Sebelum Kereta Kematian Datang, Gunakan Sisa Umur untuk Beramal dan Menyemai Maslahat Seluas-luasnya

Suara Muhammadiyah

29 July 2026

449
Prof Dr Muhammad Sirajuddin Syamsuddin, MA. Foto: Cris

Prof Dr Muhammad Sirajuddin Syamsuddin, MA. Foto: Cris

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Batas hidup seseorang tiada diketahui secara niscaya. Yang jelas, pada akhirnya, pengembaraan di belantara kehidupan ini akan menemukan titik ujungnya: kematian.

Di sinilah, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2005-2015 Muhammad Sirajuddin Syamsuddin mengajak bersyukur yang masih diberi kesempatan menikmati hidup di muka bumi sampat saat ini.

“Sebenarnya yang panjang itu bukan umur, usia. Diberi usia panjang. Sedangkan umur itu berkurang dari tahun ke tahun,” tutur Din.

Demikian nukilan Din terhadap Syair Abu Nawas bertajuk Al I'tiraf: Wa 'umrii naaqishun fii kulli yaumin, “Umurku ini setiap hari berkurang.”  

“Umur berkurang, bukan bertambah. Kita tidak tahu berapa ketentuan Allah bagi kita tentang umur ini,” tegas Din, menggarisbawahi betapa krusialnya umur manusia itu.

“Jadi umur kita tentukan Allah sekian tahun kita tidak tahu. Namun setiap tahun, umur itu berkurang,” bebernya.

Dikala kereta kematian datang menjemput, kata Din, tak pelak tidak dapat ditunda. Demikian halnya menghendaki dimajukan atau bahkan ditarik mundur temponya, sangat tidak rasional.

“Itulah ketentuan Allah tentang Al-Maut,” tekannya, Rabu (29/7) saat Pengajian Rabu Pahing di Halaman Parkir Gedung KH Sudja’ RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta.

Hal penting mendapat atensi khusus di situ, digunakan untuk apa sisa umur yang ada? Di sini, tekan Din berpokok pangkal pada riwayat at-Tirmidzi; “Sebaik baik seseorang adalah orang yang panjang usianya dan bagus amalnya”.

“Yang panjang umurnya dan baik amal perbuatannya. Inilah yang akan memperoleh husnul khatimah,” ujar Din.

Kategorisasi baik amal perbuatannya di situ praktik berbuat kebaikan yang senapas dengan seruan agama. Dan kemudian, diperkuat dari sisi al-mashalatnya, yakni membawa manfaat untuk diri sendiri dan juga orang lain.

“Penuh dengan amal saleh, amal kebaikan, amal kebenaran dan dan amal yang berdampak kemaslahatan yang bermanfaat. Itu adalah orang-orang yang akan memperoleh husnul khatimah,” sebutnya.

Secara garis besar, dengan tersisanya jatah tempo hidup ini, adalah niscaya untuk mengisi dan memperbanyak amal saleh sebagaimana semestinya.

“Dengan memperbanyak amal perbuatan yang benar sesuai dengan syariat,” ajaknya, bukan amal perbuatan yang melanggar syariat.

“Apalagi terjebak ke dalam kemusyrikan, kesyirikan, menjadi musyrik,” jelasnya.

Sebuah sampel ditampilkan Din, antara lain berdzikir kepada Allah (dzikrullah), tadarus al-Qur’an. “Itu bagus,” ucapnya, dari sisi spiritualitas.

Kemudian, jika dilongok dari sisi sosialnya, yakni praktik berbuat baik untuk menyemai benih-benih kemaslahatan umat.

“Cukup dengan pikiran memberi pikiran-pikiran terbaik untuk kebaikan umat,” urainya. Maujudnya bisa berupa berinfak, bersedekah, berzakat, dan sebagainya. “Itu adalah bentuk-bentuk amal saleh,” lanjutnya.

Demikian lebih fundamentalnya lagi, untuk mempersiapkan generasi penerus. “Yang saleh dan shalihah,” imbuhnya. Bagi Din, kemunculan generasi itulah yang menjadi titik picu lahirnya kehidupan yang jauh lebih baik, bermakna, dan berwarna. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

TAKENGON, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Aceh Tengah membuk....

Suara Muhammadiyah

20 December 2023

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Riau melalui Departemen P....

Suara Muhammadiyah

25 July 2024

Berita

PALEMBANG, Suara Muhammadiyah – Fembi Winata, M.Pd., Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 18 Palemba....

Suara Muhammadiyah

29 October 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) berhasil meraih dan ....

Suara Muhammadiyah

14 November 2024

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah — Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiya....

Suara Muhammadiyah

30 January 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah