Suatu Hari

Publish

25 January 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
108
Ilustrasi

Ilustrasi

Suatu Hari 

Cerpen Naora Nandini 

Pada suatu hari di Sekolah, ada seorang anak bernama Azura. Dia anak yang cantik, kulit nya putih, pipi nya agak tembam, bulu mata nya lentik dan rambut nya tergerai. Adik nya bernama Raka, Raka baru berusia 4 tahun. Azura bersekolah di  SMP Melati 05. Dia juga mempunyai 2 sahabat yang baik. Naomi dan Zahra itu nama mereka. Zahra adalah seorang gadis yang cantik, badannya tidak terlalu tinggi dan suaranya yang melengking. Jika Naomi, dia adalah anak yang manis, kulitnya sawo matang, dia juga anak yang pintar dan sering mendapatkan peringkat tiga besar di kelasnya. 

Saat hari Sabtu tiba, mereka sedang berada di Kantin Sekolah. Azura sedang memilih satu persatu jajan yang dijual. Naomi mencari bangku dan meja yang kosong untuk mereka bertiga, karena pada saat itu Kantin sangat ramai. Tugas Zahra sama seperti Azura namun, berbeda Toko. Mereka membagi tugasnya masing-masing seperti, Azura mencari makanan, Zahra mencari minuman dan Naomi mencarikan tempat. 

             Setelah beberapa menit Naomi menunggu, akhirnya kedua sahabatnya datang ke meja yang sudah dipilih. Di meja itu Azura bercerita kepada kedua sahabatnya.

 “ Andai saja ada orang menawarkan permintaan kepada ku. Aku akan menjawab, jadikan aku seorang princess di sebuah Kerajaan besar, dan negara Makmur” ucap Azura dengan nada yang agak keras dan mengeluh. 

Sahabat nya pun menjawab “ Sudahlah, bersyukur aja kamu masih diberikan keluarga yang tidak kekurangan sama sekali” ujar Naomi.

Setelah itu Azura menjawab  apa yang dikatakan Naomi tadi 

“ Iya sih tapi aku ingin sekaliii, walaupun hanya sekali juga tidak apa-apa kok.”

             Dilanjutkan oleh Zahra “ Ya sudah jika kamu ingin sekali, satu-satunya cara ya berharap aja mimpi kamu nanti malam sesuai apa yang kamu inginkan sekarang” dia menjawab dengan nada agak kesal.

            Tak lama kemudian, bel pun berbunyi yang menandakan waktu istirahat telah berakhir dan jam pelajaran akan segera dilanjutkan. Mereka pun masuk ke Kelas masing-masing Azura sekelas dengan Zahra sedangkan Naomi tidak. Jarum jam sudah menunjukan pukul 12 siang, yang menandakan Pelajaran akan segera berakhir.

           Guru menyuruh murid-murid nya untuk  membereskan meja nya masing-masing, lalu  berdo’a. Azura dan Zahra keluar, Mata Azura lansung melihat kearah pagar sekolah.  Ternyata bundanya sudah menjemput di depan pagar. Seketika Azura berpamitan dengan kedua sahabatnya. Kakinya mulai berjalan perlahan menuju ke depan gerbang sekolah. Kedua tangan Zahra dan Naomi langsung melambai kearah Azura yang mulai semakin menjauh dari tempat berdiri mereka.

 “ Selamat tinggal Azura sampai berjumpa esok hari yaaaaa” ucap mereka berdua dengan berteriak dan senyum yang lebar sambil melambaikan tangan. Kedua tangan Azura juga ikut melambai kearah kedua sahabatnya itu. Kaki Azura berjalan dengan cepat menuju tempat bundanya berada. Bunda Azura tersenyum melihat anaknya ceria sekali seperti itu. 

           Kemudian Azura mencium tangan bundanya, dan bunda Azura membalasnya dengan ciuman hangat di dahi dan kedua pipi Azura. Setelah itu bunda menyuruh Azura untuk masuk kedalam mobil. Mobil mulai melaju di jalan raya, saat itu di dalam mobil terjadi percakapan antara Azura dan bundanya.

 “ Bunda, Azura pengin deh jadi princess, boleh ga kalau Azura minta beliin baju princess?” ucap Azura.

 Bunda nya menjawab “ Untuk apa kamu membeli baju princess, kamu sudah besar tidak usah membeli baju seperti itu, dan apakah kamu mau memakai baju princess untuk keluar rumah sementara kamu sudah besar seperti ini” dengan nada menasehati. 

“ Tapi aku ingin sekali bunda, lagian kan bunda tidak pernah membelikan aku baju princess saat aku masih kecil” ujar Azura dengan muka yang cemberut.

 Tetapi sayang nya bundanya tetap tidak akan membelikan baju princess karena melihat kondisi Azura yang sekarang sudah kelas 1 SMP. 

             Awalnya Azura berfikir tidak apa-apa aku tidak menjadi princess tetapi setidaknya aku bisa memakai baju nya. sayang nya takdir berkata lain bundanya tidak mengizinkan nya untuk membeli baju princess. Setelah perjalanan yang lumayan jauh, akhirnya Azura sampai di Rumah. Tangan Azura langsung menggenggam pegangan pintu, lalu membukanya dan mengucapkan salam. Saat masuk dia sudah melihat ayah nya yang sedang bekerja di rumah. Kaki Azura langsung berjalan mendekat kearah ayah nya itu dengan mengharap bahwa ayahnya mau membelikan baju Princess yang dia inginkan. Azura bertanya pada ayah nya hal yang sama saat dia bertanya pada bunda nya. Sayang nya Kata “Tidak” terucapkan dari mulut sang ayah. Akhirnya Azura lansung bersalaman lalu pergi ke Kamar. Sesampainya di Kamar, Azura langsung mengganti baju, lalu bermain ponsel. 

           Malam pun tiba dan jarum jam menunjukan di angka 9 malam. Azura sdang berada di depan televisi di Ruang Tamunya. Bunda Azura pergi menuju Ruang Tamu untuk menyuruh Azura untuk segera bersih-bersih lalu tidur. Azura pun langsung pergi ke Kamar, dia langsung masuk ke Kamar Mandi lalu bersih-bersih. Setelah itu dia pergi menuju kasurnya, kemudian duduk sejenak. Azura mengankat tangan nya ke depan dadanya lalu berdoa

 “ Semoga aku malam ini bermimpi, aku akan menjadi seorang princess” ucap Azura dengan nada yang memohon dan dengan raut wajah yang sangat mengharapkan ucapan nya itu benar terjadi. Badan Azura sudah menyentuh kasur yang menandakan dia akan tertidur.

          Pada saat dia baru memejamkan kedua kelopak matanya, dia sudah memulai mimpinya. Dia sedang berada di kasur yang sangat empuk dan nyaman. Azura terbangun dengan terkejut karna baru ingat besok akan pergi untuk bersekolah. Tetapi dia tersadar saat dia membuka matanya dan mulai fokus pada pandangan nya. Azzura terkejut sekaligus senang melihat apa yang ada di depan kedua mata nya

 “ Apa yang terjadi ini, sejak kapan Kamar ku kayak gini?” ujar Azura dengan mata seperti tidak percaya. Tidak lama seseorang  mengetuk pintu kamar Azura, lalu pintu kamar pun terbuka, ternyata ada seorang dayang masuk

 “ Selamat pagi princess Azura.., nona sudah di tunggu pengawal di bawah untuk pergi ke pertemuan jamuan di negeri sebrang.” Azura semakin kaget dengan hal itu. Lalu Asisten Kerajaan datang ke depan pintu Kamar

 “ Ayo Princess Azura, waktumu hanya sebentar, pengawal  sudah menunggu di bawah cukup lama, dan kuda nya sudah disiapkan dari tadi.” 

Azura tidak berfikir panjang akhirnya dia langsung pergi untuk bersiap-siap, dayang juga membantu mengambilkan gaun dan mahkota yang akan dipakai Azura. Setelah beberapa lama Azura mulai menuruni tangga dengan sepatu high heels nya. Dia langsung pergi menuju tempat kudanya berada. 

“Bagaimana cara menaikinya, aku belum pernah naik kuda sebelumnya” Kata Azura sambil mengucapkan di dalam hati.

 Lalu pengawal membantu Azura untuk naik keatas punggung kuda. Kuda Azura mulai berjalan dengan perlahan sambil dikawal oleh empat orang pengawal. Dua di depan dan dua lagi di belakang. Azura sangat senang, dia mulai menyadari bahwa apa yang dia impikan terwujud. 

        Di Tengah perjalanan dia bertemu dengan nenek tua yang sedang bersama cucu perempuan nya. Nenek itu meminta tolong untuk membantunya menyembuhkan cucu laki-laki nya yang sedang sakit di rumah nya. Pengawal awalnya tidak membolehkan Azura untuk membantunya karena pengawal merasakan ada hal yang tidak beres dengan nenek itu. Tetapi Azura ingat pesan ibunya bahwa kita harus selalu membantu orang lain tanpa pamrih, akhirnya Azura memaksa akan membantu nenek itu dan cucunya. Azura  menganguk, lalu nenek itu menunjukan di mana letak rumahnya. Pengawal sudah mengingatkan bahwa pertemuan jamuan di negeri sebrang itu penting untuk Kerajaan. Tapi tetap saja Azura membantah semua yang diucapkan pengawal. Akhirnya azura meninggalkan kuda nya lalu lari mengikuti nenek itu dan cucunya. Para pengawal mengejar tetapi sayang nya, Mereka kehilangan jejak Azura. Azura mengikuti nenek itu, lama-kelamaan wajah heran mulai terlihat di muka Azura.

“ Nek, sebenarnya rumah nenek itu di mana, mengapa kita malah masuk ke dalam hutan?” ujar Azura.

“ Rumah nenek ada di dalam hutan cu.” Ujar Nenek.

“ owh, loh nek kemana cucu nenek yang perempuan kok tiba-tiba tidak ada?” 

“ Dia tadi sudah pulang duluan nona cantik.”

Azura heran, “ Manuasia normal mana yang bisa lari secepat itu, jelas-jelas 2 menit yang lalu dia masih bergandengan tangan dengan nenek itu.” Ujar azura di dalam hatinya. Dia tidak berani langsung mengucapkan, karena suasana dan kondisi yang lumayan mencekam. 

“ Di situ Nona, di belakang Semak-semak itu ada rumah nenek, nona pergi saja kesitu” 

“ Emang nya nenek mau pergi kemana?, kenapa harus aku sendiri?, bukannya cucu nenek sedang sakit dan membutuhkan pertolongan?” ujar Azura

“ Nenek mau mencarikan obat-obatan untuk cucu nenek, dan di dalam rumah ada cucu Perempuan nenek yang sedang menemani adik nya. Sudah tidak usah banyak bertanya masuk saja dia sangat membutuhkan pertolongan mu!”

“ Emm..baiklah nek”

Azura pun pergi menuju semak-semak yang cukup tinggi, dia merasakan hawa tidak enak menyelimuti tubuhnya.

 Dia juga berfikir “Jika aku lari maka akan susah karena gaunku ini, harusnya aku mendengarkan ucapan pengawal tadi” ucap Azura di dalam hati.

Karena sudah terpojok akhirnya Azura memilih untuk pergi ke Semak-semak Azura memalingkan arah kepalanya ke belakang melihat nenek-nenek itu ternyata sudah menghilang. Dia pun semakin ketakutan, karena hal buruk pasti akan terjadi sebentar lagi. Saat tangan Azura sudah mau menyentuh semak-semak, ada seorang gadis menarik gaun Azura dari belakang dengan kencang. Sontak  Azura terkejut 

“ Siapa kamu? Mengapa kamu menarik gaunku tiba-tiba?”

“Tenang Princess aku hanya ingin menolongmu, aku adalah seorang dayang Kerajaan negeri ini, tadi aku di sini sedang memetik buah-buahan segar. Jangan takut, aku tidak akan menyakitimu. Oh, ya princess mau pergi kemana kok bisa, princess masuk ke dalam hutan?”

Azura pun menceritakan semuanya, “ Aku mau pergi ke Kerajaan sebrang, aku berasal dari Kerajaan Luminara dan akan pergi ke Kerajaan Whisperwood untuk menghadiri acara jamuan makan malam. Aku bingung aku harus kemana dan aku juga masih memikirkan kejadian yang baru saja aku alami tadi”

Dayang pun memberitahu bahwa Kerajaan Whisperwood memang seperti itu, legenda Kerajaan itu pernah mengatakan bahwa di samping Kerajaan ada sebuah hutan yang sangat lebat

 “ dulu ada seorang nenek tua dan kedua cucu nya yang satu sedang sakit, pada suatu hari ada seseorang yang ceroboh, dia membakar dedaunan lalu setelah api mulai padam, dia tidak memadamkan api nya dengan sempurna, akhirnya api nya menyebar ke suluruh hutan, rumah nenek itu terbakar habis, begitu juga nenek dan kedua cucunya. Konon arwah nenek itu tidak terima dan ingin mencari seorang putri cantik yang sedang berada di tengah perjalan. Dia ingin merasakan betapa marah nya dia, karna semasa hidup  dia tidak pernah dipedulikan oleh orang-orang”

Pihak Kerajaan juga tidak tau mengenai apa-apa soal nenek itu. Azura bertanya lagi

“ Jadi seperti itu, sebelumnya terimakasih karna sudah menolongku. Tapi aku sekarang tidak tau mau kemana, aku tidak tau letak Kerajaan itu”

“ Princess ikut saya saja, saya akan kembali lagi ke Kerajaan Whisperwood, nanti kita akan menunggangi seekor kuda” ujar dayang Kerajaan itu.

Azura terkejut karna kuda tersebut terlihat aneh, kuda itu memiliki sayap yang lebar dan berwarna putih, kuda itu juga tidak hanya satu. Dayang menyuruh kuda itu untuk memanggil teman nya. Seekor kuda datang, dia kulitnya berwarna hitam, rambutnya panjang, dia juga mempunyai sayap, bedanya kuda hitam itu lebih istimewa karena bisa terbang lebih cepat, secepat cahaya dan setiap jalan yang dia lewati akn memunculkan banyak warna yang menjadi sebuah pelangi  yang indah.

Azura pun naik ke kuda itu, kuda hitam itu sangat senang saat Azura naiki. Dayang menghitung satu.., dua.., tiga!. Kedua kuda itu meluncur dengan sangat cepat. Beberapa detik telah berlalu dan mereka berdua sudah tiba di Istana Whisperwood. 

Sesampainya di sana, Azura  melihat ayah nya  yang sedang memarahi para pengawal karena tidak becus menjaga Azura. Lalu kaki Azura turun dari kuda dan mengucapkan terimakasih pada dayang itu. Kaki Azura mulai turun dari kuda. Ayah nya  langsung terkejut dan memeluk Azura.

“ Dari mana aja kamu, udah dibilangin ga usah keluyuran kemana-mana, untung kamu ketemu dan balik lagi dengan selamat. Ayo bergegas acara jamuan akan segera di mulai di dalam”

Azura mengangguk dan ikut masuk ke dalam istana. Berjam-jam telah berlangsung akhirnya jamuan itu sudah selesai. Ayah Azura langsung menyuruh Azura untuk segera kembali ke Istana. Kali ini dia menggunakan kereta kencana yang ditarik oleh 4 Unicron. 

Sesampai nya Azura di istana. Azura lansung pergi ke kamar dan Azura masih memikirkan kejadian yang barusan dia alami. Ada orang yang mengetuk pintu kamar Azura, ternyata itu pak pelayan 

“ Nona Azura, Raja menunggu nona di Ruangan nya sekarang”

“ Baik lah aku akan ke sana sekarang” ujar Azura.

Setelah sampai, tangan Azura mulai menyentuh, lalu memutar pegangan pintu, perasaan Azura sudah tidak enak karena takut dimarahi ayahnya lagi. Saat masuk Azura melihat ayahnya sedang duduk di kursi. Lalu Azura masuk kedalam ruangan itu dengan perlahan 

“ Ada apa ayah?”

“ Ayah mau nanya sama kamu, kenapa bisa kamu pergi lalu menghilang begitu saja tanpa jejak, dan sebenarnya kamu itu pergi kemana?, seluruh prajurit sudah mencarimu di seluruh penjuru negeri itu tapi tidak ada”

Azura menjawab, dan menceritakan semuanya yang telah dia alami. Berjam-jam telah berlalu, Azura selesai bercerita pada ayahnya. Setelah itu ayahnya langsung menyuruh Azura untuk tidur karena jarum jam sudah menunjukan angka Duabelas. Azura keluar dari ruangan itu. Kedua tangan Azura mulai mengangkat gaun yang dipakai nya. Kaki Azura mulai menaiki tangga perlahan. Saat akan sampai tiba-tiba Azura terpeleset dan jatuh. Saat terbangun Azura baru sadar ternyata  tadi hanya mimpi

“Aduh… loh kok aku di bawah Kasur?, perasaan tadi masih di tangga deh” ujar Azura 

Tiba-tiba ada suara TokTok..!!, pintu terbuka dengan sendirinya ternyata itu bunda Azura yang datang 

“AZURA, SUDAH JAM BERAPA INI?, KENAPA BARU BANGUN? DARI tadi bunda bangunin kamu ga bangun-bangun. SANA  mandi cepetan terus nanti sarapan nya di mobil aja. UDAH MAU TELAT INI LOH!” ucap bunda Azura dengan perasaan marah dan nada yang membentak.

“I..iya bunda.” Jawab Azura dengan nada ketakutan.

Azura langsung lari menuju Kamar Mandi. Setelah beberapa lama kemudian Azura sudah siap dan langsung turun dengan berlari dari Kamar, menuruni tangga dan akhirnya sampai di garasi mobil. Bunda Azura sudah berada di mobil. Tangan kanan Azura langsung membuka pintu mobil, lalu Azura duduk dan tangan kiri nya menutup pintu mobil. 

“Bu..bunda Azura minta maaf karena membuat bunda marah, tadi Azura ga denger kalau bunda bangunin Azura. Soalnya Azura lagi mimpi seru.. banget. Mimpi Azura jadi kenyataan, Azura mimpi jadi Princess di Kerajaan besar dan terkenal dan…” Azura menceritakan semuanya sambil memakan sarapan nya.

“Oh ya, pantes dibangunin tuh susah banget.” Ujar bunda Azura.

“Hehehe…”

Roda mobil terus berputar, dan pada akhirnya sampai di Sekolah. Mobil berhenti tepat di depan gerbang sekolah yang akan di tutup oleh pak satpam. Azura langsung berpamitan dengan bundanya dan langsung membuka pintu mobil lalu berlari menuju gerbang.

“Pak sebentar pak…”Ucap Azura sambil tergesa-gesa.

Tangan Azura terangkat dan memberi dadah kepada bundanya. Azura melangkah menuju kelas, untungnya guru belum datang. 

“Azura kok kamu baru berangkat? Tumben banget” ucap salah satu teman sekelasnya.

“Bangun nya kesiangan ya..”ucap sahabat nya Zahra.

“Iya, tadi aku bangun kesiangan” kata Azura.

Azura langsung pergi ke tempat duduk nya dan menaruh tas ranselnya di samping mejanya. Guru masuk menandakan Pelajaran akan segera dimulai. Berjam-jam telah berlalu dan bel berbunyi “KriiingKriiing…” Menandakan jam istirahat akan berlangsung. Guru keluar dari kelas Azura. Zahra dan Azura membereskan mejanya sebelum pergi ke Kantin. Setelah selesai Azura dan Zahra keluar kelas. Pertama mereka pergi menuju kelas Naomi, setelah itu mereka baru pergi Bersama. Seperti biasa mereka mencari jajanan lalu mencari tempat duduk. Ketiga anak itu sudah selesai mencari jajanan dan minuman, lalu mereka duduk di tempat yang tadi sudah ditentukan. 

“Zahra, Naomi, kamu tau ga?, AKuuuu semalem mimpi jadi princess di Kerajaan yang besar banget dan terkenal” 

“Coba dong certain, aku penasaran deh” ucap Naomi

“Sangkin senengnya dia sampe ga denger kalau bundanya itu mbangunin berkali-kali.” ucap Zahra.

“Hehehe..”

“Jadi ituuu ceritanya, awalnya aku kan lagi mau tidur terus tiba-tiba aku itu bangun-bangun udah ada di dalam Istana yang besar banget….”

Azura menceritakan semuanya dengan detail. Mimpinya tadi pagi masih sangat dia ingat karena rasa senang yang ada di dalam dirinya itu. Bermeninit-menit telah berlalu bel istirahat berbunyi lalu Azura, Naomi, dan Zahra pergi menuju kelas masing-masing. Bu Guru masuk yang menandakan Pelajaran akan segera dimulai. Dua jam telah berlalu, bel pulang berbunyi.

Bu Guru menutup Pelajaran dan menyuruh ketua kelas untuk memimpin Do’a.

 “BERDOA DIMULAI” ujar ketua kelas dengan nada yang keras dan lantang.

Semuanya berdoa sama seperti biasanya. Bu guru mulai melangkah menuju pintu dan pergi meninggalkan kelas. Azura dan Zahra keluar dari kelas, begitu juga Naomi. Mereka bertiga bertemu di depan tiang bendera. Naomi melihat kalau ibunya sudah menjemput di depan gerbang sekolah. Azura dan Zahra melambaikan tangan kepada Naomi. Naomi juga melambaikan tangan kearah kedua sahabat nya itu. Setelah itu Zahra mengajak Azura mencari tempat sambil menunggu dijemput.

“Azura, nyari tempat duduk yok. Aku males berdiri, lagian kan juga panas, kita cari tempat teduh, dan ada tempat duduk nya juga” ujar Zahra

“Ayookk, tapi jangan jauh-jauh takutnya nanti kalau dijemput malah ga tau” kata Azura.

“Oke” jawab Zahra.

Mereka berdua mulai pergi mencari tempat teduh. Tiga menit berlalu dan akhirnya Azura dan Zahra menemukan tempat teduh. Saat Azura hendak duduk, Zahra melihat mamah nya baru saja sampai di depan pagar sekolah. 

“Eh Azura sorry banget yaaa, aku udah dijemput sama mamah” ujar Zahra

“Oh iya” kata Azura

“Aku tinggal gapapa nih? Atau mau ikut aku aja nanti biar dianterin sampe rumah sama mamah ku” ujar Zahra dengan rasa tidak tega meninggal kan Azura sendirian

“Gapapa kok, jangan nanti aku malah ngerepotin. Lagian masih banyak orang kok terus paling bundaku lagi diperjalanan kesini” ujar Azura

“Oh yaudah kalau gitu, See you bye bye yaaa” ucap Zahra sambil melambaikan tangan dan berlari.

“Iyaa, bye bye, hati-hati di jalan..” ujap Azura.

Azura menunnggu jemputan sambil membayangkan yang dia mimpikan semalam. Dia berfikir bahwa tidak ada yang tidak mungkin terjadi di dunia ini. Semua nya sudah di atur oleh Tuhan dan tidak ada satupun doa yang tidak terkabul, Namu ada masanya kapan do aitu akan dikabulkan. Tidak setelah berdoa langsung terkabul karena tuhan lebih tau tentang kita dari diri kita sendiri. Bahkan mimpi yang tidak mungkin terjadi dapat terjadi. Setelah Azura berfikir seperti itu, Bundanya menemui Azura dan menggandeng nya menuju mobil. Setelah itu mereka pergi meniggalkan sekolah dan menuju kembali ke Rumah dengan selamat.

-Tamat


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Humaniora

Dua Laut yang Bertemu  Cerpen Hamdy Salad  Entah dari arah mana angin itu datang. Dari b....

Suara Muhammadiyah

2 January 2026

Humaniora

Transformasi Sang Burung Pipit dan Nobel Untuk Muhammadiyah Oleh: Babay Farid Wajdi, Kader Muhammad....

Suara Muhammadiyah

27 November 2025

Humaniora

Kakiyah Hingga Balad "Surga Belanja Jamaah Indonesia"  Oleh: Alfian Dj, Pengajar Muallimin Muh....

Suara Muhammadiyah

18 June 2024

Humaniora

Deni Asyari; Tukang Adzan Ekonomi Jamaah Muhammadiyah Oleh: Ganjar Sri Husodo “Ternyata, har....

Suara Muhammadiyah

2 November 2023

Humaniora

Berbagi dan Kehangatan di Ujung Menteng Raya Oleh: Mahli Zainuddin Tago Jalan Menteng Raya Jakarta....

Suara Muhammadiyah

6 June 2024