Pertemuan Singkat

Publish

10 January 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
64
Ilustrasi

Ilustrasi

Pertemuan Singkat 

Cerpen Diko Ahmad

Saat pertama kali masuk di kelas ini, saya tidak memiliki ekspektasi berlebih. Pikiranku hanya tertuju pada bagaimana cara mengajar yang baik dengan metode yang tepat untuk kelas yang berisikan 25 santri putri. Meski sebelumnya pernah mengajar hal yang sama selama satu semester. Namun pengalaman kali ini akan selalu berbeda dengan sebelumnya. Karena memang begitulah sifat alamiah dari ruang dan waktu–menyuguhkan orkestrasi kehidupan yang tak pernah terduga. Inilah yang persis aku rasakan sebagai guru ekskul jurnalistik untuk santri putri di salah satu Ponpes di Jogja. 

Berbekal pengalaman satu semester di kelas yang berbeda, mendorongku untuk terus mengeksplorasi potensi yang ada. Sebagai seorang sarjana pendidikan yang saat ini berkerja di luar bidang itu, ada perasaan sedikit bersalah. Sehingga aku pun terpanggil untuk mengajar. Mengamalkan apa yang telah aku pelajari selama 6 tahun di bangku perkuliahan. Dengan sedikit canggung, hingga akhirnya aku memberanikan diri untuk menerima tawaran itu, meski hanya sebagai guru ekskul. 

Bagiku, hari pertama mengajar untuk semester kedua ini menjadi tantangan tersendiri. Pasalnya aku belum begitu paham medan sekaligus karakter setiap siswa yang aku hadapi. Khususnya yang berhubungan dengan tujuan mereka mengikuti kelas jurnalistik. Padahal di luar sana banyak ekskul yang lebih menarik dari sekedar meratapi laptop, berpikir, dan menggerakkan jari. Ada ekskul silat, musik, desain grafis, hingga kelas bahasa asing yang tentunya lebih menyenangkan karena diampu oleh guru-guru hebat. 

Maka di hari itu, dalam ruangan berukuran 4x6 meter persegi, setelah memperkenalkan diri secara singkat, aku mengawalinya kelas dengan sebuah kontrak belajar. Para santri terlihat antusias. 

"Pada semester ini, setidaknya kita punya 5 kali pertemuan. Setiap pertemuannya ada waktu satu setengah jam," ujarku santai dengan harapan dapat membantu mereka untuk memposisikan diri masing-masing secara enjoy. Hal ini aku lakukan bukan tanpa alasan, karena sejak langkah pertama menginjakkan kaki di kelas itu, rasanya seperti melakukan casting film horor–sepi, dingin, kaku, dan menegangkan. 

Suasana masih terasa sepi, aku melanjutkan dengan pertanyaan, "Apa yang mau kita lakukan?" 

Belum ada satupun anggota kelas yang mau mengusulkan diri untuk project kelas ini. Dalam hati aku sangat memaklumi itu. Mungkin kelas ini adalah yang pertama kali bagi mereka. 

Di waktu dan pertemuan yang singkat ini, aku mengusulkan diri. Belajar dari pengalaman yang lalu. "Bagaimana kalau kita menulis cerpen berdasarkan pengalaman pribadi masing-masing?!" 

Banyak pasangan mata saling pandang. Dari sorot matanya, sebagai besar masih merasa kebingungan. Dan itu menjadi sesuatu yang sangat wajar untuk mereka yang baru pertama kali mengikuti kelas menulis. Berkaca pada diriku sendiri, di usia segitu, mungkin aku juga akan merasakan kebingungan yang sama seperti yang aku lihat pada diri mereka para santri putri. 

Melalui beberapa kali penawaran, akhirnya mereka menyetujui untuk menulis pengalaman masing-masing. 

Menurut hematku, ini menjadi project yang paling masuk akal untuk pertemuan yang singkat—menulis pengalaman pribadi dan kemudian dibukukan. Aku berharap hal ini bisa selesai dalam 5 kali pertemuan. 

Yogyakarta, 10 Januari 2026


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Humaniora

Pesantren Ahmad Dahlan Sipirok: Mulai dari Angkut Pasir-batu Hingga Kesebelasan PSHW Oleh: Haidir F....

Suara Muhammadiyah

4 April 2024

Humaniora

Oleh: Khafid Sirotudin, Ketua Bidang Diaspora Kader MPKSDI PP Muhammadiyah Hari ini, Sabtu 10 Mei 2....

Suara Muhammadiyah

11 May 2025

Humaniora

Meneladani Ghirah Perjuangan Menghidupkan PCIM-PCIA Malaysia dari Nita Nasyithah Oleh: Windu Wuland....

Suara Muhammadiyah

25 May 2024

Humaniora

Lebaran Terakhir  Cerpen Affan Safani Adham Siapa yang tahu kalau saat ini adalah waktu terak....

Suara Muhammadiyah

7 June 2024

Humaniora

Oleh: Cristoffer Veron P, Alumni MTs Muhammadiyah Karangkajen Yogyakarta Tahun 2017 Ini getir. Ini ....

Suara Muhammadiyah

15 December 2025