BANTUL, Suara Muhammadiyah - Ratusan anak berpakaian ihram putih memenuhi Kompleks Balai Desa Wijirejo, Pandak, Bantul, Senin (15/6/2026). Dengan langkah-langkah kecil yang penuh semangat, mereka mengelilingi miniatur Ka'bah, berlari kecil menjalani sa'i, hingga melempar jumrah.
Bagi anak-anak Kelompok Bermain Aisyiyah dan TK ABA se-Pandak Timur itu, rangkaian manasik haji bukan sekadar permainan edukatif. Di balik setiap gerakan tersimpan pelajaran tentang kejujuran, kedisiplinan, ketekunan, dan kepedulian kepada sesama.
Kegiatan Manasik Haji Kecil yang diselenggarakan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Pandak Timur bersama Majelis PAUDDasmen ini menjadi bagian dari peringatan Milad ke-109 Aisyiyah sekaligus menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk menanamkan nilai-nilai keislaman dan karakter mulia kepada anak-anak sejak usia dini melalui pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna.
Ketua PCA Pandak Timur, Hj. Azzakiyah Fitriyati, S.Pd., menegaskan bahwa tema Milad ke-109 Aisyiyah, “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian”, memiliki makna yang sangat relevan dalam membentuk generasi masa depan. Menurutnya, dakwah kemanusiaan harus dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga dan sekolah.
"Aisyiyah hadir untuk menebarkan kemaslahatan bagi seluruh alam. Ketika kita melindungi kelompok rentan, mendidik anak-anak dengan nilai kebaikan, dan membangun kepedulian terhadap sesama, sejatinya kita sedang merawat perdamaian," ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para guru KB Aisyiyah dan TK ABA yang setiap hari menjadi garda terdepan dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa. Di tangan para pendidik inilah, nilai-nilai keimanan, cinta tanah air, serta semangat hidup bermasyarakat mulai ditanamkan dan dipupuk.
Kepada para peserta manasik, Hj. Azzakiyah mengajak anak-anak memahami makna di balik setiap rangkaian ibadah yang mereka praktikkan. Thawaf, misalnya, mengajarkan manusia untuk senantiasa berputar pada kebaikan dan mengingat Allah. Sa'i menjadi simbol kerja keras dan pantang menyerah sebagaimana perjuangan Siti Hajar mencari air bagi Nabi Ismail. Sementara lempar jumrah mengandung pesan keberanian untuk menolak berbagai perilaku buruk seperti berbohong, malas, dan berbuat nakal.
Dengan bahasa sederhana yang mudah dipahami anak-anak, nilai-nilai besar itu ditanamkan melalui pengalaman langsung. Harapannya, kelak mereka tumbuh menjadi generasi yang jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
Kegiatan diawali dengan doa yang dipimpin H. Nurul Fuad, kemudian rombongan "jamaah haji kecil" secara resmi dilepas oleh Lurah Wijirejo, Wisnu Riyanto, A.Ma. Selama prosesi berlangsung, anak-anak mendapatkan pendampingan dari tim pembimbing ibadah haji KBIHU 'Aisyiyah Bantul yang terdiri atas H. Suwardiman Anwar Huda, M.S.I., H. Agus Amrullah, S.Pd., dan H. Encep Komarudin, S.Pd.
Sepanjang kegiatan, keceriaan tampak menghiasi wajah para peserta. Mereka belajar mengenal rukun Islam bukan hanya melalui cerita di dalam kelas, tetapi melalui pengalaman yang dapat dirasakan secara langsung.
Dari langkah-langkah kecil di arena manasik itulah, PCA Pandak Timur berharap tumbuh generasi yang memiliki fondasi iman dan takwa yang kuat, sekaligus karakter yang siap menjadi pembawa kedamaian bagi masyarakat dan bangsa.
Memasuki usia ke-109 tahun, Aisyiyah kembali menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam dunia pendidikan dan pembinaan generasi. Sebab, perdamaian yang dicita-citakan bangsa pada akhirnya berawal dari anak-anak yang dibimbing mengenal nilai-nilai kebaikan sejak dini.

