Prodi Kriya Tekstil dan Fashion UM Bandung Adakan Uji Kompetensi Sektor Batik

Suara Muhammadiyah

25 June 2024

1338
Istimewa

Istimewa

BANDUNG, Suara Muhammadiyah — Program Studi Kriya Tekstil dan Fashion Universitas Muhammadiyah Bandung berhasil mengadakan uji kompetensi sektor batik dalam rangka program sertifikasi kompetensi kerja tahun 2024 pada Senin (24/06/2024).

Acara pembukaan dihadiri oleh Wakil Rektor I UM Bandung Hendar Riyadi, Wakil Dekan Fakultas Sosial dan Humaniora UM Bandung Aziz Taufik Hirzi, Ketua Program Studi Kriya Tekstil dan Fashion UM Bandung Saftiyaningsih Ken Atik, serta tamu undangan lainnya.

Puluhan mahasiswa dari berbagai angkatan mengikuti uji kompetensi ini. Kegiatan ini menghadirkan tim dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Batik sebagai asesor uji kompetensi.

Ketua Prodi Kriya Tekstil dan Fashion UM Bandung, Saftiyaningsih Ken Atik, menyampaikan apresiasi dan rasa syukurnya atas terselenggaranya uji kompetensi ini. Ia menjelaskan bahwa ada dua skema yang diujikan, yaitu pembatik tulis dan tukang gambar motif batik.

“Uji kompetensi ini merupakan pengakuan terhadap kompetensi dan kemampuan mahasiswa dalam sektor batik. Selain menjadi pelengkap ijazah, sertifikasi kompetensi ini juga membuktikan bahwa mahasiswa Prodi Kriya Tekstil dan Fashion UM Bandung memiliki keahlian dalam membatik,” jelas Ken Atik.

Ken Atik berharap mahasiswa yang mengikuti uji kompetensi dapat meningkatkan kreativitas dan kepercayaan diri mereka dalam sektor batik. "Kami berharap sertifikasi ini dapat membantu mahasiswa meningkatkan kemampuan mereka dan dihargai sebagai tenaga profesional," tambahnya.

Ketua LSP Batik, Rodia Syamwil, menyatakan bahwa uji kompetensi ini menjadi bukti indeks kerja mahasiswa dalam kompetensi sektor batik. "Mahasiswa yang mengikuti sertifikasi ini akan mendapatkan manfaat dan pengakuan sebagai individu yang kompeten dan siap bekerja di bidangnya," ujar Rodia.

Rodia juga menyampaikan bahwa sertifikasi ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk bekerja lebih baik dalam mengembangkan sektor batik. "Sektor batik yang merupakan warisan budaya Indonesia sangat membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas, minimal setingkat mahasiswa," ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa biasanya sumber daya manusia di sektor batik hanya berasal dari orang-orang yang belajar secara turun-temurun dari keluarganya. "Saat ini, mereka yang ingin menekuni sektor batik dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan dari kampus," imbuh Rodia.

Rodia berpesan kepada para mahasiswa Prodi Kriya Tekstil dan Fashion UM Bandung untuk melanjutkan dan mengembangkan batik sebagai warisan budaya. "Mahasiswa harus menjadi individu yang kompeten sehingga dapat melestarikan batik sebagai warisan budaya milik bangsa Indonesia," tandasnya.***(FK/FA)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah — Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menggelar kegiatan ....

Suara Muhammadiyah

8 November 2025

Berita

SUKOHARJO, Suara Muhammadiyah - Kompleks Masjid Marwah di wilayah dakwah Pimpinan Ranting Muham....

Suara Muhammadiyah

5 November 2024

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah - Menjadi salah satu sekolah Islam yang ada di Surabaya Utara ini,....

Suara Muhammadiyah

1 March 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Perbedaan antara fidyah dan qadha dalam puasa Ramadan masih ke....

Suara Muhammadiyah

10 March 2026

Berita

SALATIGA, Suara Muhammadiyah — Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) Jawa Tengah kembali mengge....

Suara Muhammadiyah

9 August 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah