PWPM Sulsel Latih 40 Instruktur untuk Target Kaderisasi 10 Ribu Kader Baru

Suara Muhammadiyah

27 January 2025

1192
Foto Istimewa

Foto Istimewa

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Penguatan kaderisasi menjadi fokus esensial Pemuda Muhammadiyah (PM) Sulawesi Selatan tahun 2025 ini. Penurunan jumlah kader dan kebergantungan transformasi keanggotaan dari Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) selama ini menjadi alasannya.

"Kita ingin membangun kemandirian sebagai bagian dari implementasi empat pilar Pemuda Muhammadiyah, dan itu kita mulai dengan penguatan kaderisasi," kata Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sulsel, Heriwawan, saat menyampaikan sambutan pada pembukaan latihan instruktur Pemuda Muhammadiyah, Ahad (26/1).

Lebih lanjut, ia menjelaskan dengan kaderisasi dilakukan langsung oleh PM, maka desain untuk mencetak kader yang inovatif dan unggul di berbagai bidang dapat lebih terukur dilakukan. "Kita ingin selaraskan antara kualitas dan juga kuantitas. Kuantitas juga penting untuk penguatan struktural yang mana selama ini kita tampak belum begitu kuat di akar rumput," tukasnya.

Ketua PM yang juga Legislator di DPRD Provinsi Sulsel ini pun menegaskan bahwa kegiatan pelatihan instrukur menjadi langkah awal untuk giat kaderisasi yang akan dimassifkan selama dua tahun ke depan.

"Insya Allah satu kecamatan, satu baitul arqam. dengannya kita menargetkan bakal tercipta hingga 10.000 kader baru di Sulsel, yang murni lahir dari baitul arqam Pemuda Muhammadiyah," tegasnya.

Gayung bersambut, Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah (PPPM), Najih Prasetyo menilai bahwa apa yang dirancang oleh PM Sulsel sudah tepat dan sungguh mulia, karena sejatinya pengkaderan adalah instrumen penting dalam penyelenggaraan dakwah Pemuda Muhammadiyah.

"Kaderisasi adalah bagian dari ideologisasi. Untuk itu, melalui misi kaderisasi yang akan diperkuat PM Sulsel, kita menaruh harapan hal esensial yang harus dikuatkan adalah internalisasi ideologi Muhammadiyah, baik dalam aspek pemahaman keagamaan maupun muamalat keduniawiyan. Kami juga berharap latihan Instruktur ini mampu menjadi setelan awal bagaimana PM Sulsel mampu berpikir tentang kaderisasi yang inklusif. 

Ketua Panitia, Arifuddin Abbas melaporkan ada sebanyak 40 peserta mengikuti pelatihan instruktur ini, baik dari unsur pimpinan wilayah dan daerah. Kegiatan akan dikelola oleh tim tujuh orang instrukur dan dihelat selama tiga hari terhitung 26 hingga 28 Januari 2025.

Kegiatan pembukaan sendiri dihadiri Pemprov Sulsel melalui kepala Kesbangpol, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel, Panjca Nurwahidin, serta pimpinan ortom tingkat wilayah Sulsel.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjadi tuan rumah Seleksi ....

Suara Muhammadiyah

25 January 2024

Berita

Peringatan Milad 112 Muhammadiyah, Hadirkan Kemakmuran untuk SemuaOleh: Khofifah Indar Parawansa Al....

Suara Muhammadiyah

18 November 2024

Berita

BATU, Suara Muhammadiyah - Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhamma....

Suara Muhammadiyah

26 October 2025

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus mendorong pemanfaatan....

Suara Muhammadiyah

26 January 2026

Berita

PALEMBANG, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Cabang Rawamangun Pulogadung Jakarta Timur berhasil meraih ....

Suara Muhammadiyah

3 November 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah