Prof Irwan Akib: Tauhid Terwujud dalam Keunggulan Amal Usaha

Publish

28 February 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
731
Foto Ilustrasi

Foto Ilustrasi

Buka Pengajian Ramadan PWM Sulsel

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah — Ketua PP Muhammadiyah Prof Irwan Akib menegaskan, tauhid dalam Muhammadiyah harus hadir sebagai kerja nyata: sekolah, kampus, dan rumah sakit Muhammadiyah mesti dikelola unggul dan berkarakter, bukan sekadar memenuhi ukuran administratif. Pesan itu ia sampaikan saat membuka Pengajian Ramadan 1447 H PWM Sulawesi Selatan di Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Gombara, Makassar, Sabtu, 28 Februari 2026.

Dalam pembukaan pengajian, Prof Irwan mengingatkan bahwa amal usaha Muhammadiyah lahir dari pergumulan sejarah umat. Pendirian sekolah oleh KH Ahmad Dahlan, katanya, merupakan jawaban atas keterjajahan, ketertinggalan, dan kebodohan yang berpotensi melahirkan pelbagai problem sosial. Karena itu, pendidikan Muhammadiyah semestinya menjadi lokomotif pencerahan yang memperkuat daya saing sekaligus memperdalam nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

Ia juga menautkan misi layanan kesehatan Muhammadiyah dengan agenda pemurnian akidah. Rumah sakit, menurut Prof Irwan, tidak hanya berfungsi menyembuhkan, tetapi juga membimbing umat agar tidak terjebak pada praktik-praktik yang menjauhkan nalar sehat dan tauhid ketika menghadapi sakit.

Prof Irwan menyoroti kecenderungan sebagian amal usaha yang mengejar akreditasi, namun kehilangan ruh yang membedakan Muhammadiyah. “Sekolah unggul” tidak cukup diukur dari rapor kelembagaan, melainkan dari kualitas pembelajaran, integritas pengelolaan, dan karakter keislaman yang terasa dalam kultur institusi. Pengelolaan yang “asal jadi”, lanjutnya, tidak sejalan dengan misi Islam berkemajuan.

Di hadapan peserta, Prof Irwan juga menyampaikan pesan organisatoris: amal usaha tidak perlu ragu menjadi tuan rumah agenda persyarikatan. Pengalaman panjang Muhammadiyah, katanya, menunjukkan menjadi tuan rumah tidak mengurangi rezeki, justru sering menghadirkan keberkahan dan memperkuat jejaring gerakan.

Pada bagian lain, ia menyinggung hubungan Muhammadiyah dengan pemerintah. Menurutnya, Muhammadiyah akan mendukung kebijakan yang baik bagi umat dan bangsa, namun tetap menyampaikan kritik dan masukan bila terdapat kekurangan—sebagai wujud tanggung jawab moral gerakan.

Pengajian Ramadan 1447 H PWM Sulsel dijadwalkan berlangsung Sabtu–Ahad (28 Februari–1 Maret 2025). Kegiatan ini diikuti Pimpinan Majelis/Lembaga PWM Sulsel, Organisasi Otonom tingkat wilayah, Pimpinan Daerah Muhammadiyah se Sulsel, dan BPH dan Rektor PTMA se Sulsel. 

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah pemateri dengan tema-tema yang menautkan penguatan akidah, praksis tajdid, serta pemberdayaan umat melalui amal usaha.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PURWOREJO, Suara Muhammadiyah - Rakyat Indonesia akan melangsungkan pesta demokrasi akbar pada pemil....

Suara Muhammadiyah

18 December 2023

Berita

KUI UM Pontianak Implementasikan Kerjasama dengan Korea Selatan SEOUL, Suara Muhammadiyah - Kepala ....

Suara Muhammadiyah

27 February 2024

Berita

Sebagai Media Bonding Terhadap Santriwan dan Santriwati Baru PEKALONGAN, Suara Muhammadiyah - Rabu,....

Suara Muhammadiyah

5 August 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Lazismu Mergangsan menyalurkan Beasiswa Mentari kepada 18 santri Pa....

Suara Muhammadiyah

6 March 2026

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah - Tim Pengembangan Prestasi Mahasiswa (TPPM) Universitas Muhammadiyah ....

Suara Muhammadiyah

31 July 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah