YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah resmi mengukuhkan kepengurusan periode 2026-2030 di SM Tower Malioboro Yogyakarta, Jumat (2/10). Tema yang diusung yaitu “Meneguhkan Amanah, Menguatkan Gerakan Perempuan Muda Berkemajuan.”
Hadir Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir beserta jajaran, Ketua Umum PP ‘Aisyiyah Salmah Orbayinah beserta jajaran, dan jajaran tamu undangan lainnya.
Ketua Umum PP Nasyiatul Aisyiyah Monica Subastia mengatakan, salah satu amanat Muktamar ke-15 menjadikan Nasyiatul Aisyiyah sebagai rumah bersama untuk semua kalangan.
“Kita ingin merangkul seluruh usia perempuan muda. Itulah semangat kami. Kita ingin membawa gerakan itu sampai ke bawah, dari bawah kemudian menjalar ke atas,” tuturnya.
Spirit yang dibawa Nasyiatul Aisyiyah tegas Monica, seluruh kiprah dakwahnya bisa dirasakan oleh perempuan-perempuan muda. Bahkan, pada periode ini, menurutnya, kawula muda sangat mendominasi secara struktural.
“Ini menunjukkan bahwa Nasyiatul Aisyiyah ini memang gerakan orang muda, bukan orang setengah muda maupun setengah tua. Tapi adalah gerakan perempuan muda,” bebernya.
Itulah komitmen Monica dalam pengejawantahan kepemimpinannya. Ia terus berupaya rupa agar serangkaian program yang akan digerakkan bisa memberikan manfaat yang sedemikian luas. Itulah orientasi besar dari Rumah Perempuan Muda bernama Nasyitaul Aisyiyah.
“Kita juga akan mencoba masuk dengan gerakan perempuan muda agar mereka tidak bingung mencari wadahnya, mencari rumahnya di mana. Dia akan berkembang secara nyaman, aman, dan pasti berkembang. Rumah banyak, komunitas banyak, wadahnya banyak,” ujarnya.
Program yang disusun itu akan diderivasi ke dalam gerakan. “Ini yang akan kita bawa ke bawah,” menggarisbawahi lebih lanjut. Manifestasinya berupa penguatan kaderisasi yang progresif, moderat, dan inklusif.
“Kita sebagai pimpinanlah yang harus menggerakkan mereka untuk bisa mendapatkan wadah-wadah, mendapatkan gerakan-gerakan yang dibutuhkan untuk kemajuan perempuan,” tegasnya.
Sementara, Salmah menekankan, kepemimpinan ini harus dijalankan sebagaimana semestinya. Kepemimpinan yang baik. “Ini suatu bentuk tanggung jawab dan tantangan Mbak Monika, bahwa seluruhnya adalah harus melanjutkan komitmen, semangat untuk berjuang di dalam dakwah,” tuturnya.
Titik pangkal kepemimpinan di Nasyiatul Aisyiyah sebut Salmah yaitu kepemimpinan yang melayani. “Kita memimpin ini untuk melayani,” tekannya. Dan outputnya untuk menyemai benih maslahat secara luas. “Manfaatnya betul-betul tetap bisa dirasakan oleh masyarakat luas,” imbuhnya.
Sisi lain, Haedar mengucapkan tahniah atas dilantiknya pengurus baru tersebut. “Semoga dapat menjalankan amanah sebagaimana semestinya. Dan mejalankan kepemimpinan selama 4 tahun ke depan,” ujarnya.
Lebih dari itu, mampu mengantisipasi dan menghadapi perkembangan dan perubahan kehidupan masyarakat yang begitu rupa.
“Kami percaya PPNA periode ini lebih dinamis dan lebih berkemajuan,” kata Haedar. NA disebutnya sebagai embrio untuk melakukan kaderisasi kepemimpinan secara khusus bagi kaum perempuan. “Namanya juga kan Nasyiatul Aisyiyah, tidak boleh terlepas Aisyiyah-nya,” ungkapnya.
Di samping berikutnya nanti dapat menjalankan peran keumatan, kebangsaan, dan kemanusiaan semesta secara lebih luas. “Dalam peran-peran dakwah dan tajdid yang menjadi visi besar kita di Muhammadiyah dan juga ‘Aisyiyah,” tekan Haedar. (Cris)

