Sekolah Muhammadiyah Hebat Jika Dikelola oleh Manajer yang Hebat

Suara Muhammadiyah

23 October 2025

679
Prof Dr Muhadjir Effendy, MAP. Foto: Pachrul

Prof Dr Muhadjir Effendy, MAP. Foto: Pachrul

BANDAR LAMPUNG, Suara Muhammadiyah – Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Muhadjir Effendy menyampaikan apresiasinya kepada para kader, Guru dan kepala sekolah Muhammadiyah yang mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) di Lampung. Ia menilai para kepala sekolah yang menjadi fasilitator dalam kegiatan tersebut menunjukkan semangat dan kapasitas luar biasa.

“Senang rasanya melihat kader-kader Muhammadiyah yang hebat, apalagi kepala-kepala sekolah di Bimtek Lampung ini adalah para fasilitator. Mereka memahami bahwa fasilitator sejati adalah seorang manajer,” katanya saat Pembukaan Bimtek pembelajaran mendalam, koding AI dan Penguatan Pendidikan Karakter Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah, regional Lampung di Swiss Bell Hotel Lampung, Kota Bandar Lampung, Rabu (22/10).

Menurutnya, kekuatan utama dalam memajukan sekolah Muhammadiyah terletak pada kemampuan manajerial para pemimpinnya. Kelemahan Muhammadiyah di banyak lini selama ini ada pada aspek manajerial, terutama manajerial yang modern.

"Jika sekolah-sekolah Muhammadiyah dikelola oleh orang yang memiliki keterampilan manajerial yang baik, Insya Allah pasti berhasil," tegasnya.

Muhadjir menilai kegiatan Bimtek ini merupakan “panen luar biasa” dalam upaya meningkatkan kapasitas kepala sekolah sebagai manajer. Ia menekankan bahwa keberhasilan sekolah 60 persen ditentukan oleh kemampuan manajernya.

“Di tangan manajer yang hebat, materi yang biasa pun bisa menjadi luar biasa. Sebaliknya, jika manajernya lemah, materi yang bagus bisa menjadi tidak bermakna,” ujarnya.

Lebih lanjut, Muhadjir mengingatkan pentingnya memperkuat pendidikan karakter di sekolah-sekolah Muhammadiyah. Ia menilai ide-ide besar Muhammadiyah perlu terus diterapkan secara sungguh-sungguh.

"Sekolah Muhammadiyah sudah ada di jalan yang benar. Jika Bimtek seperti ini dijalankan secara intensif, saya yakin sekolah Muhammadiyah bisa menjadi barisan terdepan dalam pendidikan di Indonesia," bebernya.

Menyoroti tantangan pendidikan karakter, Muhadjir mencontohkan program full day school yang pernah ia gagas. “Dulu ide full day school mendapat banyak penolakan, padahal itu adalah bentuk pendidikan karakter,” tuturnya.

Ia juga menegaskan perlunya tanggung jawab sekolah dalam memastikan keamanan dan pengawasan anak didik. Sekolah harus memastikan bahwa ketika anak pulang, mereka sudah dijemput atau berada di tangan orang tua yang sudah ada di rumah. Karena kerusakan karakter sering terjadi di celah antara waktu pulang sekolah hingga sampai di rumah.

“Sekolah-sekolah Muhammadiyah harus sadar betul posisinya. Jangan berharap ada institusi lain yang lebih bertanggung jawab untuk memajukan umat Islam. Kitalah yang menjadi taruhan untuk masa depan Indonesia, dengan semangat Islam berkemajuan,” tandasnya. (Rul/Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

Bedah Tokoh Filsuf dan Tokoh Kebangsaan Indonesia JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Komisariat....

Suara Muhammadiyah

6 June 2024

Berita

CIREBON, Suara Muhammadiyah - Badan Eksekutif Mahasiswa, Universitas Muhammadiyah Cirebon mengadakan....

Suara Muhammadiyah

24 November 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Forum Pengelola Ambulans Muhammadiyah (FORPAM) Sleman bekerjasama d....

Suara Muhammadiyah

27 September 2023

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Semarak Ramadhan semakin terasa di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM....

Suara Muhammadiyah

26 March 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah — Makna kemerdekaan kembali diwujudkan dalam bentuk kepedulian ....

Suara Muhammadiyah

23 August 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah