PTMA Terbanyak, UMS Loloskan 101 Proposal Pendanaan Kemdiktisaintek

Publish

14 April 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
138
Dok Istimewa

Dok Istimewa

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Sebanyak 101 proposal penelitian dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dinyatakan lolos pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tahun anggaran 2026. Perolehan tersebut berasal dari 80 proposal skema Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) dan 21 proposal skema Direktorat Hilirisasi dan Kemitraan (DHK).

Capaian ini menempatkan UMS sebagai peringkat pertama di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA). Secara nasional, angka tersebut juga mengukuhkan posisi UMS sebagai salah satu kampus dengan performa riset yang kompetitif dan progresif.

Deputi Riset, Inovasi & Sentra KI Rois Fatoni, S.T., M.Sc., Ph.D., menegaskan bahwa capaian ini bukan sekadar angka, melainkan refleksi arah pengembangan riset yang semakin berdampak. 

“Kalau kita lihat komposisinya, 80 persen di riset dasar dan 20 persen sudah masuk hilirisasi. Ini menunjukkan bahwa kontribusi riset UMS sudah mulai diarahkan untuk memberi daya ungkit terhadap perkembangan industri,” ujarnya, Minggu (12/4).

Ia menjelaskan bahwa pembagian skema riset mengikuti tingkat kesiapan teknologi atau Technology Readiness Level (TRL). Riset dasar dengan level 1-5 difasilitasi melalui DPPM, sementara riset hilirisasi pada level 6-9 dikelola melalui DHK. Dalam konteks ini, 80 proposal masuk kategori riset dasar seperti penelitian dosen pemula, fundamental, hingga terapan, sedangkan 21 proposal telah berada pada tahap hilirisasi yang siap diimplementasikan bersama industri.

Capaian pada skema hilirisasi dinilai strategis karena memiliki standar yang lebih tinggi, mulai dari kepemilikan paten hingga keterlibatan mitra industri. Hal ini menunjukkan kesiapan dosen UMS dalam menjembatani hasil riset akademik menuju pemanfaatan nyata di dunia usaha dan industri.

Rois menekankan bahwa arah kebijakan nasional saat ini mendorong riset berdampak yang tidak berhenti pada publikasi semata. Ia menyebut, transformasi tersebut sudah mulai terimplementasi di UMS melalui penguatan ekosistem riset berbasis kebutuhan industri dan masyarakat.

Selain itu, keberhasilan ini juga mencerminkan efektivitas pembinaan internal dosen di UMS. Munculnya peneliti-peneliti muda dalam skema riset dasar menjadi indikator regenerasi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang penelitian.

“Secara eksternal, ini membuktikan bahwa riset UMS sudah selaras dengan visi kementerian yang menekankan riset berdampak. Secara internal, ini juga menunjukkan bahwa pembinaan SDM riset kita berjalan dengan baik,” tegasnya.

Ke depan, UMS berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem riset yang berorientasi pada solusi nyata dan kebutuhan industri, sekaligus meningkatkan kontribusi akademik dalam pembangunan nasional berbasis riset dan inovasi. (ARP/Humas)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MALDIVES, Suara Muhammadiyah - Rektor Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Dr. Saidul Amin dan Ketua....

Suara Muhammadiyah

30 August 2025

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Wilayah (PW) Nasyiatul Aisyiyah Sulsel menyelenggarakan Tarh....

Suara Muhammadiyah

23 February 2025

Berita

KLATEN, Suara Muhammadiyah - Linda Trilestari Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Kla....

Suara Muhammadiyah

29 December 2023

Berita

AMSTERDAM, Suara Muhammadiyah - Kedutaan Belanda memberikan apresiasi kerja Muhammadiyah dalam upaya....

Suara Muhammadiyah

1 June 2024

Berita

BANYUMAS, Suara Muhammadiyah - Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Banyumas ....

Suara Muhammadiyah

2 January 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah