Ikhtiar Mewujudkan Pesantren Berkemajuan yang Mandiri Ekonomi dan Lingkungan
LAMPUNG TIMUR, Suara Muhammadiyah - Pondok Pesantren Muhammadiyah (PontrenMu) Abu Dzar Al-Ghifari Batanghari terus menunjukkan perannya sebagai lembaga pendidikan yang progresif. Hal ini dibuktikan dengan terpilihnya sebagai lokasi peluncuran program Ekosistem Pusat Inklusi Keuangan Syariah (EPIKS) pada kamis (19/2).
Acara yang dipusatkan di halaman SMP Muhammadiyah Abu Dzar Al-Ghifari ini dihadiri oleh Bupati Lampung Timur Hj. Ela Siti Nuryamah, S.Sos., M.A.P., Plt. Kepala Biro Perekonomian Provinsi Lampung (Ir. August Riko SA), Camat Batanghari, Kepala Desa se-Kecamatan Batanghari, OJK Lampung (Otto Fitriandy), Kepala BEI Lampung (Hendi Prayogi), pimpinan Bank Syariah Indonesia (BSI), Phintraco Sekuritas, Perwakilan Coca-Cola Europacific Partners Indonesia, pengurus Yayasan Rumah Inspirasi Sahabat Gajah, serta Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan Aisyiyah Batanghari.
Mudir PontrenMu Abu Dzar Al-Ghifari, Drs. K.H. M. Dimyati, dalam sambutan pembukanya menekankan pentingnya menciptakan lingkungan pesantren yang ramah anak dan bersih. Komitmen ini selaras dengan keikutsertaan sekolah dalam kompetisi Green School yang diinisiasikan oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Timur.
"Visi kami yang pertama adalah mencetak santri yang tahfidz Al-Qur'an, kedua mencetak santri yang cerdas, ramah lingkungan, sekaligus menguasai IT. Kami telah mulai menerapkan sistem nirkertas dalam ujian untuk mengenalkan teknologi kepada santri. Kami ingin anak-anak merasa nyaman menghafal Al-Qur'an di lingkungan yang sehat," ujar K.H. M. Dimyati.
Kepala OJK Lampung, Otto Fitriandy, memaparkan bahwa EPIKS adalah wadah kolaborasi antara pesantren, lembaga keuangan syariah, pemerintah daerah, dan pelaku usaha. Tujuannya agar masyarakat pesantren memiliki akses produktif terhadap keuangan syariah melalui empat komponen utama: Edukasi dan Literasi, Akses Layanan Keuangan, Pemberdayaan Ekonomi, serta Pendampingan dan Monitoring.
"Program Bank Sampah di lingkungan pesantren ini adalah yang pertama. Kami sangat mengapresiasi PontrenMu Abu Dzar Al-Ghifari yang menjadi pionir di Lampung Timur," tambah Otto.
Sebagai bentuk aksi nyata dari program ini, dilakukan penyerahan secara simbolis pembukaan rekening Bank Syariah (BS) bagi 750 santri PontrenMu Abu Dzar Al-Ghifari. Tidak hanya itu, sebagai bentuk dukungan terhadap literasi pasar modal syariah, dilakukan pula pembukaan rekening efek beserta pemberian saldo gratis bagi pihak pesantren. Langkah ini menandai dimulainya era baru bagi santri untuk terlibat aktif dalam ekosistem keuangan syariah modern.
Senada dengan hal tersebut, Plt. Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Lampung, Ir. August Riko SA, S.T., M.U.M., yang mewakili Sekda Provinsi Lampung, menyebutkan potensi besar pesantren di Lampung. Dengan total 1.341 pesantren dan lebih dari 100 ribu santri, Lampung Timur menjadi wilayah dengan konsentrasi pesantren terbesar.
"Ekosistem pesantren diharapkan mampu membantu pemerintah daerah dalam mendorong literasi dan inklusi keuangan syariah. Program Bank Sampah ini bukan hanya soal kebersihan, tapi bentuk nyata pemberdayaan pesantren. Pengolahan sampah secara produktif akan menciptakan sumber penghasilan yang halal dan berkelanjutan," jelas August Riko.
Bupati Lampung Timur, Hj. Ela Siti Nuryamah, S.Sos., M.A.P., menutup rangkaian sambutan dengan memberikan apresiasi tinggi atas partisipasi PontrenMu Abu Dzar Al-Ghifari dalam kompetisi Green School. Ia mencatat adanya transformasi nyata, seperti perubahan dari penggunaan bunga plastik menjadi bunga hidup sebagai simbol kelestarian.
"Kami sedang menggagas Lampung Timur sebagai kabupaten konservasi berkelanjutan. PontrenMu Abu Dzar Al-Ghifari telah meletakkan pondasi kuat dalam mencetak generasi bangsa yang melek IT, ekonomi kreatif, hingga kecerdasan buatan (AI). Kami sepenuhnya mendukung kolaborasi EPIKS dan hilirisasi sampah di PontrenMu Abu Dzar Al-Ghifari," tegas Ela.
Lebih lanjut, Ela menekankan pentingnya sanad atau pijakan yang jelas dalam ekonomi syariah melalui platform syariah seperti akad mudarabah. Ia berharap model kemandirian ekonomi di PontrenMu Abu Dzar Al-Ghifari dapat menjadi inspirasi bagi pesantren-pesantren lainnya di Lampung Timur.
Rangkaian acara diakhiri dengan seminar literasi keuangan syariah bagi para santri yang dipandu oleh pakar dari OJK dan Bank Syariah Indonesia (BSI). Melalui kegiatan ini, santri diharapkan tidak hanya mengenal produk perbankan seperti tabungan dan investasi, tetapi juga mampu mengimplementasikan prinsip ekonomi Islam dalam kehidupan sehari-hari. (Naqiyya)

