Persagi Perdana SM, Mengupas Relevansi Ibadah dalam Kehidupan

Suara Muhammadiyah

10 May 2025

1275
Niki Alma Febriana Fauzi saat menyampaikan Persagi (Pengajian Rutin Sabtu Pagi) di Grha Suara Muhammadiyah. Foto: Cris

Niki Alma Febriana Fauzi saat menyampaikan Persagi (Pengajian Rutin Sabtu Pagi) di Grha Suara Muhammadiyah. Foto: Cris

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Persagi (Pengajian Rutin Sabtu Pagi) menjadi program perdana Suara Muhammadiyah. Acara ini merupakan kolaborasi antara Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan 'Aisyiyah Ngampilan bersama Pimpinan Ranting Muhammadiyah dan 'Aisyiyah Notoprajan.

Niki Alma Febriana Fauzi, Sekretaris Bidang Organisasi dan Kaderisasi Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah didapuk menjadi narasumber dalam acara perdana tersebut membahas "Fikih Ibadah" yang dimoderatori oleh Ganjar Sri Husodo, Redaktur Suara Muhammadiyah.

Niki menyampaikan, jika ibadah menjadi keniscayaan bagi seorang hamba yang mesti ditunaikan tanpa pengecualian.

"Salah satu fitrahnya, manusia diciptakan Allah untuk senantiasa membutuhkan Tuhan dalam hidupnya. Jadi manusia itu makhluk bertuhan. Fitrahnya selalu membutuhkan Tuhan,” katanya di Ruang Aula Lantai 4 Grha Suara Muhammadiyah, Sabtu (10/5).

Niki menyebut, orientasi utama penciptaan manusia tiada lain untuk mengabdi kepada Allah. Hal ini selaras dengan Qs adz-Dzariyat [51] ayat 56.

“Karena ini adalah fitrah manusia untuk mengabdikan diri kepada Allah, maka ibadah itu sesuatu yang wajib,” jelasnya.

Dengan menempatkan diri sebagai hamba, niscaya mengetahui betapa relevansinya Tuhan dalam kehidupan. Karena itu, jalan manusia agar bisa terhubung dengan Tuhan, maka hanya dapat ditempuh melalui ibadah.

“Sebagai bentuk cara agar Allah itu bisa memberikan fasilitas kepada hamba-Nya, agar senantiasa terhubung, Allah menciptakan satu media yang disebut ibadah. Jadi ibadah itu diciptakan dan didesain oleh Allah agar manusia senantiasa terkoneksi dengan Allah,” tegasnya.

Meskipun ibadah itu didesain oleh Allah, namun kebermanfaatan ibadah tidak untuk Allah sendiri, akan tetapi hamba sendiri yang membutuhkan manfaat itu dalam kehidupannya.

“Meskipun Allah mensyariatkan ibadah, tapi ibadah itu kebermanfaatannya bukan untuk Allah, tapi justru kembali kita yang mengerjakannya,” ulasnya.

Menukil Yusuf Qardhawi dalam bukunya Al-Ibadah fi al-Islam, Niki menguraikan beberapa manfaat dari implementasi ibadah. Pertama, ibadah merupakan asupan gizi untuk aspek ruhani manusia. Niki menyebut, kalau aspek ruhani ini sudah dimiliki umat Islam, maka kehidupannya akan tenang dan bahagia.

“Ruhani itu adanya dalam diri kita. Yang kalau itu sudah tercukupi, jiwa kita akan tenang. Meskipun hidupnya tidak kaya raya, tapi kalau jalinan dan hubungannya dengan Allah, Insyaallah hidupnya akan tenang,” urainya.

Kedua, ibadah kepada Allah merupakan jalan pembebasan. “Manusia kalau orientasinya hanya kepada Allah, dia akan menemukan jalan pembebasan,” bebernya. Ketiga, ibadah merupakan ujian Ilahi untuk memperinadah atau mengkilapkan kualitas manusia.

“Ibadah itu dapat memperindah dan mempercantik manusia dari kotoran-kotoran yang kecil. Jadi ibadah itu untuk membersihkan dosa-dosa kecil yang telah kita lakukan,” tandasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

KUDUS, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) menjadi tuan rumah pengajian Ramad....

Suara Muhammadiyah

24 March 2024

Berita

MALAYSIA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPwr) kembali menunjukkan dedika....

Suara Muhammadiyah

3 March 2025

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar memasuki tahapan krusial ....

Suara Muhammadiyah

28 November 2025

Berita

BANJARBARU, Suara Muhammadiyah – Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) resmi....

Suara Muhammadiyah

19 July 2025

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) menegaskan perannya sebaga....

Suara Muhammadiyah

5 February 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah