Rektor SiberMU Ingatkan Pelan Tapi Pasti, AI Akan Mengubah Hidup Manusia

Suara Muhammadiyah

16 October 2025

760
Dr Bambang Riyanta, ST., MT. Foto: Cris

Dr Bambang Riyanta, ST., MT. Foto: Cris

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) saat ini tidak sekadar berkaitan dengan teknik (engineering), melainkan menjelma sebagai peradaban umat manusia.

Rektor Universitas Siber Muhammadiyah (SiberMu) Bambang Riyanta menyampaikan hal itu saat Sinabtech: SiberMu National Seminar on Business, Technology, & Health 2025 di SM Tower Malioboro Yogyakarta, Kamis (16/10).

Menurutnya, fenomena ini belum banyak disadari secara saksama oleh umat manusia. Kendati demikian, perkembangan AI terus menyeruak di tengah kehidupan abad modern. “Banyak yang belum disadari. Bahkan dikalangan akademis,” ungkapnya.

Sampai-sampai, Bambang membuat khusus terkait hal itu, yakni Peradaban Artificial Intelligence: Dunia Tak Lagi Sama. Buku ini diterbitkan oleh Suara Muhammadiyah. “AI pelan-pelan mengubah hidup kita,” bebernya.

Bahkan, dikemukakan oleh Jensen Huang, CEO dan pendiri Nvidia bahwa, orang yang menggunakan AI, maka akan menggantikan yang tidak menggunakan AI. Di sinilah menunjukkan betapa krusialnya AI saat ini.

“Kita perlu terus mengikuti itu, kalau memang kita tidak ingin betul-betul tertinggal. Jadi itu bukti bawha kalau kita hari-hari ini sudah mulai AI thinking, maka banyak hal kemudian bisa kita kelola,” tekan Bambang.

Bambang menegaskan, AI kini bukan hanya alat bantu. Tetapi telah menjadi pemain utama di kehidupan umat manusia. “Dalam dunia seperti ini, apa peran manusia? Peran kita hanya tinggal dari 0-1, selebihnya nanti bisa digantikan dengan lebih baik oleh AI,” singkapnya.

Dalam kesempatan itu, Bambang menggarisbawahi, manusia tidak bisa melawan kemajuan super dahsyat dari AI. Bahkan, dalam waktu dekat, diprediksi AI telah mencapai klimaksnya sebagai singularity AI, atau kecerdasan buatan melampaui kecerdasan manusia.

“Jadi dampaknya itu ke semua bidang. Bahkan mulai kemudian bisa menguak misteri-misteri yang tidak pernah terpikirkan,” tuturnya.

Karena itu, AI, lanjut Bambang, bukan menyangkut soal teknologi. Tetapi, lebih dari itu, menyangkut soal etika dan tanggung jawab umat manusia.

“Penerapan teknologi AI menuntut prinsip etika, akuntabilitas, dan inklusivitas agar manfaatnya dapat dirasakan secara adil oleh seluruh lapisan masyarakat,” tandasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Lembaga Pengembangan Olahraga (LPO) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiya....

Suara Muhammadiyah

26 September 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. Agung Danarto, M.Ag., menila....

Suara Muhammadiyah

15 December 2025

Berita

PABELAN, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kota Sura....

Suara Muhammadiyah

17 October 2023

Berita

Siap Mengabdi sebagai Generasi Pendidik Baru  BULUKUMBA, Suara Muhammadiyah - Fakultas Kegurua....

Suara Muhammadiyah

5 December 2025

Berita

Bahas Inovasi Keselamatan Kesehatan dan Sistem Pembelajaran Transformatif di Bidang Kesehatan  ....

Suara Muhammadiyah

27 October 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah