MAKASSAR, Suara Muhammadiyah — Sekretaris Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal Pimpinan Pusat Muhammadiyah (Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah), Khoirul Huda, menegaskan bahwa OlympicAD menjadi ajang strategis untuk menyiapkan siswa menghadapi kompetisi nasional hingga internasional. Komitmen tersebut diperkuat dengan pemberian beasiswa Summer Camp dari CUCAS Indonesia kepada peserta teraktif dan teladan OlympicAD VIII yang digelar di Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh), Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Beasiswa atas dukungan CUCAS Indonesia tersebut diserahkan oleh Khoirul Huda bersama dengan Katiman selaku Asisten Deputi Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) sebagai inisiator Kerjasama dengan CUCAS Indonesia, kepada Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah dalam rangkaian penutupan OlympicAD VIII. Ajang dua tahunan ini diikuti 8.557 siswa dari seluruh Indonesia dan menjadi salah satu agenda pendidikan terbesar Muhammadiyah tahun ini.
Khoirul Huda menegaskan bahwa OlympicAD bukan sekadar kompetisi akademik. “Ini Olimpiade dua tahunan yang hadir 8.557 siswa dari seluruh Indonesia,” ujarnya saat ditemui di sela kegiatan.
Ia menekankan bahwa pembinaan dalam OlympicAD dirancang untuk membentuk kesiapan mental dan akademik siswa. “Sehingga mereka terlatih terbiasa ketika selesai olimpiade mereka akan ready,” kata Huda.
Menurut dia, kesiapan tersebut penting agar siswa Muhammadiyah mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional. Ia menyebut OlympicAD sebagai bagian dari konsolidasi strategis Muhammadiyah dalam memperkuat mutu pendidikan. “Ini ajang konsolidasi untuk bagaimana menguatkan agenda-agenda strategis Muhammadiyah untuk pengembangan,” ujarnya.
Huda secara tidak langsung menjelaskan bahwa ajang ini menjadi wahana identifikasi talenta unggul yang akan dibina lebih lanjut. Ia menilai dukungan beasiswa internasional seperti dari CUCAS memperluas jalur pengembangan siswa berprestasi.
Sementara itu, Katiman menyampaikan bahwa inisiasi Kerjasama dengan CUCAS dan Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah sangat strategis karena Lembaga tersebut telah menjalin kerja sama dengan lebih dari 1.000 perguruan tinggi di Tiongkok. Kolaborasi tersebut, kata dia, akan membuka akses pengalaman akademik dan kultural secara langsung bagi siswa Indonesia.
“CUCAS Indonesia bekerja sama dengan universitas mitra di Tiongkok untuk menghadirkan pengalaman akademik sekaligus kultural, di mana siswa tidak hanya mengikuti kelas pembelajaran khusus, tetapi juga merasakan pengalaman menjadi calon mahasiswa dengan tinggal di asrama kampus serta menggunakan fasilitas universitas seperti laboratorium dan fasilitas penunjang lainnya,” ujar Katiman.
Program Summer Camp itu juga menghadirkan kunjungan industri sebagai bagian dari pembelajaran kontekstual. Salah satu sesi dilakukan bersama Alibaba untuk mengenalkan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dalam industri e-commerce.
“Kami berharap program ini dapat menjadi jembatan bagi siswa-siswi Muhammadiyah untuk memahami dunia akademik dan industri secara lebih komprehensif sejak dini,” kata Katiman.
Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah menyambut beasiswa tersebut sebagai bentuk konkret kolaborasi internasional. Secara tidak langsung, Majelis menilai penghargaan bagi peserta teraktif dan teladan OlympicAD VIII menunjukkan bahwa pembinaan karakter dan keaktifan sama pentingnya dengan capaian akademik.
Dengan integrasi kompetisi nasional dan akses pengalaman global, OlympicAD VIII tidak hanya menjadi ajang perlombaan dua tahunan. Kegiatan ini sekaligus membuka peluang lanjutan bagi siswa Muhammadiyah untuk memperluas wawasan, meningkatkan keterampilan, dan menapaki jenjang kompetisi internasional melalui dukungan beasiswa strategis.

