MANADO, Suara Muhammadiyah — Suasana penuh semangat dan kekeluargaan terasa dalam kegiatan Kajian Kemuhammadiyahan dan Al-Islam yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Manado pada Ahad, 10 Mei 2026 yang disampaikan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Muhammad Saad Ibrahim.
Kajian diawali dengan sambutan hangat dari Wakil Rektor II UM-Manado, Muyasir Arif, selaku tuan rumah. Dalam sambutannya, ia menyampaikan harapan agar kajian ini mampu memperkuat semangat keislaman dan kemuhammadiyahan di lingkungan kampus.
Sambutan berikutnya disampaikan Ketua PWM Sulawesi Utara, Masrur yang menegaskan pentingnya perguruan tinggi Muhammadiyah menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus penguatan nilai-nilai Islam berkemajuan.
Dalam pemaparannya, Saad Ibrahim mengajak seluruh civitas akademika untuk menjadikan UM-Mado sebagai kampus unggul yang mampu memadukan kekuatan agama dan sains.
Menurutnya, perguruan tinggi Muhammadiyah tidak cukup hanya berkembang dalam aspek akademik semata, tetapi juga harus mampu melahirkan generasi yang memiliki kedalaman spiritual dan kecakapan ilmu pengetahuan.
“Universitas Muhammadiyah Manado harus mampu menjadi kampus yang berprestasi dalam bidang agama sekaligus sains dan teknologi,” ungkapnya di hadapan jamaah yang memenuhi ruang kajian.
Saad juga menyinggung pentingnya memahami dimensi nushush dan sains secara seimbang. Ia menjelaskan bahwa teks-teks keagamaan tidak boleh dipisahkan dari perkembangan ilmu pengetahuan modern.
"Islam sejak awal telah mendorong umatnya untuk berpikir, meneliti, dan mengembangkan peradaban melalui ilmu pengetahuan," tegasnya.
Kampus yang akrab disebut Unimman itu, lanjutnya, memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi perguruan tinggi unggul. Selain didukung lingkungan yang strategis dan nyaman, Unimman juga dinilai memiliki peluang besar membangun integrasi antara nilai-nilai keislaman dengan perkembangan sains dan teknologi.

