Ruang Inspirasimu: Strategi Penyusunan Soal TKA ISMUBA 2026

Suara Muhammadiyah

21 January 2026

778
Dok Istimewa

Dok Istimewa

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen & PNF) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar kegiatan bertema “Strategi Penyusunan Soal TKA ISMUBA 2026” dalam forum Ruang Inspirasimu ke-32, Selasa (20/1/2026). Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui Zoom dan diikuti oleh 723 peserta yang terdiri atas guru Muhammadiyah serta kepala sekolah/madrasah dari jenjang SD/MI, SMP/MTs hingga SMA/SMK/MA Muhammadiyah se-Indonesia. Forum Ruang Inspirasimu bukan hanya diperuntukkan bagi guru ISMUBA, melainkan sebagai Forum Guru Muhammadiyah (FGM) untuk belajar dan berbagi keilmuan maupun praktik baik.

Hadir sebagai narasumber Dr. Bagus Mustakim, S.Ag., M.S.I. dan Nurhuda Kurniawan, S.Ag., M.S.I. Sementara arahan disampaikan oleh Dr. Iwan Junaedi, M.Pd., selaku Wakil Ketua Majelis Dikdasmen & PNF PP Muhammadiyah. Dalam arahannya, Iwan menegaskan bahwa sekolah perlu menerapkan asesmen dan evaluasi yang berbeda dari sebelumnya dengan pendekatan Pembelajaran Mendalam (deep learning).

Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan teknis TKA ISMUBA diserahkan kepada Majelis Dikdasmen & PNF di tingkat wilayah masing-masing. Iwan turut mencontohkan praktik baik yang telah dilakukan PWM Jawa Tengah melalui penyelenggaraan TKA berbasis aplikasi secara daring. Sekolah Muhammadiyah dari luar wilayah Jawa Tengah juga diperkenankan bergabung menggunakan sistem tersebut. Selain itu, PWM Jawa Tengah telah mengembangkan tes survei karakter dan survei lingkungan belajar yang dapat diadopsi wilayah lain.

Pada sesi pemaparan, Dr. Bagus Mustakim menjelaskan materi mengenai kaidah dan praktik penyusunan soal. Ia menyampaikan bahwa jenis soal yang akan digunakan dalam TKA ISMUBA meliputi pilihan ganda, dua pilihan jawaban, menjodohkan, isian, jawaban singkat, dan uraian. Namun, bentuk utama yang dipakai adalah pilihan ganda dengan stimulus sebagai penguat literasi.

Bagus menegaskan bahwa struktur soal pilihan ganda terdiri atas stimulus, pokok soal (stem), dan opsi jawaban yang memuat satu jawaban benar serta beberapa pengecoh. Ia juga memaparkan tiga unsur penting agar soal terstandar, yaitu unsur materi, konstruksi, dan bahasa yang sesuai kaidah Bahasa Indonesia, komunikatif, dan tidak bersifat kedaerahan.

Sementara itu, narasumber kedua, Nurhuda Kurniawan, menyampaikan bahwa penyusunan soal adalah proses yang harus melalui latihan dan percobaan.

“Menyusun soal itu ibarat menggoreng tempe, perlu mencoba dan salah itu hal biasa. Gurulah desainernya,” ujar Nurhuda. Ia menambahkan bahwa soal harus relevan dengan materi yang diajarkan sebagai bentuk elaborasi dan pendalaman. (Hendra)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

Penguatan Layanan Literasi dan Transformasi Digital PEKALONGAN, Suara Muhammadiyah — Universi....

Suara Muhammadiyah

15 December 2025

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Setelah hampir enam tahun vakum, Ikatan Alumni Universiti Kebang....

Suara Muhammadiyah

9 April 2025

Berita

Yogyakarta, Suara Muhammadiyah - Muhammadiyah terus berupaya mengatasi masalah darurat sampah yang m....

Suara Muhammadiyah

19 September 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka menyambut bulan Ramadhan 1446 H, Universitas Muhammadi....

Suara Muhammadiyah

2 March 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dr. Adi Hidayat, Lc., M.A. atau yang akrab dengan panggilan Ustaz Adi ....

Suara Muhammadiyah

8 March 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah