PASURUAN, Suara Muhammadiyah - Sebanyak 100 peserta dari lima komunitas berbeda mengikuti kegiatan Pesantren Jalan Cahaya yang digelar oleh Lembaga Dakwah Komunitas Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas RI), pada 28 Februari–1 Maret 2026 di kawasan sejuk Agro Mulia, Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.
Kegiatan ini menyasar para mualaf, ojek online (ojol), penyandang disabilitas, lansia, serta pejuang damai (napiter) dalam bingkai pembinaan ruhani yang menguatkan dan memuliakan.
Ketua LDK PP Muhammadiyah, Muchamad Arifin mengupas kandungan QS. Al-Mukminun ayat 1–11 sebagai “rumus ilahi” meraih keberuntungan sejati. Ia menegaskan, Allah telah memberikan panduan yang jelas bagi orang-orang beriman untuk menjadi pribadi yang beruntung: khusyuk dalam shalat, menjauhkan diri dari perbuatan sia-sia, menunaikan zakat, menjaga kehormatan diri, memelihara amanah, serta menepati janji.
“Keberuntungan itu bukan soal banyaknya harta atau panjangnya usia. Allah sudah memberi rumusnya. Siapa yang menjaga shalatnya, lisannya, amanahnya, dan komitmennya, dialah orang-orang yang akan mewarisi surga,” tuturnya disambut anggukan dan senyum para peserta.
Materi yang disampaikan dengan ringan namun mendalam itu membuat suasana menjadi hidup. Tawa peserta sesekali pecah ketika ia menyelipkan kisah-kisah inspiratif dan contoh keseharian yang dekat dengan realitas ojol, lansia, hingga para mualaf yang sedang menata kembali kehidupan spiritualnya. Namun di balik canda tersebut, pesan yang disampaikan tetap mengena dan membekas.
Di barisan depan tampak hadir jajaran pengurus LDK Muhammadiyah dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya, serta perwakilan Baznas RI, Ustaz Reno Fathur, yang turut memberikan dukungan dan semangat bagi terselenggaranya kegiatan ini.

