YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan, SD Muhammadiyah Noyokerten terus berinovasi dengan menerapkan kerangka TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge) bagi para guru. TPACK dianggap sebagai kunci penting dalam menciptakan proses pembelajaran yang efektif dan relevan dengan perkembangan zaman, sekaligus meningkatkan mutsaqaful fiqr (kecerdasan berpikir) siswa dalam mengaplikasikan materi yang dipelajari.
Berkaitan dengan hal tersebut, dosen Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang berasal dari Prodi Pendidikan Doktor, Magister Pendidikan Matematika, dan Pendidikan Matematika, telah melaksanakan serangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan pengabdian diawali dengan workshop pada 15 Februari 2025 terkait pentingnya TPACK dalam meningkatkan kecerdasan berpikir siswa terhadap pemahaman dan pengaplikasian materi di sekolah. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang diketuai oleh Dr. Hendro Widodo, M. Pd. dan beranggotakan Dr. Andriyani, M.Si. serta Rusmining, M.Pd. ini, melibatkan mahasiswa-mahasiswa dari tiga program studi di UAD.
Menurut Hendro Widodo, Ketua tim PkM, TPACK adalah sebuah konsep integrasi dari tiga unsur utama yang berbeda yaitu teknologi, pedagogi, dan konten pengetahuan. Ketiganya dikemas dalam suatu perencanaan, proses dan evaluasi pengembangan ekosistem pendidikan masa depan yang dikenal sebagai era teknologi digital. Melalui pengintegrasian ketiga unsur utama ini, guru diharapkan dapat merancang pembelajaran yang tidak hanya menyampaikan materi secara teoritis, tetapi juga mendorong siswa untuk berpikir kritis dan kreatif dalam mengaplikasikan pengetahuan mereka.
Kepala SD Muhammadiyah Noyokerten, Bapak Purwanto. M.Si., menjelaskan bahwa penerapan TPACK telah membawa perubahan signifikan dalam proses belajar mengajar. “Dengan TPACK, guru tidak hanya mengajar, tetapi juga memfasilitasi siswa untuk memahami materi secara mendalam dan mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari. Hal ini sangat penting untuk meningkatkan mutsaqaful fiqr siswa,” ujarnya.
Salah satu contoh penerapan TPACK di SD Muhammadiyah Noyokerten adalah penggunaan media digital seperti video pembelajaran, aplikasi interaktif, dan proyek kolaboratif berbasis teknologi. Misalnya, dalam pelajaran IPA, siswa diajak untuk membuat proyek sederhana tentang siklus air menggunakan aplikasi simulasi digital. Melalui metode ini, siswa tidak hanya memahami konsep siklus air secara teoritis, tetapi juga mampu mengaplikasikan pengetahuan tersebut dalam konteks nyata.
Dari sisi guru, TPACK membantu guru untuk menciptakan suasana belajar yang lebih menarik dan menantang. Siswa menjadi lebih antusias karena mereka tidak hanya mendengarkan ceramah, tetapi juga terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Mereka diajak untuk berpikir kritis dan mencari solusi dari masalah yang diberikan. Hasilnya, siswa SD Muhammadiyah Noyokerten menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan berpikir kritis dan pengaplikasian materi sebagaimana terlihat dari hasil evaluasi pembelajaran dan proyek-proyek yang dihasilkan oleh siswa.