Peredaran Minuman Beralkohol Marak, PD IPM Sleman Nyatakan Sikap

Suara Muhammadiyah

5 August 2024

1778
Foto Istimewa

Foto Istimewa

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Kabupaten Sleman mengeluarkan pernyataan sikap tegas menolak peredaran dan penjualan minuman beralkohol di wilayah Kabupaten Sleman. Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua Umum PD IPM Sleman, Nail Anfasa Fadla, pada sebuah acara yang digelar di Pendopo Kalurahan Condongcatur, 3 Agustus 2024.

Dalam pernyataan tersebut, Nail Anfasa Fadla menekankan bahwa Islam secara tegas mengharamkan minuman beralkohol, sebagaimana dinyatakan dalam al-Qur’an Surat al-Maidah ayat 90-91. Ayat tersebut mengingatkan bahwa meminum khamr (minuman beralkohol), berjudi, dan berbagai perbuatan sejenis adalah perbuatan setan yang harus dihindari agar mendapat keberuntungan.

Yogyakarta, yang dikenal sebagai kota pelajar, memiliki tanggung jawab besar dalam mencetak generasi muda yang berpendidikan dan berakhlak mulia. Kehadiran ribuan pelajar dan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia menjadikan Yogyakarta sebagai pusat pendidikan dan kebudayaan. Untuk itu, diperlukan lingkungan yang kondusif dan bebas dari pengaruh negatif, termasuk minuman keras (miras), demi mendukung proses belajar mengajar dan pengembangan diri para pelajar.

PD IPM Sleman menegaskan bahwa bahaya miras bagi pelajar dan generasi muda sangat nyata. Konsumsi alkohol dapat menurunkan konsentrasi dan prestasi belajar, meningkatkan risiko perilaku kriminal, serta menyebabkan gangguan kesehatan fisik dan mental. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi alkohol pada usia muda dapat menyebabkan kerusakan permanen pada otak yang sedang berkembang dan meningkatkan risiko ketergantungan di masa depan.

Nail Anfasa Fadla juga menyebutkan bahwa masyarakat Kabupaten Sleman telah menunjukkan kesadaran tinggi akan bahaya miras dengan berbagai bentuk penolakan terhadap tempat peredaran dan penjualan minuman beralkohol. "Perlu adanya kerja sama antara masyarakat, pemerintah, dan pihak terkait lainnya untuk memberantas peredaran miras dan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pelajar di Sleman," ujar Nail.

Sebagai bagian dari misi untuk mewujudkan kehidupan Islami, PD IPM Sleman menyatakan sikap sebagai berikut:

  1. Menolak adanya kegiatan peredaran dan/atau penjualan minuman beralkohol di Kabupaten Sleman.
  2. Mendesak pihak sekolah untuk meningkatkan pengawasan dan memberikan edukasi kepada seluruh siswa tentang bahaya minuman beralkohol.
  3. Menekankan kepada seluruh pelajar untuk selalu waspada dan menghindari situasi yang berpotensi membahayakan diri akibat pengaruh minuman beralkohol.
  4. Meminta dukungan dari seluruh pihak terkait untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dari pengaruh negatif minuman beralkohol.

Pernyataan sikap ini, menurut Nail, dibuat dan disampaikan sebagai bagian dari tanggung jawab moral Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kabupaten Sleman untuk melindungi generasi muda dan menciptakan lingkungan yang sehat dan aman bagi pelajar.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MALAYSIA, Suara Muhammadiyah -Dosen Fakultas Teknologi Industri Dan Informatika (FTII) dan Mahasiswi....

Suara Muhammadiyah

27 June 2024

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menanggapi s....

Suara Muhammadiyah

17 October 2025

Berita

PULANG PISAU, Suara Muhammadiyah – Lembaga Zakat, Infak, dan Shadaqah (Lazismu) Pulang Pisau m....

Suara Muhammadiyah

18 August 2025

Berita

BREBES, Suara Muhammadiyah - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. KH. Haedar Nashir,M.Si....

Suara Muhammadiyah

29 May 2024

Berita

PONOROGO, Suara Muhammadiyah – Rumah Sakit Umum (RSU) Muhammadiyah Ponorogo, Jawa Timur melaks....

Suara Muhammadiyah

21 February 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah