCM) atau Suara Muhammadiyah (SM) terus ....

Suara Muhammadiyah

2 October 2024

Berita

MOJOKERTO, Suara Muhammadiyah - Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya)....

Suara Muhammadiyah

12 May 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah