Persiapan Sebelum Operasi: Langkah Penting Menuju Operasi yang Aman dan Nyaman

Suara Muhammadiyah

9 September 2026

68
Foto Istimewa

Foto Istimewa

Persiapan Sebelum Operasi: Langkah Penting Menuju Operasi yang Aman dan Nyaman

Oleh: dr. Mhd. Abduh Rifai, M.Ked(An), Sp.An-TI, Dokter Spesialis Anestesi, Fellowship Critical Care RSUP H Adam Malik Medan, Universitas Muhammadiyah Riau

Apakah anda atau keluarga anda akan menjalani prosedur operasi? Ingin tahu apa saja yang harus anda persiapkan sebelum operasi? Berikut hal yang perlu diketahui pasien sebelum menjalani prosedur operasi  agar operasi berjalan lancar, aman dan nyaman.

Operasi merupakan salah satu tindakan medis yang sering kali menimbulkan rasa cemas bagi pasien maupun keluarga. Banyak orang beranggapan bahwa keberhasilan operasi sepenuhnya bergantung pada dokter bedah dan tindakan yang dilakukan di kamar operasi. Padahal, keselamatan pasien dimulai jauh sebelum pasien memasuki kamar operasi.

Mengapa Persiapan Sebelum Operasi Penting?

Setiap tindakan operasi memiliki risiko, meskipun tingkat risikonya berbeda-beda. Risiko tersebut dapat dipengaruhi oleh jenis operasi, lama operasi, kondisi pasien, serta penyakit penyerta seperti hipertensi, diabetes, penyakit jantung, gangguan paru, gangguan ginjal, atau obesitas.

Evaluasi sebelum operasi memungkinkan dokter menemukan masalah yang mungkin belum diketahui sebelumnya. Misalnya, seorang pasien dapat merasa sehat tetapi ternyata memiliki tekanan darah yang sangat tinggi, gangguan irama jantung, kadar gula darah yang tidak terkendali, atau gangguan fungsi organ tertentu.

Apa Saja yang Dinilai Dokter Anestesi? 

Pertemuan dengan dokter anestesi bukan hanya percakapan mengenai pembiusan. Dokter akan melakukan penilaian terhadap berbagai aspek kesehatan pasien.

Pertama adalah “riwayat penyakit”. Pasien sebaiknya menyampaikan seluruh penyakit yang pernah atau sedang dialami, termasuk hipertensi, diabetes, asma, penyakit jantung, penyakit ginjal, gangguan tidur, serta riwayat operasi sebelumnya.

Selanjutnya dokter akan menanyakan “obat-obatan yang dikonsumsi”. Informasi ini sangat penting karena beberapa obat dapat memengaruhi tekanan darah, pembekuan darah, kadar gula, maupun respons tubuh terhadap obat anestesi. Pasien tidak dianjurkan menghentikan obat tertentu secara mandiri hanya karena akan menjalani operasi. Keputusan mengenai obat mana yang perlu diteruskan atau dihentikan harus dilakukan berdasarkan pertimbangan dokter.

Dokter juga akan menanyakan “riwayat alergi”, termasuk alergi terhadap obat, makanan, maupun bahan tertentu. Selain itu, pengalaman anestesi sebelumnya, misalnya pernah mengalami mual hebat setelah pembiusan atau kesulitan saat pemasangan jalan napas, juga merupakan informasi penting.

Pemeriksaan Fisik dan Pemeriksaan Penunjang

Setelah wawancara, dokter anestesi akan melakukan pemeriksaan fisik. Salah satu perhatian penting adalah “jalan napas”, karena pada anestesi tertentu pasien memerlukan bantuan untuk mempertahankan jalan napas selama operasi.

Dokter juga akan menilai kondisi jantung, paru-paru, tekanan darah, berat badan, serta kondisi umum pasien. Pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan darah, elektrokardiogram, foto rontgen dada, atau pemeriksaan lainnya dapat dilakukan apabila memang diperlukan berdasarkan kondisi pasien dan jenis operasi.

Puasa Sebelum Operasi

Salah satu hal yang sering ditanyakan pasien adalah mengenai puasa sebelum ooperasi Puasa diperlukan untuk mengurangi risiko isi lambung masuk ke saluran pernapasan ketika terjadi perubahan refleks selama anestesi. Namun, aturan puasa tidak selalu berarti pasien harus tidak makan dan tidak minum sepanjang hari.

Durasi puasa bergantung pada jenis makanan atau minuman yang dikonsumsi, kondisi pasien, serta jenis tindakan yang akan dilakukan. Karena itu, pasien harus mengikuti instruksi yang diberikan oleh tim anestesi dan rumah sakit.

Persiapan Mental Pasien

Kecemasan sebelum operasi merupakan hal yang sangat umum. Sebagian pasien takut terhadap rasa sakit, pembiusan, kemungkinan terbangun saat operasi, atau bahkan takut tidak sadar kembali setelah anestesi.

Komunikasi yang baik antara pasien dan dokter sangat penting untuk mengurangi kecemasan tersebut. Dokter anestesi akan menjelaskan jenis anestesi yang direncanakan, proses pemantauan selama operasi, kemungkinan efek samping, serta langkah-langkah yang dilakukan untuk menjaga keselamatan pasien.

Peran Pasien dalam Keselamatan Operasi

Keselamatan operasi bukan hanya tanggung jawab dokter dan rumah sakit. Pasien juga memiliki peran yang sangat penting.

Sampaikan kondisi kesehatan secara jujur. Beritahukan semua obat dan suplemen yang dikonsumsi. Informasikan riwayat alergi dan pengalaman pembiusan sebelumnya. Ikuti instruksi mengenai puasa dan penggunaan obat. Jangan merokok atau mengonsumsi zat tertentu yang dapat mengganggu kondisi tubuh menjelang operasi.

Pasien juga sebaiknya memberi tahu dokter apabila menjelang hari operasi mengalami demam, batuk berat, sesak napas, nyeri dada, muntah, atau keluhan kesehatan baru lainnya. Informasi tersebut dapat memengaruhi keputusan mengenai keamanan operasi.

Keselamatan Dimulai Sebelum Kamar Operasi

Operasi yang aman bukan hanya tentang teknik pembedahan yang baik. Keselamatan pasien merupakan hasil kerja sama antara dokter bedah, dokter anestesi, perawat, pasien, dan seluruh tim rumah sakit

Persiapan operasi bukanlah formalitas administratif. Ini adalah bagian penting dari perjalanan pengobatan. Dengan komunikasi yang terbuka, persiapan yang matang, dan kerja sama antara pasien serta tenaga kesehatan, proses operasi dapat berlangsung dengan lebih terencana dan aman.

“Operasi yang baik dimulai bukan ketika pasien masuk kamar operasi, tetapi sejak pasien dipersiapkan untuk menghadapinya.”

 


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Wawasan

Benarkah Surah Asy-Syu’ara Surah Para Pemusik? Muhammad Zakaria Darlin, Lc., M.A., Ph.D, ....

Suara Muhammadiyah

18 May 2024

Wawasan

Mengapa Islam Tidak Memiliki Paus? Oleh: Donny Syofyan, Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Anda....

Suara Muhammadiyah

29 August 2025

Wawasan

Mengenang Syed Muhammad Naquib al-Attas: Ketika Ilmu, Amal, dan Peradaban Berada dalam Satu Tarikan ....

Suara Muhammadiyah

9 March 2026

Wawasan

Mengaji Amal Saleh bersama Kiai Abdul Mu’ti Oleh: Ahsan Jamet Hamidi, Ketua PRM Legoso &ndash....

Suara Muhammadiyah

10 May 2026

Wawasan

Oleh:  Drh. H. Baskoro Tri Caroko. LPCRPM PP Muhammadiyah Bidang Pemberdayaan Ekonomi, Seni Dan....

Suara Muhammadiyah

29 July 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah