Santri PPI AMF Hadirkan Inovasi Teh Putri Malu untuk Penderita Insomnia

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
493
Teh Putri Malu

Teh Putri Malu

MALANG, Suara Muhammadiyah - Santri Pondok Pesantren Internasional Abdul Malik Fadjar (PPI AMF) kembali menghadirkan inovasi bermanfaat bagi masyarakat. Kali ini, sejumlah santri kelas 7 SMP AMF berhasil menciptakan teh herbal berbahan dasar daun putri malu yang diklaim mampu membantu mencegah insomnia.

Aqeela Ahmad Darun, salah satu santri pencetus ide, menjelaskan bahwa inovasi ini berawal dari praktikum mata pelajaran IPA. Guru IPA mereka mendorong para siswa untuk menghasilkan produk kreatif, sehingga lahirlah teh herbal berbahan putri malu tersebut. Ahmad sapaan akrabnya menilai, produk ini sangat sesuai dengan kebutuhan banyak orang, termasuk para santri PPI AMF yang kerap mengalami kesulitan tidur. “Efeknya sangat terasa, kualitas tidurnya terasa lebih baik. Kami bangun tetap segar dan tidak mengantuk di kelas,” ujar santri asal Bali itu.

Pemilihan tanaman putri malu dilakukan karena tanaman ini mudah ditemukan namun sering diabaikan. Ketersediaannya yang melimpah membuatnya efisien sebagai bahan inovasi para santri. Untuk membuat teh herbal ini, para santri menggunakan daun putri malu yang dipadukan dengan madu, jahe, kayu manis, dan air. Seluruh bahan direbus selama dua hingga tiga jam untuk mendapatkan sari teh terbaik.

Dari segi tampilan, teh ini tidak berbeda dengan teh pada umumnya, berwarna cokelat. Rasanya cukup manis sehingga mudah diterima anak-anak dan remaja. Produk ini telah diuji coba oleh teman-teman sekelas Ahmad dan mendapat respons positif. “Ada satu teman yang sering mengantuk di kelas. Setelah minum teh ini, dia jadi lebih segar,” tuturnya.

Guru IPA SMP AMF, Zumrotin Firdaus, yang juga Wakil Kepala SMP–SMA AMF Bidang Kurikulum, turut membimbing proses pembuatan produk ini. “Kami ingin anak-anak tidak hanya belajar teori, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi yang bermanfaat,” ujarnya. Ia mengarahkan siswa sejak tahap pencarian tanaman, pemilihan daun, pencucian, hingga pembuatan ekstrak herbal sesuai prosedur praktikum.

Ke depan, Firda dan para santri berencana memproduksi teh herbal ini secara massal. Saat ini mereka tengah menyiapkan konsep kemasan yang menarik. “Harapan kami, teh herbal ini bisa menjadi alternatif bagi masyarakat yang mengalami insomnia agar memperoleh tidur yang lebih berkualitas,” tuturnya. (diko)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Permasalahan keluarga di Indonesia kini semakin kompleks dan k....

Suara Muhammadiyah

27 October 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Idul Fitri adalah momentum kembali kepada fitrah. Kata fitrah sebagai ....

Suara Muhammadiyah

24 March 2026

Berita

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah – Meminjam statement sebelumnya, bahwa di Indonesia, perguruan ....

Suara Muhammadiyah

12 April 2025

Berita

BANDA ACEH, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Aceh bekerja sama....

Suara Muhammadiyah

18 October 2024

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah – Melalui Pernyataan Pers Nomor: 001/PER/I.0/A/2024 tentang pelaksa....

Suara Muhammadiyah

15 February 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah