Peringkat UI GreenMetric Global UMY Naik, Tegaskan Strategi Keberlanjutan

Suara Muhammadiyah

28 December 2025

639
Foto Istimewa

Foto Istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Di tengah semakin tingginya kesadaran institusi dunia dalam agenda keberlanjutan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menegaskan keberlanjutan sebagai strategi institusional. Dalam UI GreenMetric World University Rankings 2025, UMY menempati peringkat 133 dunia, membaik dari peringkat 136 pada tahun sebelumnya. Ini terjadi di saat jumlah universitas peserta melonjak signifikan yang semula 1.477 menjadi 1.745 institusi global.

Rektor UMY, Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc., menegaskan bahwa capaian tersebut tidak dipahami sekadar sebagai pencapaian peringkat, melainkan sebagai refleksi dari strategi keberlanjutan institusional yang dijalankan secara konsisten dan terukur. Menurutnya, UI GreenMetric (UIGM) diposisikan sebagai instrumen evaluasi kebijakan, bukan tujuan akhir pengembangan universitas.

“Capaian ini menunjukkan bahwa UMY mampu menjaga dan meningkatkan daya saing keberlanjutan di level global, meskipun kompetisi antaruniversitas semakin ketat. Bagi kami, UIGM adalah alat ukur untuk memastikan arah kebijakan keberlanjutan berjalan pada jalur yang benar,” ujar Nurmandi saat diwawancarai pada Jum'at (26/12) di ruang kerjanya.

Diketahui, UIGM memiliki empat indikator pemeringkatan. Keempatnya terdiri dari Setting & Infrastructure, Energy & Climate Change, Waste, Water, Transportation, serta Education & Research.

Berdasarkan hasil pemeringkatan, kekuatan utama UMY tercermin pada indikator Education & Research dengan skor mencapai 95,14 persen dan menempatkan UMY di peringkat 61 dunia. Capaian tersebut menunjukkan kuatnya integrasi isu keberlanjutan dalam kurikulum, riset, dan publikasi ilmiah.

Selain itu, indikator Energy & Climate Change menjadi penyumbang skor terbesar terhadap total nilai UMY, disusul oleh aspek Transportation yang relatif stabil dan kompetitif dari tahun ke tahun.

Nurmandi menilai capaian tersebut mengindikasikan bahwa pendekatan keberlanjutan UMY tidak semata bertumpu pada pembangunan fisik kampus, tetapi lebih pada transformasi kebijakan, akademik, dan tata kelola universitas. Keberlanjutan, menurutnya, dibangun melalui penguatan ekosistem pengetahuan dan pengambilan keputusan berbasis data.

“Hasil pemeringkatan ini justru penting karena memberi gambaran jujur tentang tantangan yang masih harus diselesaikan, terutama pada pengelolaan air, limbah, dan pengembangan infrastruktur hijau. Area-area ini akan menjadi fokus penguatan pada fase berikutnya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Nurmandi menyampaikan bahwa capaian UIGM 2025 telah dianalisis secara internal dan dijadikan baseline dalam roadmap keberlanjutan UMY ke depan. Penyesuaian kebijakan dan alokasi sumber daya akan dilakukan secara selektif dan berbasis data, dengan mempertimbangkan prioritas strategis universitas secara menyeluruh.

“Pendekatan yang kami bangun bersifat partisipatif dan bottom-up. Keberlanjutan tidak kami tempatkan sebagai program instruktif, tetapi sebagai budaya yang hidup dalam keseharian civitas academica,” pungkas Nurmandi. (ID)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PALANGKARAYA, Suara Muhammadiyah - Majelis Ekonomi Pimpinan Wilayah Aisyiyah Kalimantan Tengah (PWA ....

Suara Muhammadiyah

12 December 2024

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Olimpiade Sains Nasional (OSN) jenjang SMA tahun 2025 akan segera dilan....

Suara Muhammadiyah

23 September 2025

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah — Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan Prof....

Suara Muhammadiyah

2 March 2026

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah – SD Muhammadiyah Suronatan Yogyakarta pada tahun pelajaran 2025/20....

Suara Muhammadiyah

7 June 2026

Berita

KL, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) terus memperluas jaringan intern....

Suara Muhammadiyah

5 August 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah