Relawan Muhammadiyah Harus Perkuat Pemahaman Kebencanaan dan Kolaborasi

Suara Muhammadiyah

8 June 2026

139
Foto Istimewa

Foto Istimewa

KAPUAS, Suara Muhammadiyah - Majelis Pembina Kesejahteraan Sosial dan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) beserta Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah Muhammadiyah (LAZISMU) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Tengah melaksanakan kunjungan kerja dan pembinaan kepada MDMC dan LAZISMU Daerah Muhammadiyah Kapuas. Acara dilaksanakan di komplek perguruan Muhammadiyah Kapuas, Jalan Barito, Sabtu, 6 Juni 2026. 

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kelembagaan, meningkatkan kapasitas relawan, serta mempererat sinergi antara Majelis dan Lembaga dengan semangat One Muhammadiyah One respons (OMOR) Ditingkat wilayah dan daerah dalam penanganan kebencanaan dan kegiatan kemanusiaan.nAcara dibuka. Secara resmi oleh Ketua PDM Kapuas, Dr. H. Suwarno Muriyat, S.Ag., M.Pd. 

H. Suwarno Muriyat menyampaikan sangat apresiasi dan menyambut baik kunjungan serta pembinaan yang dilaksanakan oleh MDMC dan LAZISMU PWM Kalimantan Tengah, dalam rangka memperkuat kolaborasi antara majelis dan lembaga yang ada di Muhammadiyah terutama dalam bidang sosial, kesehatan, bahkan kebencanaan. Selain itu, beliau mengapresiasi berbagai kegiatan kemanusiaan yang telah dilaksanakan oleh MDMC Kapuas, seperti pengobatan gratis, sunatan massal, serta berbagai aksi sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, sehingga kehadiran Muhammadiyah dimanapun terus menerus menebar manfaat bagaikan matahari yang terus bersinar. 

"Kegiatan menjadi momentum penting untuk memperkuat peran Muhammadiyah dalam bidang sosial, kesehatan, dan kebencanaan di Kabupaten Kapuas. Beliau mengapresiasi berbagai kegiatan kemanusiaan yang telah dilaksanakan oleh MDMC dan LAZISMU Kapuas, seperti pengobatan gratis, sunatan massal, serta berbagai aksi sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat," Ujarnya.

Dalam sesi pembinaan, perwakilan MDMC bersama LAZISMU Kalimantan Tengah menyampaikan materi terkait penguatan kelembagaan MDMC dan LAZISMU, pengembangan jaringan kerja sama kebencanaan, sistem tanggap darurat, fundraising kebencanaan serta pelaporan keuangan saat bencana yang terintegrasi.

Sementara itu, Sekretaris Lembaga Resiliensi Bencana Muhammadiyah (LRB) atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Tengah, Evan Bastian, menegaskan pentingnya kesamaan persepsi mengenai tugas, fungsi, dan arah gerak lembaga dalam menjalankan misi kemanusiaan Muhammadiyah.

“Saya yakin pertemuan seperti ini sangat penting. Kadang-kadang kita sudah aktif dalam berbagai kegiatan kemanusiaan dan kebencanaan, tetapi belum tentu memiliki persepsi yang sama tentang tugas, fungsi, dan arah gerak lembaga. Karena itu saya berharap forum ini bisa menjadi ruang untuk saling belajar dan saling menguatkan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa LRB Muhammadiyah merupakan lembaga yang mendapatkan amanah dari Persyarikatan untuk mengelola urusan kebencanaan. Karena itu, setiap upaya penanggulangan bencana di lingkungan Muhammadiyah perlu dikoordinasikan secara baik melalui lembaga tersebut. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang mengenal relawan hanya saat terjadi bencana seperti banjir, kebakaran, atau musibah lainnya. Padahal ruang lingkup tugas LRB jauh lebih luas daripada sekadar respons darurat.

“Pekerjaan kita tidak hanya ketika terjadi bencana. Kita berbicara tentang edukasi masyarakat, mitigasi, kesiapsiagaan, pelatihan relawan, pengurangan risiko bencana hingga pemulihan pascabencana. Orientasinya bukan hanya respons, tetapi juga membangun masyarakat yang lebih tangguh menghadapi berbagai risiko bencana,” jelasnya.

Ditambahkan Kepala bidang pendayagunaan dan kemanfaatan, Anang Rahman, mengingatkan pentingnya penerapan konsep OMOR atau One Muhammadiyah One Response. Menurutnya, konsep tersebut menjadi landasan Muhammadiyah dalam memberikan respons yang terintegrasi ketika terjadi bencana. Ia menjelaskan bahwa seluruh potensi Persyarikatan, baik majelis, lembaga, organisasi otonom, amal usaha maupun relawan harus bergerak dalam satu koordinasi sehingga bantuan yang diberikan menjadi lebih efektif dan tepat sasaran.

“Ketika terjadi bencana, Muhammadiyah harus hadir sebagai satu kekuatan yang utuh. Jangan sampai masing-masing bergerak sendiri-sendiri. Semua potensi yang ada harus disinergikan sehingga respons yang diberikan menjadi lebih terkoordinasi, lebih kuat, dan lebih dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini diharapkan MDMC dan LAZISMU Kapuas semakin siap dalam menjalankan tugas kemanusiaan, memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai pihak, dan meningkatkan kapasitas relawan dalam menghadapi berbagai situasi bencana maupun kegiatan sosial kemasyarakatan. (mf)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indon....

Suara Muhammadiyah

20 March 2025

Berita

Kontingen Jawa Barat Menyabet Pengehargaan Peserta Terpuji di OlympicAD VIII MAKASSAR, Suara Muhamm....

Suara Muhammadiyah

16 February 2026

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah - Bidang Kajian Dakwah Islam (KDI) Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhamm....

Suara Muhammadiyah

3 December 2023

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegask....

Suara Muhammadiyah

24 September 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Melewati pergantian tahun 2025 menuju tahun baru 2026, Induk Baitut Ta....

Suara Muhammadiyah

31 December 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah