Rakernas MEBP Dorong Ekonomi Muhammadiyah Tetap Relevan dan Berdampak

Suara Muhammadiyah

5 February 2026

680
Peserta Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Seminar Nasional Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Foto: Cris

Peserta Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Seminar Nasional Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Foto: Cris

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang dikemas dengan Seminar Nasional Outlook Perekonomian Indonesia 2026, menjadi titik awal penguatan ekonomi yang dilakukan oleh Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata (MEBP) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Kamis-Jumat (5-6/2) di Hotel Hyatt Yogyakarta, Palagan Tentara Pelajar, Sleman.

Ketua Panitia Khoirul Muttaqin menyampaikan terima kasih atas kehadiran peserta dalam acara tersebut. "Sebagai wadah mempererat kembali hubungan setelah sekian lama tidak bertemu," katanya.

Khoirul menyebut, acara ini sangat penting. Terlebih, ekonomi menjadi jangkar utama dalam kehidupan dan peradaban manusia. Karenanya, Muhammadiyah turut serta berkontribusi di dalamnya.

"Segera menggerakkan agenda strategis Majelis Ekonomi sebagai pilar ketiga Muhammadiyah (pasca Muktamar Makassar dan Solo)," terangnya.

Demikian diperkuat Plt MEBP PP Muhammadiyah Mohammad Zainal Fatah. Sebagai Majelis Ekonomi, katanya, penting mencandra outlook ekonomi Indonesia.

"Muhammadiyah mempunyai peran yang sangat besar di dalamnya," ujarnya dihadapan para peserta, salah satunya Direktur Utama PT Syarikat Cahaya Media Suara Muhammadiyah Deni Asy'ari, yang juga sebagai Wakil Sekretaris 1 MEBP PP Muhammadiyah.

Ditambahkan lagi oleh Zainal, Muhammadiyah memiliki posisi dan kontribusi yang besar dalam ekosistem ekonomi Indonesia. Maka, pemahaman terhadap sekurang-kurangnya outlook ekonomi nasional menjadi kebutuhan substansial agar ekonomi Persyarikatan tetap relevan dan berdampak luas.

"Sejak awal kita ingin memaduserasikan apa yang telah dibahas, dibicarakan, digodok di pemerintah, baik itu di Menko Perekonomian dan institusi-institusi lain. Kita serap, kemudian akan menjadi pemahaman bersama kita untuk membangun bagaimana seharusnya majelis ini kita jalankan," bebernya.

Sementara, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Muhadjir Effendy mengingatkan, agar jangan menyerah dalam membangkitkan ekonomi. Apalagi, ekonomi ini menjadi fokus Muhammadiyah sebagaimana ditetapkan dalam Muktamar ke-47 Muhammadiyah di Makassar, Sulawesi Selatan.

"Dan ini terus kita dorong, kita upayakan agar pilar itu segera terbangun dengan kokoh," jelasnya.

Pilar ekonomi menjadi sangat fundamental. Di samping pilar pendidikan dan kesehatan. Dan saat ini, Muhammadiyah tengah bertungkus lumus menguatkan pelbagai pilar tersebut.

"Kalau nanti tiga pilar ini bisa kokoh, tentu saja Muhammadiyah ke depan akan semakin lebih bagus dan lebih baik," tegasnya, menjembatani hal tersebut menjadi peran sentral Muhammadiyah untuk kehidupan bangsa ke depan.

"Bagian di dalam memajukan, menyejahterakan hidup bangsa ini," tambahnya lagi.

Karena itu, melalui acara ini, Muhadjir terus mendorong dan mengonsolidasikan potensi-potensi SDM Muhammadiyah di bidang ekonomi dan dunia bisnis. "Dan salah satunya dengan pertemuan ini," tandasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Revisi Undang-Undang (UU) tentang Penyiaran terus menuai prote....

Suara Muhammadiyah

24 May 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah - Mahasiswa Semester 6 Program Studi Psikologi Universitas Muhammadiyah ....

Suara Muhammadiyah

16 July 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Ketua bidang Kader Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah, Nunung Damayanti....

Suara Muhammadiyah

18 September 2023

Berita

BANYUMAS, Suara Muhammadiyah - Masjid Al Muttaqiin Perumahan Grand Tanjung Elok di hari-hari biasa m....

Suara Muhammadiyah

6 April 2024

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr KH Muhammad Saad Ibrahim, MA men....

Suara Muhammadiyah

21 August 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah