Santri Darul Arqam Gombara harus Kuasai Dakwah Digital di Era Modern
Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Gombara Makassar menggelar kegiatan Pelatihan Mujahid Dakwah Ramadhan bertema “Strategi Komunikasi Dakwah di Era Digital”, yang dilaksanakan pada Ahad, 7 Syakban 1447 H/25 Januari 2026 M. Kegiatan ini diikuti kurang lebih 1.000 santri dari tingkat SMP hingga SMA (kelas 7–12) serta didampingi langsung oleh para guru.
Pelatihan tersebut bertujuan memberikan bekal kepada santri agar mampu menyesuaikan diri dengan pesatnya perkembangan media digital sebagai sarana dakwah yang efektif, bijak, dan bertanggung jawab. Para guru terlihat turut berbaur bersama santri sehingga tercipta suasana pembelajaran yang tertib, kondusif, fokus, serta diliputi semangat kebersamaan.
Penanggung jawab kegiatan, Ustaz Kamaruddin, menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang sebagai bekal strategis bagi santri dalam menyambut bulan Ramadhan.
“Kami berharap santri tidak hanya terlibat dalam dakwah secara langsung di tengah masyarakat, tetapi juga cakap memanfaatkan media digital secara arif, termasuk melalui pembuatan status atau story di media sosial,” ungkapnya.
Tampil sebagai pemateri tunggal, Haidir Fitra Siagian, PhD, dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar yang juga menjabat Wakil Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren Muhammadiyah Sulawesi Selatan, menyampaikan materi dalam tiga sesi. Ia mengulas topik Dakwah di Era Digital, Teknik Komunikasi Dakwah yang Efektif, serta Praktik Dakwah Melalui Media Online.
Dalam penyampaian materinya, Haidir menceritakan pengalaman pribadinya saat terpilih sebagai Ketua Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah (PRIM) New South Wales, Australia tahun 2022 lalu. Meskipun belum lama bergabung dan berdomisili cukup jauh dari pusat Kota Sydney, aktivitas dakwah yang ia lakukan melalui media online membuatnya dikenal oleh warga Muhammadiyah setempat.
“Media digital dapat menjadi sarana dakwah yang sangat efektif apabila dimanfaatkan secara positif dan dilakukan secara konsisten,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa dakwah digital memiliki keunggulan dalam menjangkau audiens yang lebih luas, lintas generasi dan wilayah, serta sejalan dengan perkembangan zaman. Pesan-pesan dakwah dapat disampaikan secara ringkas, menarik, dan mudah dipahami melalui berbagai platform dan format digital.
Namun demikian, mantan jurnalis Majalah Suara Muhammadiyah tahun 2000 an ini, juga menekankan pentingnya menjaga adab serta tanggung jawab moral dalam aktivitas dakwah di ruang digital.
“Santri memiliki kebebasan memilih dakwah konvensional maupun dakwah digital. Akan tetapi, bagi yang memilih dakwah digital, niat, etika, dan konten yang positif harus senantiasa dijaga agar mampu mengimbangi bahkan menangkal konten negatif,” tegas Ketua Pembina Yayasan Muafa ini.
Kegiatan pelatihan berlangsung secara interaktif dan dipenuhi antusiasme peserta. Para santri terlihat aktif mendengarkan, mencatat materi, serta mengikuti sesi praktik sederhana yang menekankan penyusunan pesan dakwah yang santun dan menyejukkan di media sosial.
Melalui Pelatihan Mujahid Dakwah Ramadhan ini, Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Gombara Makassar kembali menegaskan komitmennya dalam menyiapkan kader dakwah yang adaptif, cerdas, dan berakhlak mulia, serta siap berdakwah baik di tengah masyarakat maupun melalui ruang digital.***

