BANDUNG, Suara Muhammadiyah — LAZISMU Kota Bandung menyelenggarakan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) yang dilaksanakan di Aula Masjid Al Irfani, Kota Bandung, pada Jumat, 17 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi seluruh Kantor Layanan (KL) untuk menyamakan cara pandang serta mempertegas peran strategis LAZISMU dalam mendukung dakwah Muhammadiyah.
Ketua Pelaksana Rakorda LAZISMU Kota Bandung, Setia Budi Ganda, menyampaikan bahwa Rakorda difokuskan pada evaluasi kerja selama satu tahun terakhir. Evaluasi tersebut bertujuan mengukur sejauh mana keberdampakan program LAZISMU di seluruh wilayah Kota Bandung.
“Kami akan mengevaluasi kerja satu tahun ke belakang dan membuat ukuran sejauh mana keberdampakan LAZISMU se-Kota Bandung. Penting bagi kita untuk menyamakan cara pandang bahwa LAZISMU adalah ujung tombak dalam memperluas dakwah Muhammadiyah,” ujarnya.
Ia menegaskan, Rakorda ini diharapkan melahirkan komitmen bersama untuk mengeksekusi program-program LAZISMU selama satu tahun ke depan secara terintegrasi, berdampak, dan berkelanjutan, sesuai dengan tema: Terintegrasi dalam Sistem, Berdampak dalam Perubahan, Berkelanjutan dalam Gerakan.
Sementara itu, Ketua Badan Pelaksana LAZISMU Kota Bandung, Adi Nugraha, S.E., menegaskan posisi strategis LAZISMU sebagai satu-satunya lembaga resmi di Muhammadiyah yang diberi amanah untuk menghimpun dana umat.
“LAZISMU adalah satu-satunya lembaga resmi di Muhammadiyah untuk menghimpun dana umat. Dalam hal ini, LAZISMU siap mensupport dan menguatkan seluruh aktivitas dakwah Muhammadiyah,” tegasnya.
Selain Rakorda, LAZISMU Kota Bandung juga merencanakan Rapat Koordinasi khusus persiapan program Ramadhan. Dalam forum tersebut, diharapkan adanya dukungan kebijakan dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Bandung, termasuk Lazismu Kota Bandung akan memfasilitasi spanduk dalam rangka optimalisasi peran Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), serta sinergi dengan Majelis Tabligh agar tema infaq, zakat, dan sedekah lebih masif disampaikan dalam khutbah-khutbah.
Dalam kesempatan yang sama, Chafid Seffriyadi, M.Pd., menyampaikan bahwa LAZISMU tidak hanya berfungsi sebagai Unit Pengumpul Zakat (UPP), tetapi juga merupakan lembaga keuangan resmi persyarikatan.
“Di Muhammadiyah terdapat tiga lembaga keuangan, yaitu LAZISMU, Majelis Wakaf, dan BTM. LAZISMU setiap tahun diaudit oleh Kantor Akuntan Publik yang ditunjuk LAZISMU Pimpinan Pusat, dan LAZISMU Kota Bandung menjadi salah satu yang diaudit,” jelasnya.
Adapun Bendahara PDM Kota Bandung, Yusep Furqon, S.E., mengajak seluruh unsur persyarikatan untuk mengambil peran sesuai posisi masing-masing demi kemajuan LAZISMU.
“Potensi zakat sangat besar. Dengan dukungan regulasi dan kebijakan, termasuk instruksi kepada AUM untuk menjadi donatur tetap dan pembentukan Kantor Layanan, LAZISMU bisa berkembang jauh lebih baik,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya pendirian Kantor Layanan di lingkungan sekolah-sekolah Muhammadiyah.
“Kenapa tidak jika di sekolah-sekolah didirikan KL? Kami berharap tahun ini seluruh sekolah Muhammadiyah sudah memiliki Kantor Layanan,” tambahnya.
Melalui Rakorda ini, LAZISMU Kota Bandung meneguhkan komitmen untuk membangun sistem yang terintegrasi, menghadirkan program yang berdampak nyata bagi umat, serta menjaga keberlanjutan gerakan filantropi Islam Muhammadiyah di Kota Bandung.

