CILACAP, Suara Muhammadiyah – Sekitar 60 santri Pondok Pesantren AILA (Aila An-Nur Insan Mulia) mengikuti kegiatan Gerakan Santri Menulis (GSM) 2026 ke-32 yang digelar Suara Merdeka. Kegiatan ini berupa pelatihan pembuatan konten media bagi santri generasi Z agar mampu memanfaatkan media digital sebagai sarana dakwah dan literasi.
Pengasuh Ponpes AILA, Ust. Rakhmat Efendi, S.Ag, berharap para santri mampu berdakwah melalui media sosial dengan menghadirkan konten yang positif dan mencerahkan masyarakat.
Dalam sambutannya, ia mengutip ungkapan hikmah, “Barang siapa yang tidak mau bersusah payah menuntut ilmu, maka ia akan merasakan pahitnya kebodohan.” Ia juga menegaskan bahwa Allah SWT akan mengangkat derajat orang-orang yang berilmu sehingga santri diharapkan terus belajar dan berkarya melalui tulisan maupun konten digital.
Perwakilan Suara Merdeka, Rukadi, mengatakan Gerakan Santri Menulis merupakan program rutin setiap tahun. Selain mempererat silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi sarana pelatihan bagi santri dalam memproduksi konten media.
Ia juga menyampaikan bahwa Suara Muhammadiyah berdiri tahun 1915 dan tercatat sebagai majalah tertua di Indonesia yang telah ditetapkan oleh MURI, sedangkan Suara Merdeka berdiri pada tahun 1950.
Sementara itu, Kasi Pontren dan MDT Kemenag Kabupaten Cilacap, Nasrun Anwar Hidayat, M.S.I, mengapresiasi kegiatan tersebut dan berharap program ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun untuk meningkatkan literasi santri.
Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Camat Cimanggu, Setiyoko, S.Sos., M.M. Ia menilai media sosial bukan hanya sarana hiburan, tetapi juga media pembelajaran, peluang bisnis, serta ruang membangun opini publik. Ia juga mengingatkan santri agar bijak membuat konten dan menghindari provokasi maupun bahasa yang memicu perpecahan.

