PTMA Terbanyak, UMS Loloskan 101 Proposal Pendanaan Kemdiktisaintek

Suara Muhammadiyah

14 April 2026

492
Dok Istimewa

Dok Istimewa

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Sebanyak 101 proposal penelitian dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dinyatakan lolos pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tahun anggaran 2026. Perolehan tersebut berasal dari 80 proposal skema Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) dan 21 proposal skema Direktorat Hilirisasi dan Kemitraan (DHK).

Capaian ini menempatkan UMS sebagai peringkat pertama di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA). Secara nasional, angka tersebut juga mengukuhkan posisi UMS sebagai salah satu kampus dengan performa riset yang kompetitif dan progresif.

Deputi Riset, Inovasi & Sentra KI Rois Fatoni, S.T., M.Sc., Ph.D., menegaskan bahwa capaian ini bukan sekadar angka, melainkan refleksi arah pengembangan riset yang semakin berdampak. 

“Kalau kita lihat komposisinya, 80 persen di riset dasar dan 20 persen sudah masuk hilirisasi. Ini menunjukkan bahwa kontribusi riset UMS sudah mulai diarahkan untuk memberi daya ungkit terhadap perkembangan industri,” ujarnya, Minggu (12/4).

Ia menjelaskan bahwa pembagian skema riset mengikuti tingkat kesiapan teknologi atau Technology Readiness Level (TRL). Riset dasar dengan level 1-5 difasilitasi melalui DPPM, sementara riset hilirisasi pada level 6-9 dikelola melalui DHK. Dalam konteks ini, 80 proposal masuk kategori riset dasar seperti penelitian dosen pemula, fundamental, hingga terapan, sedangkan 21 proposal telah berada pada tahap hilirisasi yang siap diimplementasikan bersama industri.

Capaian pada skema hilirisasi dinilai strategis karena memiliki standar yang lebih tinggi, mulai dari kepemilikan paten hingga keterlibatan mitra industri. Hal ini menunjukkan kesiapan dosen UMS dalam menjembatani hasil riset akademik menuju pemanfaatan nyata di dunia usaha dan industri.

Rois menekankan bahwa arah kebijakan nasional saat ini mendorong riset berdampak yang tidak berhenti pada publikasi semata. Ia menyebut, transformasi tersebut sudah mulai terimplementasi di UMS melalui penguatan ekosistem riset berbasis kebutuhan industri dan masyarakat.

Selain itu, keberhasilan ini juga mencerminkan efektivitas pembinaan internal dosen di UMS. Munculnya peneliti-peneliti muda dalam skema riset dasar menjadi indikator regenerasi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang penelitian.

“Secara eksternal, ini membuktikan bahwa riset UMS sudah selaras dengan visi kementerian yang menekankan riset berdampak. Secara internal, ini juga menunjukkan bahwa pembinaan SDM riset kita berjalan dengan baik,” tegasnya.

Ke depan, UMS berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem riset yang berorientasi pada solusi nyata dan kebutuhan industri, sekaligus meningkatkan kontribusi akademik dalam pembangunan nasional berbasis riset dan inovasi. (ARP/Humas)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Memasuki usia ke-24 tahun, Lazismu terus memperkuat perannya sebagai l....

Suara Muhammadiyah

29 July 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah -“Kami mengangkat tema terkait dengan masalah karakter atau mas....

Suara Muhammadiyah

29 March 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah melakukan Penandatanganan Nota Kesepaha....

Suara Muhammadiyah

27 May 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Pusat Muhammadiyah melakukan silaturahmi ke Kantor Kedu....

Suara Muhammadiyah

30 April 2026

Berita

KARANGAYAR, Suara Muhammadiyah - Bertempat di Aula Lawu Fresh Puntukrejo, Ngargoyoso, Karanganyar, p....

Suara Muhammadiyah

29 January 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah