SUMEDANG, Suara Muhammadiyah - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Fajar Riza Ul Haq, mengajak kaum Muslimin menyambut bulan suci Ramadhan dengan memperkuat pendidikan karakter sebagai fondasi pembentukan iman, akhlak, dan kepedulian sosial, sekaligus menguatkan Gerakan Indonesia ASRI yang dicanangkan Presiden RI, Prabowo Subianto. Hal tersebut ia sampaikan dalam acara Tarhib Ramadhan di Gedung Negara, Sumedang Jawa Barat (08/02)
Dalam tausiyahnya, Wamen Fajar menegaskan bahwa Ramadhan adalah sekolah kehidupan. Puasa tidak berhenti pada menahan lapar dan dahaga, tetapi melatih disiplin, empati, kejujuran, serta tanggung jawab sosial. Nilai-nilai inilah yang menjadi inti pendidikan karakter dan perlu tercermin dalam perilaku sehari-hari, baik di rumah, sekolah, tempat kerja, maupun ruang publik.
“Saya berharap setelah menjalani pendidikan karakter di bulan Ramadhan, kita semua bisa naik kelas. Tidak hanya dalam ibadah personal, tetapi juga dalam akhlak, kepedulian sosial, dan tanggung jawab kebangsaan,” ujar Wamen Fajar.
Ia menekankan bahwa kesalehan umat Islam harus berbuah nyata dalam kehidupan bersama, termasuk ketaatan pada aturan dan etika publik, serta kepedulian terhadap lingkungan. Dalam konteks kebangsaan, kesalehan tersebut berjalan seiring dengan ketaatan kepada ulil amri selama berada dalam koridor konstitusi dan nilai keadilan.
Wamen Fajar juga mengaitkan pendidikan karakter Ramadhan dengan tantangan serius bangsa, khususnya darurat sampah nasional. Indonesia menghasilkan sekitar 142 ribu ton sampah per hari, sementara yang terolah baru sekitar 24 persen. Karena itu, Ramadhan menurutnya perlu dijadikan momentum perubahan perilaku, dimulai dari kebiasaan kecil namun berdampak besar, seperti mengurangi sampah, memilah sampah organik dan non-organik, serta membiasakan hidup bersih.
Di sisi lain, Wamen Fajar menekankan bahwa Gerakan Indonesia ASRI tidak cukup dipahami sebagai kebijakan semata, melainkan perlu menjadi gerakan kesadaran kolektif yang ditopang nilai keimanan. Ia menambahkan bawa menjaga kebersihan adalah bagian dari iman, dan Ramadhan merupakan waktu terbaik untuk membangun kebiasaan baik yang berdampak jangka panjang bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Dalam konteks ibadah, Wamen Fajar mendorong pentingnya tadarus Al-Qur’an yang bermakna, yakni membaca, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai satu kesatuan. Ramadhan, tegasnya, harus melahirkan perubahan karakter sehingga ibadah tidak berhenti pada ritual, tetapi memberi manfaat nyata bagi sesama.
Menanggapi pesan tersebut, Bupati Sumedang, Ahmad Dony Munir menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk berkolaborasi menyambut Ramadhan sebagai bulan pendidikan karakter. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai puasa sejalan dengan upaya membangun kesadaran sosial, disiplin, dan kepedulian lingkungan, sehingga kolaborasi lintas elemen diperlukan untuk menguatkan Gerakan Indonesia Bersih.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sumedang, Dadang Setiawan turut menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wamen Fajar dan berharap kegiatan Tarhib Ramadhan kali ini dapat memperkuat kesiapan umat menyambut bulan suci dengan ilmu, kesadaran, dan semangat kebermanfaatan bagi masyarakat luas.
Kegiatan Tarhib Ramadhan ini diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sumedang dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Sumedang, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sumedang, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat, pimpinan dan warga Muhammadiyah, Aisyiyah se Sumedang, serta masyarakat umum dari berbagai elemen.

