Self-Regulated Learning, Pembelajar Sejati di Awal Semester Digital

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
348
Foto Ilustrasi

Foto Ilustrasi

Self-Regulated Learning, Pembelajar Sejati di Awal Semester Digital

Penulis: Nur Ngazizah, Mahasiswa Doktoral UAD, Dosen PGSD UMPWR

Awal semester selalu menghadirkan suasana khas: ruang kelas kembali hidup, buku-buku dibuka, dan harapan baru disematkan. Namun, di balik semangat itu, pertanyaan penting patut diajukan: apakah kita benar-benar belajar, atau sekadar menjalani rutinitas akademik? Di era digital yang serba cepat ini, jawabannya sangat ditentukan oleh satu keterampilan kunci: kemampuan mengatur diri dalam belajar, atau self-regulated learning (SRL).

Menariknya, jauh sebelum istilah SRL dikenal dalam literatur pendidikan modern, Al-Qur’an telah meletakkan fondasi pembelajar sejati melalui wahyu pertama:

“Iqra’ bismi rabbikalladzi khalaq… alladzi ‘allama bil qalam, ‘allamal insaana maa lam ya’lam”

(Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan… yang mengajar manusia dengan pena, mengajarkan apa yang tidak diketahuinya). (QS. Al-‘Alaq: 1–5)

Perintah iqra’ bukan sekadar ajakan membaca teks, tetapi membaca kehidupan secara sadar, bertanggung jawab, dan bernilai ilahiah. Inilah ruh terdalam dari SRL.

Dari Iqra’ ke Regulasi Diri

Dalam konteks pembelajaran masa kini, SRL bukan hanya soal prestasi kognitif.  Regulasi diri adalah mekanisme internal yang menggerakkan pembelajar untuk merencanakan, mengelola, dan merefleksikan proses belajarnya secara sadar. Tanpa regulasi diri, pembelajaran mudah terjebak pada hafalan dan kepatuhan administratif semata.

Semangat iqra’ menuntut pembelajar aktif , bukan pasif. Membaca bukan karena diperintah guru, tetapi karena dorongan kesadaran. Belajar bukan demi nilai, tetapi demi makna.

Tiga Tahap SRL: Jalan Sunyi Pembelajar Sejati

SRL bekerja melalui tiga tahap yang sederhana namun mendalam.

Pertama, merencanakan.

Di awal semester, pembelajar yang menghayati iqra’ akan bertanya: untuk apa saya belajar? Ia menetapkan tujuan yang jelas, memilih strategi, dan menyiapkan mental. Inilah tahap niat,  membaca dan belajar “atas nama Tuhan”, bukan sekadar tuntutan sistem.

Kedua, menjalankan dan memantau.

Pada tahap ini, SRL hadir dalam bentuk kesadaran diri. Di tengah gempuran notifikasi, media sosial, dan kecanggihan AI, pembelajar yang terlatih regulasi diri mampu mengelola fokus. Ia menggunakan teknologi sebagai alat belajar, bukan jebakan distraksi. Proses inilah yang menjadi inti pembelajaran mendalam (deep learning): memahami, mengaitkan, dan menguji pengetahuan dalam konteks nyata.

Ketiga, merefleksikan.

Pembelajar sejati tidak alergi pada kegagalan. Ia menilai ulang usahanya, bukan menyalahkan keadaan. Refleksi kritis inilah yang ditekankan, bahwa belajar harus berujung pada perubahan cara berpikir dan bertindak. Inilah bentuk iqra’ yang berlanjut: membaca pengalaman, lalu memperbaiki diri.

Era Digital: Ladang Pahala atau Sumber Lupa?

Teknologi adalah pisau bermata dua. Di satu sisi, ia membuka akses ilmu tanpa batas. Di sisi lain, ia mengikis kedalaman berpikir. Tanpa SRL, pembelajar mudah terjebak pada budaya instan: cepat tahu, tapi dangkal memahami. SRL mengajarkan jeda , berhenti sejenak untuk bertanya, merefleksi, dan menata ulang tujuan. Inilah yang membedakan pembelajar sejati dengan sekadar pengguna teknologi.

Bagi Muhammadiyah, pendidikan bukan hanya proses transfer ilmu, tetapi ikhtiar membentuk manusia beriman, berilmu, dan beramal. SRL sejalan dengan nilai ini karena melatih kemandirian, tanggung jawab, dan kesadaran diri. Iqra’ dalam makna terdalamnya adalah regulasi diri: membaca dunia dengan iman, akal, dan nurani.

Awal semester ini, mungkin yang perlu kita kuatkan bukan hanya jadwal dan target nilai, tetapi komitmen menjadi pembelajar sejati. Sebab, di tengah dunia yang bising oleh informasi, mereka yang mampu mengatur diri dan terus membaca dengan kesadaranlah yang akan tetap teguh dan tercerahkan.


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Wawasan

Oleh: Dr Amalia Irfani, MSi, Dosen IAIN Pontianak, Sekretaris LPP PWM Kalbar Judul diatas hanya tig....

Suara Muhammadiyah

12 September 2024

Wawasan

Cinta dan Diplomasi Nabi (Serial Kehidupan Nabi SAW) Oleh: Donny Syofyan, Dosen Fakultas ....

Suara Muhammadiyah

30 September 2024

Wawasan

Pengendalian Nafsu Amarah Oleh: Mohammad Fakhrudin Pengendalian nafsu dalam arti seluas-luasnya da....

Suara Muhammadiyah

13 March 2024

Wawasan

Sunat Perempuan: Tradisi yang Harus Ditinggalkan Oleh Ika Sofia Rizqiani, S.Pd.I., M.S.I. Sunat ....

Suara Muhammadiyah

1 September 2024

Wawasan

Anak Saleh (10) Oleh: Mohammad Fakhrudin "Anak Saleh bukan barang instan. Dia diperoleh melalui pr....

Suara Muhammadiyah

26 September 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah