PKM Internasional UM Bandung Perkuat Pemberdayaan Perempuan dan UMKM

Suara Muhammadiyah

5 May 2026

374
Dok Istimewa

Dok Istimewa

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Masih dalam rangka acara INCODE 3rd, Fakultas Ekonomi dan Bisnis UM Bandung bersama Symbiosis School of Economics Symbiosis International University dari India, The Asia International University dari Uzbekistan, dan Universiti Sains Islam Malaysia, mengadakan international community services program (PKM Internasional) pada Kamis (30/04/2026).

Acara yang berlangsung ceria ini digelar di Sekolah Perempuan Jawa Barat. Selain itu, kegiatan tersebut juga dilaksanakan di PT Pondok Tekstil Kreasindo Kota Bandung.

Suparjiman, Ketua Pusat Studi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Universitas Muhammadiyah Bandung, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan wujud kolaborasi nyata lintas negara dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat di tingkat internasional.

"Melalui kegiatan ini, kita berkolaborasi memperkuat pembinaan UMKM di setiap negara, tidak terkecuali di Indonesia," ujar Suparjiman.

Di Sekolah Perempuan Jawa Barat, ketiga universitas tersebut memberikan sharing session kepada para pelaku UMKM. ”Setelah ini kita akan melakukan pendampingan kepada para pelaku UMKM yang sebelumnya menjadi binaan dari UM Bandung,” lanjut Suparjiman.

Selain itu, para mahasiswa dari ketiga universitas juga melakukan kunjungan ke PT Pondok Tekstil Kreasindo Kota Bandung untuk melihat produksi, seperti karpet, sajadah, dan kerudung. ”UMKM ini juga kebetulan sudah go internasional dan sudah ekspor usahanya ke berbagai negara Timur Tengah,” terang Suparjiman.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jabar Eva Fandora mengaku senang dan sangat mengapresiasi kegiatan ini.

Menurut Eva, kegiatan dan kerja sama seperti ini menjadi upaya konkret dalam meningkatkan pemberdayaan perempuan khususnya yang berada di Jawa Barat. ”Tentu kegiatan pemberdayaan seperti ini akan menjadikan perempuan yang ada di Jawa Barat bisa mandiri,” imbuh Eva.

Eva menjelaskan bahwa adanya pembinaan ini dapat menjadikan perempuan yang ada di Jawa Barat dapat lebih mudah mendapatkan pendapatan ekonomi yang lebih baik. ”Ini juga menjadikan perempuan yang ada di Jawa barat menjadi tulang punggung keluarganya masing-masing khususnya dalam menghadapi Indonesia Emas 2045,” kata Eva.

Pada sisi lain, Asst Professor Symbiosis School of Economics Symbiosis International University Sugandh Arora sangat antusias dengan kolaborasi ketiga kampus tersebut. Menurutnya, kegiatan kolaborasi lintas negara seperti ini membawa dampak positif.

Dirinya mengaku sangat menikmati dan mendapatkan pengalaman luar biasa, khususnya bagi para mahasiswanya, selama berkegiatan akademik di Kota Kembang. ”Saya sangat menikmati kegiatan ini. Para juga mahasiswa banyak mendapatkan pengalaman yang hebat di sini tentunya,” tegas Sugandh.*(FK)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Saat ini, Clubfoot atau Kaki Pengkor menjadi kondisi medis yang ban....

Suara Muhammadiyah

10 October 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Direksi PT Syarikat Cahaya Media/ Suara Muhammadiyah melakukan peng....

Suara Muhammadiyah

18 January 2024

Berita

BANYUWANGI, Suara Muhammadiyah - Anak Muda Eco Bhinneka Blambangan (Among), komunitas pemuda li....

Suara Muhammadiyah

10 September 2024

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - FORTASI atau Forum Ta'aruf dan Orientasi Siswi merupakan ajang bes....

Suara Muhammadiyah

20 July 2024

Berita

BANYUMAS, Suara Muhammadiyah - Saat bencana banjir bandang yang melanda Sumatera Barat, Sumatera Uta....

Suara Muhammadiyah

6 December 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah