Percepat Penyembuhan Luka Diabetes, Dosen Unisa Yogyakarta Kembangkan Stimulasi Listrik dan Metcovazin

Suara Muhammadiyah

21 September 2026

174
Foto Istimewa

Foto Istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dosen Prodi Keperawaatan, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas 'Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta, Lutfi Nurdian Asnindari mengembangkan kombinasi Metcovazin dan stimulasi listrik yang berpotensi menjadi terapi adjuvan (pengobatan tambahan) untuk mempercepat penyembuhan luka akut pada kondisi diabetes.

Inovasi tersebut dikembangkan Lutfi melalui penelitian praklinis yang dipaparkan dalam ujian terbuka Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM).

Lutfi mengatakan inovasi tersebut berpeluang dikembangkan sebagai terapi tambahan dalam perawatan luka diabetes, khususnya untuk membantu mempercepat fase proliferasi dan remodeling dalam proses penyembuhan.

"Alat stimulasi listrik ini dapat dijadikan salah satu alternatif terapi adjuvan untuk merawat luka akut pada kondisi diabetes karena terbukti mengaktifkan jalur pensinyalan intraseluler VGCC tipe Cav1.2-PDGF-BB/PDGFRβ, sehingga fase proliferasi dan remodeling dalam penyembuhan luka diabetes dapat berlangsung optimal dan luka lebih cepat sembuh," kata Lutfi, Jumat (18/9).

Menurut dia, manfaat inovasi tersebut tidak hanya dilihat dari kemampuannya mendukung proses penyembuhan, tetapi juga dari aspek keamanan dan kemudahan pengembangan alat untuk penggunaan di masa mendatang. Metcovazin, kata Lutfi, telah banyak digunakan di Indonesia dan sejauh ini aman digunakan.

Sementara parameter stimulasi listrik yang digunakan dalam penelitian telah disesuaikan sehingga tidak menimbulkan efek samping yang membahayakan.

"Metcovazin sudah banyak digunakan oleh perawat luka di Indonesia dan sejauh ini aman digunakan. Untuk stimulasi listrik yang saya gunakan sudah disesuaikan parameternya sehingga tidak menimbulkan efek samping yang membahayakan, seperti luka bakar, nyeri, dan lain-lain," katanya.

Meski demikian, Lutfi menegaskan inovasi tersebut belum dapat langsung diterapkan kepada pasien karena penelitian masih berada pada tahap praklinis dan belum melibatkan subjek manusia.

"Penelitian kami belum menggunakan subyek manusia, karena penelitian praklinis. Berdasarkan tikus model yang kami buat, luka yang dapat diintervensi dengan inovasi stimulasi listrik ini adalah luka akut pada kondisi diabetes mellitus atau kadar glukosa darah tinggi," kata dia.

Karena masih berada pada tahap praklinis, penerapan inovasi tersebut pada manusia masih membutuhkan penelitian translasional dan klinis. Lutfi juga menilai penggunaan teknologi tersebut nantinya perlu melibatkan tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi dalam perawatan luka.

"Inovasi ini masih membutuhkan pengembangan lebih lanjut untuk dapat diterapkan pada manusia melalui penelitian translasional dan klinis. Namun, intervensi ini meskipun relatif aman, sebaiknya dilakukan oleh perawat yang terlatih dalam perawatan luka," katanya.

Penelitian tersebut menggunakan tikus model diabetes untuk melihat efektivitas kombinasi Metcovazin dan stimulasi listrik dalam proses penyembuhan luka. Sejumlah indikator biologis penyembuhan luka menunjukkan hasil yang lebih baik pada kelompok yang mendapatkan kombinasi intervensi tersebut.

Lutfi berharap penelitian itu dapat dikembangkan lebih lanjut hingga menghasilkan alat stimulasi listrik yang memiliki parameter teruji secara ilmiah, tetapi tetap terjangkau dan mudah digunakan.

"Indikator keberhasilan yang ingin kami capai adalah hadirnya terapi adjuvan alternatif berupa alat stimulasi listrik dengan parameter yang sudah teruji secara ilmiah serta murah dan mudah digunakan untuk mempercepat penyembuhan luka pada kondisi diabetes," tutupnya.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM) menggelar Opening....

Suara Muhammadiyah

9 May 2025

Berita

PONOROGO, Suara Muhammadiyah - Dewan Pers memberi apresiasi pada gagasan jurnalisme profetik ya....

Suara Muhammadiyah

27 January 2024

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah – Pengurus Asosiasi Pengelola Asrama (Aslama) Penguruan Tinggi Muha....

Suara Muhammadiyah

31 August 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Perguruan tinggi saat ini berlomba-lomba meraih predikat ungg....

Suara Muhammadiyah

12 October 2026

Berita

METRO, Suara Muhammadiyah - Kantor Layanan (KL) Lazismu Universitas Muhammadiyah Metro kembali menya....

Suara Muhammadiyah

28 June 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah