YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Sebuah prestasi membanggakan kembali lahir dari rahim pendidikan Lampung Timur. Pondok Pesantren & SMP Muhammadiyah Abudzar Al Ghifari berhasil mengukuhkan posisinya sebagai sekolah berbasis lingkungan di tingkat nasional.
Dalam ajang bergengsi Indonesia Green Principal Award (IGPA) Batch 8 yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Perdagangan Dunia Universitas Gadjah Mada (UGM), sekolah ini menyabet dua penghargaan sekaligus yang menegaskan dedikasi kolektifnya terhadap keberlanjutan bumi.
Dua penghargaan tersebut adalah Best Circular School Creator and Innovator serta Outstanding Dedicated Principal on Circular School Initiatives. Capaian ini bukan sekadar apresiasi individu, melainkan simbol keberhasilan sinergi antara manajemen pondok, para guru, dan kreativitas tanpa batas dari para santri.
Selama tiga hari (7-9 Mei 2026), delegasi sekolah mengikuti rangkaian workshop intensif yang mempertemukan para pemimpin pendidikan terpilih dari seluruh Indonesia. Materi yang dikaji mencakup spektrum luas ekonomi sirkular, mulai dari sistem pengelolaan air hujan mandiri hingga strategi kewirausahaan hijau yang mampu mengubah limbah menjadi nilai ekonomi bernilai tinggi.
Puncaknya, melalui presentasi program bertajuk "Green Boarding Sircural di Jantung Pesantren", SMP Muhammadiyah Al Ghifari berhasil membuktikan bahwa nilai-nilai keislaman dan kelestarian alam dapat berjalan beriringan melalui produk nyata.
Produk Unggulan: Manifestasi Kreativitas Santri
Kemenangan ini didorong oleh lahirnya produk-produk inovatif hasil riset dan praktik langsung di lingkungan sekolah dan pondok, di antaranya:
Pensil Ajaib (Sprout Pencil): Sebuah inovasi alat tulis ramah lingkungan. Di ujung pensil terdapat kapsul berisi benih sayuran yang siap ditanam saat pensil sudah pendek dan tidak bisa digunakan lagi.
Seed-Greeting Cards (Suvenir Bernyawa): Kartu ucapan yang dibuat dari bubur kertas daur ulang Kantor TU. Kartu ini tidak akan berkahir di tempat sampah, melainkan ditanam ke tanah untuk menumbuhkan bunga Marigold yang cantik.
Eco-Business Card: Kartu nama profesional berbasis kertas daur ulang yang juga menyimpan benih tanaman, mengubah setiap momen perkenalan menjadi langkah awal penghijauan.
M. Romadona, S.Pd., Gr., selaku Kepala Sekolah yang menerima langsung penghargaan tersebut, menegaskan bahwa prestasi ini adalah milik seluruh warga pesantren.
"Tahniah wa Barakallah untuk kita semua. Penghargaan ini adalah manifestasi dari kerja keras para ustadz, guru, dan santri di Pondok Pesantren Muhammadiyah Abudzar Al Ghifari. Kami ingin menunjukkan bahwa dari sebuah sekolah di Lampung Timur, kita bisa melahirkan solusi sirkular yang diakui secara nasional. Prestasi ini milik para santri yang telaten mengolah limbah menjadi 'Pensil Ajaib' dan para guru yang tak lelah membimbing. Ini adalah langkah kecil kami untuk menjaga amanah Allah dalam menjaga kelestarian alam (Khalifah fil Ardh)," ujarnya. (Hum)

