PWNA DIY Usung Gerakan ‘Satu Cabang, Satu KUA Mitra’

Suara Muhammadiyah

15 July 2026

105
Foto Ilustrasi

Foto Ilustrasi

BANTUL, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Daerah Istimewa Yogyakarta terus memperkuat komitmennya dalam dakwah ketahanan keluarga melalui sinergi dengan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Piyungan. Bertempat di Balai Nikah KUA Kecamatan Piyungan pada Selasa (14/7), PWNA DIY bersama KUA Piyungan menyelenggarakan Bimbingan Perkawinan bagi 36 calon pengantin (catin) sebagai bekal membangun keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah.

Kegiatan ini diikuti oleh 36 calon pengantin yang dalam waktu dekat akan melangsungkan akad nikah. Bimbingan perkawinan menjadi ruang pembelajaran yang tidak hanya membahas aspek administratif pernikahan, tetapi juga memperkuat kesiapan mental, spiritual, emosional, dan sosial pasangan dalam mengarungi kehidupan rumah tangga.

Kepala KUA Kecamatan Piyungan, H. Choirul Amin, S.Ag., M.H., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada PWNA DIY yang telah berkolaborasi menghadirkan program edukatif bagi calon pengantin. Menurutnya, sinergi antara KUA dan organisasi perempuan muda Muhammadiyah merupakan langkah strategis dalam memperkuat kualitas keluarga sejak sebelum akad nikah dilaksanakan.

"Membangun keluarga sakinah bukan hanya tugas KUA, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Kehadiran Nasyiatul Aisyiyah memberikan warna baru dalam pembinaan calon pengantin dengan pendekatan yang lebih kontekstual dan dekat dengan kebutuhan generasi muda," ungkapnya.

Pada sesi pertama, Dr. Syahdara Anisa Makruf, S.Pd.I., M.Pd.I., menyampaikan materi bertajuk Membangun Keluarga Sakinah. Materi dikemas secara interaktif melalui refleksi nilai-nilai keluarga Islami, pengenalan prinsip mubadalah sebagai fondasi relasi suami istri yang saling bekerja sama, saling menghormati, dan saling menguatkan, serta praktik menggambar "Sungai Kehidupan" untuk membantu pasangan memetakan perjalanan rumah tangga yang akan dihadapi. Peserta juga diajak mempraktikkan musyawarah keluarga sebagai keterampilan dasar dalam menyelesaikan persoalan rumah tangga secara dialogis.

Dalam pemaparannya, Dr. Syahdara menegaskan bahwa pernikahan merupakan mitsaqan ghalizha (perjanjian yang kokoh), sehingga membangun keluarga tidak cukup hanya berbekal rasa cinta, tetapi juga membutuhkan ilmu, komunikasi yang sehat, komitmen, dan kesiapan menghadapi berbagai dinamika kehidupan.

 Ia juga mengingatkan bahwa meningkatnya berbagai persoalan keluarga, termasuk kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), menjadi alarm bagi semua pihak untuk memperkuat pendidikan pranikah. Banyak kasus KDRT berawal dari lemahnya komunikasi, relasi yang tidak setara, pengelolaan emosi yang buruk, hingga minimnya kemampuan menyelesaikan konflik secara bijaksana. Oleh karena itu, bimbingan perkawinan menjadi ikhtiar preventif agar pasangan mampu membangun rumah tangga yang menghadirkan rasa aman, saling menghormati, dan menjadi rahmat bagi seluruh anggota keluarga.

 Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Bimbingan Perkawinan yang sebelumnya diikuti oleh penyelenggara dari Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah bekerja sama dengan Kementerian Agama Republik Indonesia di Jakarta. Melalui penguatan kapasitas tersebut, PWNA DIY berkomitmen mengembangkan program serupa hingga tingkat daerah sebagai bagian dari gerakan dakwah ketahanan keluarga.

 Ke depan, PWNA DIY berharap penguatan keluarga sakinah dapat menjadi gerakan bersama melalui kolaborasi yang lebih luas dengan KUA. Semangat yang diusung adalah "Satu Cabang Nasyiatul Aisyiyah, Satu KUA Mitra", sehingga setiap Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah dapat berperan aktif mendampingi program pembinaan calon pengantin di wilayahnya masing-masing. Dengan demikian, dakwah Nasyiatul Aisyiyah tidak hanya hadir dalam ruang pengajian, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar nyata mempersiapkan keluarga-keluarga Indonesia yang tangguh sejak sebelum pernikahan berlangsung.

 Sesi berikutnya disampaikan oleh Ramadhani Uswatun Khasanah, S.Pd., S.S., M.Pd. dengan materi "Membentuk Generasi Berkualitas". Ia menekankan bahwa kualitas generasi bangsa sangat ditentukan oleh kualitas keluarga. Anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan penuh kasih sayang, komunikasi yang sehat, dan pengasuhan yang baik akan memiliki fondasi karakter yang kuat untuk menghadapi tantangan masa depan.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta resmi memperoleh izi....

Suara Muhammadiyah

23 January 2026

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah – Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof Sofyan An....

Suara Muhammadiyah

6 January 2025

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah – Bulan Ramadhan niscaya bulan berbagi. Berceceran bunga rampai dit....

Suara Muhammadiyah

13 March 2026

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) menggelar Tabligh Akbar dalam r....

Suara Muhammadiyah

17 July 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah- Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Fakultas Ekonomi dan ....

Suara Muhammadiyah

9 September 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah