KARANGANYAR, Suara Muhammadiyah – Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen & PNF) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyelenggarakan Rapat Kerja Duta Madrasah Muhammadiyah pada 23–25 Juli 2026 atau bertepatan dengan 9–11 Safar 1448 H di Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Karanganyar. Kegiatan mengusung tema "Menguatkan Mutu untuk Mewujudkan Madrasah Muhammadiyah Unggul Berwawasan Global" sebagai komitmen memperkuat kualitas pendidikan madrasah Muhammadiyah di seluruh Indonesia.
Rapat kerja dihadiri Ketua Majelis Dikdasmen & PNF PP Muhammadiyah H. Didik Suhardi, Ph.D., Ketua PP Muhammadiyah Prof. Dr. Irwan Akib, M.Pd., Ketua Penjaminan Mutu Majelis Dikdasmen & PNF PP Muhammadiyah KH. Fahri, S.Ag., M.M., serta Ketua Duta Madrasah Muhammadiyah Marjiyanti, S.Ag., M.Pd.I. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk merumuskan arah pengembangan Duta Madrasah Muhammadiyah sekaligus memperkuat mutu, tata kelola, dan daya saing madrasah Muhammadiyah di seluruh Indonesia.
Dalam sambutannya, KH. Fahri menjelaskan bahwa pembentukan Duta Madrasah Muhammadiyah berawal dari aspirasi berbagai daerah yang menginginkan adanya wadah untuk memperkuat kemajuan madrasah Muhammadiyah secara lebih terstruktur. Kehadiran Duta Madrasah diharapkan menjadi ruang kolaborasi yang mampu mempercepat transformasi dan penguatan mutu pendidikan.
Menurutnya, terdapat lima tujuan utama pembentukan Duta Madrasah Muhammadiyah. Pertama, memperkuat implementasi nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Kedua, meningkatkan kualitas dan kuantitas Madrasah Muhammadiyah. Ketiga, memfasilitasi kepala madrasah dan guru agar berkembang melalui kolaborasi serta berbagi praktik baik. Keempat, mendorong peningkatan prestasi akademik maupun nonakademik. Kelima, memperkuat strategi sukses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di lingkungan Madrasah Muhammadiyah.
KH. Fahri menambahkan bahwa rapat kerja bertujuan menyepakati pelaksanaan Pendidikan Khusus Kepala Madrasah (Diksuskamad), menyelesaikan penyusunan Modul Diksuskamad, serta merampungkan struktur materi Diksuskamad sebagai pedoman dalam menyiapkan kepala madrasah yang profesional, berkarakter, dan berkemajuan. Program Diksuskamad direncanakan dilaksanakan pada Agustus hingga Desember 2026 sebagai upaya memperkuat kompetensi kepemimpinan kepala madrasah Muhammadiyah di seluruh Indonesia.
Sementara itu, Ketua Majelis Dikdasmen & PNF PP Muhammadiyah, H. Didik Suhardi, Ph.D., mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar 1.725 Madrasah Muhammadiyah yang tersebar di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, madrasah yang memiliki sekitar 500 murid baru mencapai sekitar 4,30 persen. Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan, memperkuat tata kelola, dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Madrasah Muhammadiyah.
Didik Suhardi menegaskan bahwa Majelis Dikdasmen & PNF PP Muhammadiyah terus berkomitmen mendampingi Madrasah Muhammadiyah agar berkembang menjadi lembaga pendidikan yang unggul, berkualitas, dan dipercaya masyarakat. Pembentukan Duta Madrasah Muhammadiyah menjadi salah satu strategi untuk memperkuat jejaring, pendampingan, inovasi, serta percepatan kemajuan madrasah di berbagai daerah.
Pada kesempatan tersebut, Ketua PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Irwan Akib, M.Pd., memberikan arahan mengenai pentingnya kepemimpinan visioner dalam mengembangkan sekolah dan madrasah Muhammadiyah. Ia menegaskan bahwa di lingkungan Muhammadiyah, sekolah dan madrasah memiliki kedudukan yang sama sebagai amal usaha pendidikan yang berperan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus membentuk generasi yang berakhlak mulia.
Prof. Irwan menjelaskan bahwa madrasah memiliki daya tarik tersendiri di tengah masyarakat, terutama bagi orang tua yang menginginkan pendidikan agama yang kuat sekaligus pendidikan umum yang berkualitas. Oleh sebab itu, kepala madrasah perlu memiliki keberanian melakukan perubahan, menghadirkan inovasi, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman agar madrasah semakin diminati masyarakat.
Ia juga mengingatkan bahwa kepemimpinan kepala madrasah merupakan amanah besar yang membutuhkan dedikasi, keikhlasan, dan semangat perjuangan. Kepala madrasah dituntut memiliki visi besar dalam membangun lembaga pendidikan yang unggul, memperhatikan kesejahteraan guru, membangun komunikasi yang harmonis dengan pimpinan, serta menyelesaikan berbagai persoalan melalui musyawarah dan semangat kekeluargaan.
Selain itu, Prof. Irwan mendorong para kepala madrasah untuk terus memperkuat budaya organisasi, menjunjung tinggi etika kepemimpinan, mempererat silaturahmi, serta mempelajari sejarah perjuangan tokoh-tokoh Muhammadiyah sebagai inspirasi dalam membangun lembaga pendidikan yang berkemajuan.
Menutup arahannya, Prof. Irwan Akib mengajak seluruh peserta untuk terus melahirkan inovasi yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Ia berpesan agar setiap kepala madrasah memiliki keberanian menghadirkan gagasan baru yang belum pernah dipikirkan sebelumnya, sehingga Madrasah Muhammadiyah mampu tampil semakin unggul, adaptif, kompetitif, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan Indonesia.
Melalui rapat kerja ini, Majelis Dikdasmen & PNF PP Muhammadiyah berharap Duta Madrasah Muhammadiyah mampu menjadi penggerak peningkatan mutu pendidikan, memperkuat kepemimpinan kepala madrasah melalui program Diksuskamad, serta memperluas kolaborasi antarmadrasah. Langkah tersebut diharapkan mampu mewujudkan Madrasah Muhammadiyah yang unggul, berdaya saing global, dan tetap berlandaskan nilai-nilai Islam serta cita-cita Muhammadiyah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.(Hendra)

