Prof Faris Al-Fadhat Ungkap 5 Prinsip Kepemimpinan dalam Islam

Publish

30 August 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
69
Foto Istimewa

Foto Istimewa

SLEMAN, Suara Muhammadiyah – Pengurus Asosiasi Pengelola Asrama (Aslama) Penguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Asyiyah (PTMA)  bekerja sama dengan Universitas ‘Aisyiyah  (Unisa) Yogyakarta dan Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian  Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengadakan  Pelatihan musrif musrifah Asrama Penguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah  (PTMA) se Indonesia secara luring dan daring dibuka oleh Amika Wardana, M.A., Ph.D. dari Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada tanggal 29 Agustus 2025 di Gedung Munjiyah, Kampus Universitas Aisyiyah Yogyakarta, Jalan Siliwangi (Ringroad Barat No. 63, Nogotirto Kecamatan Gamping, Sleman, Yoyakarta yang diikuti oleh 243 orang.

Prof. Faris Al-Fadhat, M.A.,Ph.D., Wakil Rektor Bidang Pengembangan Universias dan Al Islam Kemuhammadiyahan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menyampaikan materi sesi kedua,  Kepemimpinan Dalam Islam, 

Faris Al-Fadhat yang juga Rektor Universitas Muhammadiyah Maluku menjelaskan kembali bahwa ada 3 (tiga) hal penting dalam kepemimpinan yaitu ; 

Pertama, mengetahui apa yang akan kita hadapi ada 5 (lima)  permasalahan, yaitu :

a. Adanya ledakan populasi Indonesia akan mencapai 300 juta, lebih dari 50 % saat ini Generasi Z dan milenial, akan naik mencapai 70 % di tahun 2045, 

b. Produk Domestik Brotu (PDB) global 2024 mencapai $ 111 triliun, tahun 2050 akan naik dua kali lipat, Negara-negara berkembang akan mendominasi 10 ekonomi teratas dunia, 

c. Adanya digital informasi, 68 % populasi dunia terhubung dengan internet (data 2024), Tahun 2045, 40 % pekerjaan saat ini dapat diotomatisasi,   

d. Adanya gap skill, kemampuan sosial, komunikasi, kepemimpinan, critical thinking,  

e. Adanya persoalan sosial, Kesehatan mental (stress, anxiety), krisis nilai dan identitias, keterasingan, pinjaman online (pinjol), judi online (judol), dan bunuh diri.

Kedua, mengapa kita menjadi,  mengapa kita menjadi pemimpin, our purpose (tujuan/maksud kita apa ?

Ketiga, apa yang diperlukan untuk menjadi pemimpin, Leadership adalah masa depan mahasiswa akan ditentukan oleh dua hal : a. yang membimbing/mengajar, dan b. proses belajar. 

Faris Al-Fadhat menegaskan kembali bahwa dalam menjalankan leadership tersebut ada 5 (lima) prinsip, yaitu.

1. Intregrity (amanah), keselarasan antara pola pikir, ucapan, dan tindakan yang sesuai dengan nilai-nilai moral dan etika yang dianut, seperti kejujuran dan tanggung jawab. Dalam Islam, amanah adalah istilah yang merujuk pada tanggung jawab dan kepercayaan yang diberikan kepada seseorang, baik oleh Allah maupun orang lain, untuk dijaga dan dijalankan dengan sebaik-baiknya. 

2. Keadilan (empati), tindakan memberikan hak atau memperlakukan seseorang sesuai dengan apa yang seharusnya diterima, sementara empati adalah kemampuan untuk memahami dan merasakan apa yang orang lain rasakan atau alami, seolah-olah kita berada di posisi mereka. Keduanya adalah konsep yang berbeda namun saling berkaitan; empati dapat menjadi fondasi bagi tindakan keadilan, terutama dalam konteks keadilan sosial dan restoratif, karena membantu kita memahami penderitaan orang lain dan termotivasi untuk memperbaikinya. 

Keadilan adalah prinsip moral dan hukum yang memastikan setiap individu diperlakukan secara adil dan tidak memihak, di mana hak-hak mereka dihargai dan tanggung jawab dipenuhi tanpa diskriminasi. 

3. Akhlak (exemplary behavior), perilaku atau perangai (tingkah laku) yang sudah melekat dalam diri seseorang, yang kemudian lahir dari sifat-sifat yang tertanam di jiwa tanpa perlu banyak pertimbangan, mencerminkan nilai-nilai moral dan etika.  Dalam konteks Islam, akhlak terbagi menjadi akhlak terpuji (misalnya jujur dan sabar) dan akhlak tercela (misalnya bohong dan kikir), dengan standar kebaikan dan keburukan yang diukur berdasarkan Al-Qur'an dan Sunnah Nabi Muhammad SAW.

4. Syura, proses musyawarah untuk pengambilan keputusan bersama, berdasarkan ajaran Islam yang terdapat dalam Al-Qur'an dan Hadis, yang menekankan pentingnya konsultasi dan partisipasi untuk mencapai solusi terbaik dalam organisasi tersebut. Konsep ini menjadi prinsip utama dalam struktur dan operasional Muhammadiyah, di mana setiap persoalan diselesaikan melalui forum konsultasi agar tercipta keputusan yang adil dan membawa kemaslahatan. 

5. Kemaslahatan,  segala sesuatu yang mendatangkan kebaikan, manfaat, atau kegunaan bagi manusia, baik secara individu maupun masyarakat. Konsep ini juga mencakup upaya untuk menghindari keburukan, kerusakan, atau kerugian, serta bertujuan memelihara lima kebutuhan pokok kehidupan manusia, yaitu agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta.  

Pemimpin bukan sekedar posisi dan otoritas, menjadi pemimpin, menuntut kerendahan hati untuk menyadari tujuan tugas utama kita adalah menjaga orang-ornng yang berada disekitar kita. Mengembangkan potensi mereka agar tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik dan bermakna. 

(Supardi)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Kolaborasi antara RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, RS PKU Muhammadiy....

Suara Muhammadiyah

8 June 2025

Berita

ROKAN HULU, Suara Muhammadiyah - Komplek Perguruan Muhammadiyah Rambah menggelar salah satu agenda r....

Suara Muhammadiyah

5 October 2023

Berita

PURWOREJO, Suara Muhammadiyah - Dalam sebuah proses menjadi, tidak semua hal berjalan mulus, dan tak....

Suara Muhammadiyah

24 September 2024

Berita

AMBON, Suara Muhammadiyah - Salah satu target Pelatihan Kepemimpinan Berbasis Nilai Damai dalam rang....

Suara Muhammadiyah

31 July 2024

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Solo mengajak 374 siswa d....

Suara Muhammadiyah

11 October 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah