Resmikan Program LAKU, KL Lazismu Umbulharjo dan Lazismu Yogyakarta Dampingi UMKM Naik Kelas

Suara Muhammadiyah

14 October 2026

82
Launching Program LAKU KL Lazismu Umbulharjo dan Lazismu Kota Yogyakarta. Foto: Cris

Launching Program LAKU KL Lazismu Umbulharjo dan Lazismu Kota Yogyakarta. Foto: Cris

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Langkah Akselerasi Kemandirian UMKM (LAKU) merupakan jawaban konkret Lazismu Umbulharjo dalam melakukan pemberdayaan ekonomi. LAKU yang berkolaborasi dengan Lazismu Kota Yogyakarta ini resmi diluncurkan Rabu (14/10) di Kayla Hotel Yogyakarta Gedongkuning, Rejowinangun, Kotagede, Kota Yogyakarta.

"Program ini diinisiasi oleh Lazismu memang penguatan kapasitas modal dan manajerial," ujar Nuryanto Hari Murti, Ketua Lazismu Kota Yogyakarta.

Di samping itu, Program LAKU sebagai upaya Lazismu untuk memberikan kemudahan bagi para pelaku UMKM mendapatkan stimulan tambah modal usaha. Diakui Nuryanto, pokok pangkal persoalan UMKM terletak di situ. 

"Persoalan UMKM tidak berhenti pada modal. Walaupun usahanya lancar, tapi terkadang bingung uangnya mau cari ke mana lagi," singkapnya.

Karena itu, selain tambahan modal, Nuryanto menyebut, para peserta UMKM akan mendapat pelatihan pembukuan dan pengembangan usaha dari KUBI UAD.

"Jadi makna zakat di Lazismu itu tumbuh. Jika muzaki berzakat, uangnya tidak langsung habis karena kita mengadakan pemberdayaan ekonomi," ulasnya.

Ketua PDM Kota Yogyakarta Aris Madani mengilustrasikan model membantu orang miskin. Pertama, memberikan ikan yang selesai dalam sehari. Kedua, memberi kail lalu mendampingi memancing hingga berhasil mendaatkan banyak ikan.

"Selama ini Lazismu Yogyakarta sudah sangat baik dengan model pertama. Tapi hari ini dengan program LAKU (Berkah Satu Langkah Aselerasi Kemandirian UMKM), kita naik kelas ke model yang kedua," ujarnya.

Aris berpesan agar penerima bantuan ini mesti mengelolanya dengan penuh amanah dan pertanggungjawaban tinggi. Bantuan yang diterima merupakan amanah dari para muzaki, munfiq, dan muhsinin. 

"Mereka menitipkan hartanya lewat Lazismu, maka kelola dengan jujur, dengan disiplin, pisahkan uang dagang dan pembelanjaan, itu kuncinya," tuturnya.

Selanjutnya, Bertransformasi dari Penerima menjadi Pemberi (Mustahik menjadi Muzaki). Aris menyebut, para penerima manfaat diharapkan tidak berhenti sebagai penerima bantuan, tetapi memiliki tekad kuat untuk menjadi pembayar zakat di masa depan. 

"Hari ini Bapak dan Ibu dibantu oleh Lazismu, insya Allah tahun depan Bapak dan Ibu yang membantu Lazismu untuk program Laku batch berikutnya. Itulah kemandirian yang sebenarnya," bebernya.

Dan, Manfaatkan Pendampingan Usaha secara Optimal. Para pelaku UMKM tidak berjalan sendirian karena akan didampingi oleh tim ahli dan pendamping dari UBI, KLL, serta jajaran pimpinan yang siap mengawal pengembangan usaha, manajemen keuangan, hingga pemasaran.

Sisi lain, Ketua PCM Umbulharjo, Safroni Syarifuddin, menyampaikan selamat atas peluncuran program LAKU ini. Peluncuran ini diharapakan menjadi best practice bagi wilayah-wilayah yang lain.

"Mari kita bekerja sama dalam kebaikan ini. Senantiasa kita pupuk, senantiasa kita lakukan secuil apa pun kebaikan itu. Kalau kemudian senantiasa kita pupuk dan kita laksanakan, insya Allah akan memberikan kemanfaatan yang sangat besar bagi kita semuanya," tegasnya.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Yogyakarta, Kadri Renggono, menyampaikan tertarik dengan program LAKU ini. Disebutnya keberhasilan usaha memang membutuhkan laku: mau belajar, disiplin, tekun, berani berbuah, dan terus memperbaiki diri.

"Banyak UMKM kita sebenarnya mempunyai produk yang baik. Tantangannya sering berada pada pembukaan, pemasaran, branding, pengemasan, hingga kemampuan membaca pasar," jelasnya.

Karena itu, modal saja dikatakan tidak cukup. "Pelaku usaha perlu modal, tetapi juga perlu ilmu, pendampingan, jejaring, dan pasar," ucapnya. Di situlah Kadri mengapresiasi peluncuran program LAKU ini.

"Ini model pemberdayaan yang perlu kita perkuat. Zakat, infak, dan sedekah mempunyai kekuatan besar apabila mampu menjadi pengungkit ekonomi," tegasnya.

Ia mendorong agar peserta kiranya memanfaatkan kesempatan ini dengan sungguh-sungguh. "Jangan takut belajar pembukuan, menggunakan teknologi, memperbaiki kemasan, ataupun mengubah strategi pemasaran. Usaha kecil dapat tumbuh besar apabila dikelola dengan tertib dan penuh konsisten," tekan Kadri. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui Lembaga Pengabdian ....

Suara Muhammadiyah

8 March 2024

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah — Hari Kesehatan Dunia 2025 mengangkat tema "Healthy Beginn....

Suara Muhammadiyah

8 April 2025

Berita

JEPARA, Suara Muhammadiyah - Sebanyak 36 atlet Federasi Olahraga Karate Indonesia (FORKI) Jepara men....

Suara Muhammadiyah

10 November 2023

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq, menegas....

Suara Muhammadiyah

1 April 2026

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah — Mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi UM Bandung Muchammad Zaldy Ardia....

Suara Muhammadiyah

13 March 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah