Peradaban Utama Tidak dapat Terwujud Tanpa Adanya Jangkar Pendidikan

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
808
Dr Apt Salmah Orbayyinah, MKes. Foto: Salma Asyrofah

Dr Apt Salmah Orbayyinah, MKes. Foto: Salma Asyrofah

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Hari Anak Nasional menjadi momentum penting untuk mengingatkan bahwa anak adalah generasi penerus bangsa. Pada tahun 2025, HAN mengusung tema “Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045.”

Dalam memperingati HAN 2025, Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogyakarta mengemas kegiatan bertajuk “Mengukir Cerita, Menumbuhkan Budaya Literasi Anak.”

Acara berlangsung Rabu (23/7) di PEVITA (Perpustakaan Alternatif Wilayah Kota Yogyakarta) Jalan Mayjen Sutoyo No 32 Yogyakarta. Ketua Umum PP Salmah Orbayyinah menyebut, tajuk HAN 2025 bukan sekadar romantika kata-kata, tetapi mengandung butiran makna yang sangat dalam dan penting untuk direfleksikan.

“Ini bukan tajuk saja, tapi mengandung makna yang dalam untuk kemudian bersama-sama secara kolektif kita wujudkan,” katanya.

Dalam hal ini, ‘Aisyiyah, organisasi perempuan yang telah mengakar kuat di masyarakat, terus meneguhkan perannya dalam mengawal perkembangan anak-anak Indonesia secara komprehensif, salah satunya melalui pendidikan.

“Sejak awal berdirinya, ‘Aisyiyah sudah berkomitmen untuk melaksanakan berbagai kegiatan dalam berbagai bidang, ada kesehatan, sosial, ekonomi, dan salah satunya pendidikan,” urainya.

 Kiprah yang dilakukan dengan mendirikan taman kanak-kanak ‘Aisyiyah pada tahun 1919. Dan ini menjadi taman kanak-kanak pertama di Indonesia. “Kita pemula di bidang PAUD, dibidang taman kanak-kanak,” ucapnya dihadapan Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan.

Namun, ‘Aisyiyah tidak sekadar mendirikan semata, tetapi sudah melakukan penghimpunan tumbuh kembang anak di seluruh Indonesia. “’Aisyiyah sangat komitmen dibidang ini. Melalui TK ini, akan terbentuk generasi-generasi masa depan bangsa Indonesia,” paparnya.

‘Aisyiyah selain menanamkan jangkar pendidikan—mengasah pola pikir dan kemampuan memecahkan masalah kritis—juga menguatkan basis pendidikan karakter. “Menjadikan anak-anak itu generasi unggul dan berakhlak mulia,” sambungnya.

Di situlah langkah konkret ‘Aisyiyah, yang tidak hanya membangun fisik yang sehat secara jasamni, pada saat bersamaan juga sehat dari segi rohani, mental, sosial, dan memiliki kemampuan berpikir secara kritis dan rasional.

“Sehingga tujuan dan harapan ‘Aisyiyah menuju generasi emas 2045, Insyaallah akan terwujud. Dengan banyak lembaga pendidikan milik ‘Aisyiyah sebanyak 22.000 TK atau PAUD yang tersebar di seluruh Indonesia,” urainya.

Bagi Salmah, tanpa adanya jangkar pendidikan, muskil membangun peradaban yang utama. Karena itu, ‘Aisyiyah sangat memahami relevannya pendidikan, dengan manifestasi mendirikan lembaga pendidikan TK atau PAUD yang kebermanfaatannya sangat jelas dirasakan oleh masyarakat. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an (PPTQ) Ibnu Juraimi Yogyakarta me....

Suara Muhammadiyah

21 June 2025

Berita

LAMPUNG, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Cabang Muhammadiyah-'Aisyiyah Sekampung, Lampung Timur mengad....

Suara Muhammadiyah

18 September 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Pus....

Suara Muhammadiyah

20 March 2024

Berita

GOWA, Suara Muhammadiyah -Prodi Ilmu Komunikasi Fisip Unismuh Makassar akan melatih pengetahuan dan ....

Suara Muhammadiyah

13 September 2023

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Solo, Budi Murtono mengapresiasi pela....

Suara Muhammadiyah

21 September 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah