Sapen Kuasai Panggung Porsiswa Kota Yogyakarta, Borong 4 Emas dan 1 Perak Sepak Takraw

Suara Muhammadiyah

16 October 2026

179
Dok Istimewa

Dok Istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - SD Muhammadiyah Sapen kembali menegaskan reputasinya sebagai sekolah yang konsisten melahirkan prestasi. Kali ini, cabang olahraga sepak takraw menjadi panggung pembuktian. Dalam Pekan Olahraga Siswa (Porsiswa) Kota Yogyakarta yang berlangsung pada 2–9 Oktober 2026 di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, kontingen sepak takraw Sapen sukses membukukan prestasi gemilang dengan meraih empat medali emas dan satu medali perak.

Lebih membanggakan lagi, keberhasilan tersebut mengantarkan tiga atlet SD Muhammadiyah Sapen, yakni Chaizidisa Sabqy Abbasy, Al Pasha Raihan Kusuma, dan Shima Putri Larasati, terpilih memperkuat Tim Kota Yogyakarta untuk berlaga pada kompetisi sepak takraw tingkat nasional yang akan diselenggarakan di Bandung, Jawa Barat, pada 24–25 Oktober 2026 mendatang. Terpilihnya ketiga atlet ini menjadi bukti bahwa pembinaan olahraga di SD Muhammadiyah Sapen mampu melahirkan atlet-atlet potensial yang siap bersaing pada level lebih tinggi.

Porsiswa Kota Yogyakarta tahun ini diikuti 39 sekolah. Kompetisi tersebut menjadi ajang adu kemampuan, ketangkasan, strategi, dan mental bertanding para pelajar. Di tengah persaingan yang ketat, atlet-atlet Sapen tampil impresif dan menunjukkan bahwa kerja keras serta pembinaan yang konsisten mampu melahirkan prestasi membanggakan.

Kekuatan Sapen terlihat jelas dari kiprah kontingennya di sejumlah partai final. Pada nomor beregu putra, dua tim Sapen, yakni Sapen 1 dan Sapen 2, bahkan harus saling berhadapan untuk memperebutkan gelar juara. Pertemuan tersebut menjadi gambaran kuatnya pembinaan sepak takraw di sekolah ini. Sapen tidak hanya mampu melahirkan satu tim kompetitif, tetapi juga menghadirkan dua kekuatan yang sama-sama melaju hingga partai puncak.

Persaingan sengit juga mewarnai nomor beregu putri. Sapen 2 berhasil menembus final untuk menghadapi Bhayangkara. Pada nomor double event putra, Sapen 2 kembali melaju ke partai puncak dan berhadapan dengan Bhayangkara. Sementara itu, di nomor double event putri, Sapen 2 menghadapi Panembahan dalam perebutan gelar juara.

Keberhasilan menempatkan atlet di berbagai partai final memperlihatkan luasnya daya saing sepak takraw Sapen. Bukan sekadar hadir sebagai peserta, para atlet mampu menjaga konsistensi permainan hingga babak penentuan. Raihan empat medali emas dan satu medali perak menjadi buah dari perjuangan kolektif, kedisiplinan latihan, serta semangat pantang menyerah yang terus dibangun.

Di balik capaian tersebut, terdapat peran pembinaan yang tidak terpisahkan. Dian Ika Purbaratna, S.Pd., M.Or., selaku pembina sepak takraw, menjadi bagian penting dalam proses pengembangan kemampuan atlet. Pembinaan olahraga di lingkungan sekolah tidak semata-mata diarahkan untuk mengejar kemenangan, tetapi juga menanamkan nilai sportivitas, kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, dan keberanian menghadapi tantangan.

Sepak takraw menuntut koordinasi tubuh, kecepatan membaca arah bola, ketepatan mengambil keputusan, serta kekompakan antarpemain. Seluruh kemampuan tersebut tidak terbentuk secara instan. Diperlukan latihan berkelanjutan, ketekunan, dan mental yang teruji agar para atlet mampu tampil maksimal ketika menghadapi lawan-lawan terbaik.

Terpilihnya Chaizidisa Sabqy Abbasy, Al Pasha Raihan Kusuma, dan Shima Putri Larasati untuk memperkuat Tim Kota Yogyakarta menjadi babak baru bagi perjalanan prestasi sepak takraw Sapen. Kompetisi tingkat nasional di Bandung pada 24–25 Oktober mendatang akan menjadi kesempatan bagi ketiganya untuk menguji kemampuan, menambah pengalaman bertanding, sekaligus membawa nama Kota Yogyakarta dan sekolah ke panggung yang lebih luas.

Prestasi di Porsiswa Kota Yogyakarta 2026 sekaligus memperkuat komitmen SD Muhammadiyah Sapen dalam mengembangkan potensi peserta didik secara menyeluruh. Pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga tumbuh melalui lapangan pertandingan, tempat para siswa belajar mengelola tekanan, menghargai lawan, menerima hasil, dan berjuang mencapai target bersama.

Empat medali emas, satu medali perak, serta terpilihnya tiga atlet untuk berlaga di tingkat nasional bukan sekadar deretan pencapaian. Lebih dari itu, prestasi tersebut menjadi penanda bahwa bakat yang diasah melalui pembinaan terarah, kedisiplinan, dan budaya sekolah yang mendukung dapat berkembang menjadi kekuatan yang membanggakan.

Bagi SD Muhammadiyah Sapen, keberhasilan ini menjadi energi baru untuk melangkah lebih jauh. Setelah menguasai panggung Porsiswa Kota Yogyakarta, kini tantangan berikutnya telah menanti di Bandung. Harapannya, ketiga atlet terpilih mampu tampil optimal, menjunjung tinggi sportivitas, dan memberikan hasil terbaik bagi Kota Yogyakarta.

Dari Stadion Mandala Krida menuju kompetisi nasional di Bandung, Sapen kembali mengirimkan pesan tegas: prestasi bukan kebetulan, melainkan buah dari kerja keras, pembinaan yang konsisten, dan keberanian untuk terus melangkah menuju tingkat yang lebih tinggi.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah — Program Studi Bioteknologi Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung....

Suara Muhammadiyah

9 July 2024

Berita

METRO, Suara Muhammadiyah - Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam, Universitas Muhamma....

Suara Muhammadiyah

20 February 2024

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah — Lulusan strata satu (S1) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Mak....

Suara Muhammadiyah

23 October 2025

Berita

PURWOREJO, Suara Muhammadiyah  - UKM Mahasiswa Pecinta Alam Surya Rimba (MAPASURI) Universitas ....

Suara Muhammadiyah

29 December 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Suara Muhmmadiyah merayakan milad ke-110. Jika menyigi sejara....

Suara Muhammadiyah

14 August 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah