Salmah Orbayyinah Dorong Perempuan Tampilkan Keadaban di Era Digital

Suara Muhammadiyah

21 October 2025

819
Dr Apt Hj Salmah Orbayinah, MKes. Foto: Suri

Dr Apt Hj Salmah Orbayinah, MKes. Foto: Suri

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Salmah Orbayinah mengingatkan, pentingnya menegakkan adab dan tanggung jawab moral dalam bermedia sosial. Hal itu disampaikan dalam kajian Adabul Mar’ah fil Islam bertema “Wanita dan Media Sosial: Menjaga Adab di Era Digital” yang diselenggarakan RS Islam Jakarta Pondok Kopi (RSIJ Pondok Kopi) pada Ahad (19/10).

Kajian Adabul Mar'ah fil Islam kali ini diawali dengan sambutan dari Direktur Utama RSIJ Pondok Kopi, Umi Syarqiah dan Badan Pembina Harian (BPH) RSIJ Pondok Kopi, Rohimi Zam Zam. Turut hadir pula jajaran direksi RSIJ Pondok Kopi, jajaran Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah (PWA) DKI Jakarta, 6 Pimpinan Daerah 'Aisyiyah (PDA) se-DKI Jakarta, komunitas 'Aisyiyah dan keluarga besar RSIJ Pondok Kopi.

Dalam paparannya, Salmah menegaskan bahwa setiap Muslim, termasuk perempuan, memiliki tanggung jawab untuk menjaga perilaku di ruang digital sebagaimana di kehidupan nyata.

“Adab adalah pengenalan dan pengakuan terhadap tempat yang tepat dari sesuatu dan seseorang dalam tatanan wujud kehidupan, sehingga melahirkan perilaku yang benar terhadapnya,” ujarnya, mengutip pandangan Syed Muhammad Naquib al-Attas.

Menurut Salmah, perkembangan media sosial di era postmodernisme telah melahirkan realitas semu dan relativisme kebenaran. “Di media sosial, setiap orang bisa menjadi sumber kebenaran. Tidak ada otoritas tunggal. Akibatnya, kebenaran menjadi terfragmentasi: banyak versi, banyak tafsir, dan sering kali bersaing,” jelasnya.

Ia menambahkan, fenomena hyperreality menyebabkan manusia berinteraksi bukan lagi dengan kenyataan, tetapi dengan representasi. “Kita sering berinteraksi bukan dengan realitas, tapi dengan representasi—gambar, caption, filter, dan konten editan,” paparnya, mengutip konsep Jean Baudrillard.

Dalam konteks Islam, Salmah mengingatkan bahwa kebebasan berpendapat memiliki batas yang diatur oleh nilai moral dan tanggung jawab. “Kebebasan dalam berekspresi dan berpendapat terikat pada tanggung jawab dan beban khusus. Oleh karena itu, ia dibatasi oleh hukum untuk menghargai hak dan reputasi orang lain, serta melindungi moral publik,” ungkapnya.

Ia juga menguraikan delapan adab utama dalam bermedia sosial, yakni Pertama, niat bermedia sosial karena mencari ridha Allah SwT; Kedua, Perintah meneliti kebenaran informasi; Ketiga, Larangan tergesa-gesa menyebarkan informasi; Keempat, Perintah menyebarkan informasi yang baik; Kelima, Meniggalkan perkara yang tidak bermanfaat;

“Keenam, Larangan menyebarkan kebohongan; Ketujuh, Larangan mendzalimi dan merendahkan saudaranya; Kedelapan, Perintah membantah informasi yang tidak baik dengan cara yang baik,” lanjutnya.

Selain itu, Salmah menegaskan, pentingnya niat dalam setiap aktivitas di media sosial. “Sesungguhnya amal perbuatan itu bergantung pada niatnya, dan setiap orang hanya akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan,” ucapnya, mengutip hadis riwayat Umar bin al-Khaththab.

Dalam penutupnya, Salmah berpesan agar perempuan menjadi pengguna internet yang cerdas dan beradab. “Karena perempuan sumber informasi utama dalam keluarga, maka perempuan cerdas berinternet sebaiknya menguasai teknologi dan informasi,” tandasnya. (Suri/Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT) Universitas Muhammad....

Suara Muhammadiyah

10 May 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Dalam kajian Gerakan Subuh Mengaji (GSM) Aisyiyah Jawa Barat bel....

Suara Muhammadiyah

15 July 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Nadilla Audrey Aurellie Wibowo dan Zahira Nabila Suseno, siswa kelas I....

Suara Muhammadiyah

5 November 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Jangan beranggapan Muhammadiyah tidak patriotisme. Denyut nadi s....

Suara Muhammadiyah

29 August 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Anggota DPD RI DIY Drs H Muhammad Afnan Hadikusumo mengapresiasi se....

Suara Muhammadiyah

27 July 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah