MUNTILAN, Suara Muhammadiyah - Salah satu Deoxyribonucleic Acid (DNA) Muhammadiyah yang amat kental yaitu karakter entrepreneurship.
Tidak bisa tidak, bahwa sejak awal kelahirannya, DNA ini yang menjadi embrionya. "Inilah karakteristik dan DNA Muhammadiyah yang asli sebenarnya," beber Deni Asy'ari.
Dilongok dari jejak historisitasnya, bentang ketokohan Muhammadiyah di dalamnya meniscayakan sosok saudagar. Lain sisi Kiai Dahlan, demikian juga Haji Fachroodin.
"Beliau juga berlatarbelakang saudagar," tuturnya, membentangkan manifestasinya berupa jaringan bisnis batik yang dijalankan oleh KH Abdurrahman, KH Khalil, dan masih banyak lagi.
"Rata-rata tokoh awal dan penggerak Muhammadiyah itu latar belakangnya adalah saudagar (entrepreneur)," beber Direktur Utama PT Syarikat Cahaya Media/Suara Muhammadiyah tersebut.
Kalkulasinya, sejak tahun 1912 sampai 1927, hampir 71% pengurus Muhammadiyah latar belakang saudagar. "Ini menjadi bagian dari Muhammadiyah," imbuh Deni, benderang.

Namun, realitas menunjukkan jauh panggang dari api. Kultur saudagar di Muhammadiyah mengalami penyusutan di permukaan.
"Bisa dihitung untuk menyebutkan tidak ada sama sekali yang memang berlatar belakang saudagar," ungkapnya, tersebut di antaranya menjadi birokrat, teknokrat, juga ada guru, dan lainnya.
Diakui Deni, Muhammadiyah secara ekonomi sudah sangat potensial dikembangkan. Yang di dalamnya berceceran seorang saudagar, namun sayangnya sering dikesampingkan dengan tidak diberikan ruang beraktualisasi.
"Maka, harus ada ruang baru bagi generasi-generasi yang memiliki latar belakang saudagar untuk mengelola potensi-potensi Persyarikatan Muhammadiyah," tegasnya saat Seminar Ekonomi di Muhammadiyah Muntilan Expo (MME) 2026, Jumat (6/2) di SMK Muhammadiyah 2 Muntilan.
Bagi Deni, PCM Muntilan punya bibit-bibit baru menjadi seorang saudagar. Lebih-lebih saudagar muda, ia sangat optimis kalangan mereka dapat tumbuh sebagai pelaku ekonomi berkemajuan yang menguatkan dakwah dan kemandirian Muhammadiyah.
"Menjadi potensi yang sangat luar biasa yang berbasis saudagar yang dikelola di level Pimpinan Cabang Muhammadiyah," urainya, yang ke depannya mampu memberikan napas baru kesejahteraan umat dan masyarakat secara komprehensif. (Cris)

