SD Muhammadiyah Pendowoharjo Menumbuhkan Karakter Kejogjaan Menuju Akhlak Mulia

Suara Muhammadiyah

11 July 2026

83
Foto Istimewa

Foto Istimewa

BANTUL, Suara Muhammadiyah - Suasana persiapan MPLS nampak sedang dilakukan para pamong SD Muhammadiyah Pendowoharjo, Jumat (10/7/2026). Ini menjadi gambaran keseharian sekolah yang hidup dan penuh semangat. 

Namun, di balik kesibukan itu, sekolah ini tengah menapaki langkah yang lebih besar. Bukan lagi sekadar mengejar capaian akademik atau mempertahankan indikator hijau pada Rapor Pendidikan, melainkan menyiapkan generasi yang memiliki akhlakul karimah, santun dalam bersikap, serta berkarakter kuat melalui nilai-nilai luhur budaya Yogyakarta.

Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan Pendampingan Mandiri Fungsional Widyaprada yang dilaksanakan BPMP Daerah Istimewa Yogyakarta di SD Muhammadiyah Pendowoharjo. Pada tahap penjajakan awal, dua Widyaprada BPMP DIY, Yudha Kurniawan dan CH. Sri Wahyu Widayati, berkunjung ke sekolah dan diterima langsung oleh Kepala SD Muhammadiyah Pendowoharjo, Ardiani.

Pendampingan mandiri merupakan salah satu layanan BPMP DIY kepada satuan pendidikan yang dilaksanakan oleh para Widyaprada sebagai implementasi kebijakan bekerja dari mana saja (Work From Anywhere/WFA) sekaligus mendukung efisiensi anggaran secara nasional. Melalui pendekatan ini, layanan peningkatan mutu tetap dapat menjangkau sekolah secara langsung, kolaboratif, dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing satuan pendidikan.

Diskusi yang berlangsung hangat pada siang itu tidak berhenti pada pembacaan angka-angka Rapor Pendidikan. Data menunjukkan bahwa capaian mutu SD Muhammadiyah Pendowoharjo telah berada pada kategori baik dengan mayoritas indikator berwarna hijau. Namun, bagi sekolah ini, warna hijau bukanlah garis akhir.

Percakapan kemudian berlanjut pada pertanyaan yang lebih mendasar, yaitu karakter seperti apa yang ingin diwariskan kepada setiap lulusan SD Muhammadiyah Pendowoharjo?

Dari pendalaman berbagai aspek itulah muncul satu kebutuhan yang disepakati bersama, yaitu penguatan karakter peserta didik melalui implementasi Pendidikan Khas Kejogjaan (PKJ) sebagai bagian dari kearifan lokal Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kepala sekolah, Ardiani, menyampaikan harapannya agar para murid tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tumbuh sebagai pribadi yang berakhlak mulia dan secara sadar mempraktikkan tata krama khas Yogyakarta dalam kehidupan sehari-hari. Baginya, karakter tidak cukup diajarkan melalui teori, melainkan harus menjadi kebiasaan yang hidup dalam budaya sekolah.

Harapan itu tergambar melalui contoh sederhana, namun sarat makna. Ketika anak-anak sedang bermain sepak bola di halaman sekolah lalu ada tamu memasuki gerbang, mereka diharapkan mampu menghentikan permainan sejenak, menyambut tamu dengan ramah, memberikan salam, menanyakan keperluannya dengan sopan, kemudian mengantarkan menuju pihak yang hendak ditemui.

Perilaku sederhana semacam itu dipandang sebagai cerminan karakter seorang anak yang memiliki empati, kepedulian, penghormatan kepada orang lain, sekaligus mencerminkan nilai luhur budaya Yogyakarta. Nilai-nilai inilah yang ingin dibangun secara sistematis melalui budaya sekolah.

Arah pengembangan tersebut sejalan dengan semangat Pendidikan Khas Kejogjaan (PKJ) yang menempatkan pembentukan Jalma Kang Utama sebagai tujuan utama pendidikan, yakni manusia yang berbudi pekerti luhur, berkarakter baik, serta mampu menjaga harmoni dengan sesama melalui pengamalan nilai-nilai budaya Yogyakarta.

Melalui pendampingan ini, kedua Widyaprada bersama pihak sekolah mengidentifikasi berbagai potensi implementasi PKJ, mulai dari pembiasaan budaya ngajeni, penggunaan bahasa Jawa yang santun dalam situasi tertentu, penguatan etika menerima tamu, hingga membangun budaya sekolah yang menjadikan sopan santun bukan sekadar aturan, melainkan identitas seluruh warga sekolah.

Bagi BPMP DIY, proses pendampingan tidak dimaksudkan untuk mencari kekurangan sekolah, tetapi menjadi ruang refleksi bersama dalam menemukan potensi yang masih dapat dikembangkan. Pendekatan berbasis data kemudian dipadukan dengan dialog dan analisis kebutuhan sehingga solusi yang dirancang benar-benar kontekstual sesuai karakteristik satuan pendidikan.

Hasil penjajakan awal tersebut mengerucut pada satu kesepahaman bahwa SD Muhammadiyah Pendowoharjo memiliki modal mutu yang sangat baik. Tantangan berikutnya adalah menguatkan dimensi karakter agar menjadi pembeda yang melekat pada setiap lulusan sekolah ini.

Dengan demikian, keberhasilan sekolah tidak hanya diukur dari prestasi akademik atau capaian Rapor Pendidikan, tetapi juga dari hadirnya lulusan yang mampu menghadirkan keteladanan di tengah masyarakat, anak-anak yang terbiasa menghormati orang lain, berempati, santun dalam bertutur, ringan membantu, dan menjaga tata krama dalam setiap pergaulan.

Inilah ikhtiar yang sedang dibangun SD Muhammadiyah Pendowoharjo. Sebuah ikhtiar menjadikan sekolah bukan sekadar tempat belajar, melainkan ruang bertumbuhnya manusia-manusia berakhlakul karimah yang menghidupkan nilai-nilai luhur budaya Yogyakarta dalam kehidupan nyata. Di sanalah makna layanan pendidikan bermutu menemukan wujudnya, bukan hanya melahirkan murid yang pandai, tetapi juga pribadi yang mampu menjadi teladan bagi lingkungan sekitarnya.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BREBES, Suara Muhammadiyah – Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti prosesi Haflah Takhoru....

Suara Muhammadiyah

15 May 2026

Berita

LAMONGAN, Suara Muhammadiyah - SD Muhammadiyah 1 Karanggeneng, Lamongan, melaksanakan program B....

Suara Muhammadiyah

15 October 2024

Berita

KLATEN, Suara Muhammadiyah - Aisyi Tower Klaten akan segera menjadi babak baru pergerakan perhotelan....

Suara Muhammadiyah

16 November 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A....

Suara Muhammadiyah

10 March 2025

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah – Puasa (ash-shiyam) yang ditunaikan umat Islam bukan hanya sekad....

Suara Muhammadiyah

23 February 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah