Perkokoh Ideologi dan Manajemen Dakwah Modern, PCM - PCA Kraton Gelar Pelatihan Mubaligh-Mubalighat Berkemajuan
YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah — Menjawab tantangan zaman serta dinamika sosial masyarakat yang terus berkembang, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kraton berkolaborasi dengan Pimpinan Cabang 'Aisyiyah (PCA) Kraton menggelar Pelatihan Mubaligh & Mubalighat pada hari Ahad, tanggal 20 September 2026
Berlokasi di tempat bersejarah Gedoeng Moehammadiyah (Kantor Pusat Muhammadiyah), Jl. KHA Dahlan No. 103, Yogyakarta. Kegiatan ini mengusung tema besar: "Revitalisasi Ideologi dan Peningkatan Kualitas Mubaligh dan Mubalighat Untuk Dakwah Islam Berkemajuan".
Jumlah peserta yanh hadir 80 orang yang terdiri dari Anggota Majelis Tabligh PCM Kraton, Anggota Majelis Tabligh dan Ketarjihan (MTK) PCA Kraton , Korps Mubalighot ‘Aistyiyah Kraton , Pimpinan Harian PCM, PCA Kraton dan PRM dan PRA se- Kraton.Kegiatan diakhiri Rencana Tindak Lanjut (RTL) dakwah bagi setiap Ranting pasca Pelatihan
Pelatihan ini diinisiasi secara terpadu oleh Majelis Tabligh PCM dan PCA Kraton sebagai langkah akselerasi untuk mencetak korps mubaligh-mubalighat yang tidak hanya matang secara keilmuan syariat, tetapi juga adaptif, komunikatif, dan responsif terhadap problematika keumatan di tingkat akar rumput.
Sesi pembukaan berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Dalam kesempatan tersebut, Ketua PCM Kraton yang diwakili oleh Faruq Nafiudin, S.TP. menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia penanggung jawab dari Majelis Tabligh PCM dan PCA Kraton, serta para peserta yang hadir membuktikan komitmen ber-Muhammadiyah.
Dalam amanatnya, Faruq Nafiudin menegaskan bahwa pelatihan ini harus menjadi pijakan awal dari gerakan dakwah yang lebih terstruktur dan berkesinambungan.
"Kami menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang mendalam kepada seluruh jajaran panitia dan peserta yang telah mendedikasikan waktunya hari ini. Harapan besar kami, agenda ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan ada Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang terukur dan aplikatif di lapangan. Semoga seluruh rangkaian acara berjalan lancar serta memberi kemaslahatan nyata, baik bagi persyarikatan maupun masyarakat luas," ujar Faruq Nafiudin, S.TP.
Trilogi Pembekalan Dakwah: Ideologi, Manajemen, dan Komunikasi Public
Untuk membekali para dai dan daiyah dengan kompetensi yang holistik, pelatihan ini menghadirkan tiga pakar di bidangnya yang membedah tiga pilar utama dakwah modern:
1. Penguatan Purifikasi dan Metodologi: Ideologi dan Manhaj Tarjih. Narasumber: Dr. Ruslan Fariadi Am, S.Ag., M.S.I. Tujuan & Output: Mengokohkan kembali landasan ideologis para kader Muhammadiyah-'Aisyiyah. Pematerian ini memastikan setiap narasi dan pesan dakwah yang disampaikan ke masyarakat tetap memegang teguh prinsip kemurnian ajaran Islam yang selaras dengan Manhaj Tarjih Muhammadiyah—sebuah metodologi ijtihad yang moderat, rasional, dan berkemajuan.
2. Pembacaan Dinamika Sosial & Tata Kelola Basis: Sosiologi dan Manajemen Dakwah
Tujuan & Output: Membekali peserta dengan pisau analisis sosiologis untuk memahami karakteristik dan dinamika sosial jamaah masa kini. Sesi ini melatih kemampuan manajerial strategis dalam mengelola pemetaan dakwah, tata kelola masjid, serta penguatan dakwah di tingkat Ranting agar lebih efektif, sistematis, dan solutif.
3. Seni Menyampaikan Pesan Pencerahan: Public Speaking dan Retorika Dakwah
Tujuan & Output: Menggembleng kepercayaan diri serta mengasah teknik retorika peserta. Melalui penguasaan komunikasi publik yang empatik dan persuasif, para mubaligh dan mubalighat diharapkan mampu mengemas pesan-pesan agama secara menarik, mencerahkan, santun, serta mudah diterima oleh beragam kelompok usia dan latar belakang sosial.
Kolaborasi harmonis antara PCM dan PCA Kraton ini menegaskan kembali peran strategis persyarikatan dalam mencetak agen-agen pencerah peradaban. Dengan perpaduan antara kemurnian ideologi, keahlian manajemen, dan kecakapan komunikasi, para alumni pelatihan ini diharapkan siap menjadi garda terdepan dalam merawat aqidah, menguatkan muamalah, serta menggemakan syiar Islam Berkemajuan di seluruh pelosok wilayah Kraton dan sekitarnya. (Zeni)

