Rumah Sakit Muhammadiyah-‘Aisyiyah, Tulang Punggung Dakwah Persyarikatan

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
369
Prof Dr Syafiq A Mughni, MA hadir dalam Tasyakur Milad ke-39 Rumah Sakit Islam Jakarta Pondok Kopi di Lobby Utama Gedung Walidah, Rabu (31/12/2025).

Prof Dr Syafiq A Mughni, MA hadir dalam Tasyakur Milad ke-39 Rumah Sakit Islam Jakarta Pondok Kopi di Lobby Utama Gedung Walidah, Rabu (31/12/2025).

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Keberadaan Rumah Sakit Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah tentu saja sangat dirasakan kemanfaatannya oleh masyarakat secara luas. Tidak bisa tidak. Karena keberadaannya telah bertebaran di seluruh Indonesia.

“Salah satu tulang punggung bagi dakwah Persyarikatan Muhammadiyah,” tegas Syafiq A Mughni, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Tanpa rumah sakit dan pelayanan kesehatan, tampak ada yang kurang dalam dakwah Muhammadiyah. “Dengan pelayanan kesehatan inilah, maka apa yang dilakukan oleh Muhammadiyah menjadi lebih komprehensif,” bebernya.

Hal itu ternyata dibongkar Syafiq, mencakup seluruh aspek kehidupan umat manusia, baik kebutuhan lahiriyah maupun kebutuhan batiniah. “Baik kebutuhan dunyawiyah maupun kebutuhan ukhrawiyah,” tambahnya.

Menyoal dengan gamblang, dengan tidak adanya rumah sakit Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, dinilai sangat kurang pergerakan dakwahnya. “Maju mundurnya rumah sakit kita itu akan sangat berpengaruh kepada maju mundurnya gerakan Persyarikatan Muhammadiyah,” tegasnya.

Hal itu penting dikontemplasikan bersama. Sebab, Syafiq melihat, denyut nadi Muhammadiyah memiliki kekhasan tersendiri, yakni sebagai organisasi yang rapi, tertib, juga dipercaya secara global.

“Mendapatkan apresiasi dari lembaga luar yang merilis tentang Muhammadiyah yang merupakan organisasi ke-4 terkaya di dunia dan peringkat ke-3 dari lembaga international lainnya,” jelasnya dalam Pengajian Tasyakur Milad ke-39 Rumah Sakit Islam Jakarta Pondok Kopi di Lobby Utama Gedung Walidah, Rabu (31/12).

Di satu sisi juga, dikemukakan Syafiq dengan mengambil sampel kepercayaan Gereja Mormon. Disebutkan bahwa, gereja ini pernah menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk bencana Aceh melalui koridor Muhammadiyah.

“Kepercayaan tersebut lahir dari rekam jejak Muhammadiyah yang konsisten dalam kerja-kerja kemanusiaan,” ujar Syafiq.

Di situlah Syafiq meminta untuk bersyukur, bahwa Muhammadiyah sampai detik ini masih diberi kepercayaan luas oleh masyarakat, baik di tingkat nasional maupun internasional. Kepercayaan tersebut, menurutnya, merupakan amanah besar yang harus dijaga dan terus diperkuat.

“Terus mengembangkan amal usaha kita supaya semakin hari semakin sempurna, semakin memberikan manfaat layanan yang terbaik bagi masyarakat,” pintanya. (Cris)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Tim Peneliti dari Pusat Studi Standarisasi Ekstrak dan Farmasi Fakul....

Suara Muhammadiyah

3 January 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menggelar kajian jelan....

Suara Muhammadiyah

8 March 2025

Berita

TUBABA, Suara Muhammadiyah - Lembaga Amil Zakat dan Infaq Muhammadiyah Kabupaten Tulang Bawang Barat....

Suara Muhammadiyah

22 November 2023

Berita

KULON PROGO, Suara Muhammadiyah – FASI merupakan pagelaran lomba kreatifitas para santri ....

Suara Muhammadiyah

26 December 2023

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah – Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Keguruan dan Ilm....

Suara Muhammadiyah

2 October 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah