CILACAP, Suara Muhammadiyah - Jamaah Tani Muhammadiyah (Jatam) Kabupaten Cilacap mengadakan kegiatan pelatihan budidaya semangka di Desa Pagubugan, Binangun, pada Sabtu (10/10/2026).
Narasumber pelatihan, Misro, menjelaskan budidaya semangka. Langkah awal mengolah lahan, bisa pakai traktor roda empat, kemudian dipupuk dasar organik kohe kambing yang difermentasi.
"Pemupukan diusahakan fokus kepada organik, kimia hanya sebagai pemacu tumbuh saja," tandasnya.
Selanjutnya, penentuan bibit semangka dengan diseduh air hangat kuku, ditiriskan pakai kain basah, dibungkus sekitar satu hari satu malam sudah tumbuh kecambah. Dan disemai di dederan lahan. Boleh diberikan daya tumbuh berupa bawang putih atau merah.
"Disemaikan di lahan bedengan yang sudah difermentasi, tahap awal disiram dengan takaran satu gelas air mineral sekitar 200 ml dengan penyiraman dua hari sekali untuk di lahan sawah. Kemudian penyiraman selanjutnya jumlahnya menyesuaikan umur tanaman," jelasnya.
Penyemprotan diusahakan organik dengan membuat Pupuk Organik Cair (POC), pemupukan pertama hari ke-10 setelah tanam dan jarak tiga hari kemudian dipupuk kembali dengan NPK.
"Supaya pertumbuhannya stabil dan maksimal, karena umur satu sampai 25 hari pertama sedang masa vegetatif," katanya.
Berhenti pemupukan pada umur 43 sampai 45 hari, karena buah semangka sudah besar.
"Biarkan sampai umur 55 hari, sampai masak sendiri secara maksimal," ujarnya.
Satu pohon semangka, buahnya ada yang disisakan dua kalau pohonnya bagus serta ada yang satu buah.
Biaya budidaya komersial diuangkan per batang anggaran sekitar Rp4 ribu sampai Rp6 ribu.
"Petani budidaya semangka, dengan harga Rp3.500 per kilogram, sudah untung," tandasnya.
Bobot semangka sekitar 7–10 kilogram, grade A dan bobot 3–5 kilogram grade B, serta bobot 1,5–2 kilogram grade C.
"Harga per kilogram saat ini, di pasaran berkisar Rp6.500," ucapnya.
Peserta pelatihan dari Ranting Samudra Kulon Cabang Gumelar, Banyumas, sebagai Bendahara Ranting, Tasito, mengatakan banyak ilmu dan pengalaman yang didapat selama mengikuti pelatihan budidaya semangka, tinggal pesertanya apakah bisa melaksanakan atau tidak.
"Insyaallah, akan mencoba praktik untuk budidaya semangka. Dan dari narasumber menyampaikan bila sudah tanam ada kendala bisa konsultasi melalui online dengan komunikasi langsung kepada Pak Misro," katanya.
Peserta lain, dari Cabang Cilacap Utara, Wahidin, mengatakan pelatihan budidaya semangka membuka peluang agribisnis pertanian hortikultura maka peluangnya luar biasa.
"Mudah-mudahan, ke depan akan bertambah banyak peminatnya untuk mengikuti pelatihan pertanian," ujarnya.
Tahap berikutnya, dilengkapi antara teori dan praktik budidayanya.
"Dengan praktik, tidak mudah dilupakan bagi peserta pelatihan," katanya.
Ketua Jatam Kabupaten Cilacap, Suraswanto, menjelaskan peserta cukup banyak, sejumlah 31 peserta, ada juga yang datang dari Gumelar, Banyumas. Nanti dibuat grup bagi yang sudah mengikuti pelatihan budidaya semangka, bila mereka sudah praktik budidaya ada kendala, maka tanya solusi di grup tersebut.
"Alhamdulillah, pelatihan berjalan dengan lancar," ucapnya.
Harapannya dengan pelatihan budidaya semangka ini, bermanfaat untuk petani. Dan diagendakan kembali pelatihan di tempat lain, dengan tema budidaya komoditas lainnya.
"Rencana dalam waktu dekat akan diadakan pelatihan melon di Kota Cilacap," pungkasnya. (Wasis)

