MALAYSIA, Suara Muhammadiyah - Sebagai bentuk International Community Service, sebahagian mahasiswa UMAM yang berasal dari berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan `Aisyiyah membantu proses belajar mengajar anak-anak orang Malaysia di Perlis.
Program ini dikelola oleh PRIM Perlis setiap Selasa, Rabu dan Khamis malam dengan kelas mengaji.
Di ujung minggu pula anak-anak tersebut di ajar silat Tapak Suci Putera Muhammadiyah yang bertempat di Perumahan Rakyat Wang Ulu, Kangar Perlis. Semua ini adalah dalam bentuk pengabdian masyarakat yang bersifat gratis.
Festival yang berlangsung dari tanggal 19 hingga 28 Agustus ini sempena merayakan bulan kemerdekaan dua negara serumpun.
Indonesia merdeka dari penjajah Belanda pada 17 Agustus 1945 dan Hari Malaysia pada 31 Ogos 1957 sempena memperingati kemerdekaan dari penjajahan British. Kedua negara serumpun ini merayakan hari kemerdekaannya di bulan yang sama yaitu Agustus.
Bentuk lomba yang diadakan adalah wudhu, solat, azan, hafazan ayat pendek, bola sepak dan silat tapak suci sebagai acara lomba hiburan.
Lomba diikuti oleh anak-anak mengaji Surau Wang Ulu yang terdaftar seramai 48 orang tetapi yang aktif sekitar 30 orang karena kelas suka rela ini tidak bersifat mengikat.
Dalam festival tersebut Prof. Dr Noor Azlan Ahmad Zanzali sebagai Dekan di UMAM memberikan ceramah motivasi kepada anak-anak dan orang tua murid yang hadir.
Prof Azlan mengatakan, saya dulu anak orang miskin tujuh beradik yang terkadang makanan pun selalu berebut. "Alhamdulilah berkat pertolongan Allah dan ketekunan belajar saya jadi Profesor," katanya.
Dalam festival tersebut bergema laungan slogan
UMAM yang diikuti oleh laungan Terbaik
Surau Wang Ulu diikuti oleh laungan Alhamdulillah
Dan We are the best yang diikuti oleh laungan Allahu Akbar secara beramai-ramai
Turut hadir menyampaikan hadiah dalam program tersebut adalah Tuan Ameerul dari Faizuddin Centre of Educational Excellence (FCoEE)
Sebagai penyemangat, ketua PRIM Perlis menyampaikan sedikit cerita tentang film Laskar Pelangi yang menceritakan tentang anak-anak orang miskin yang belajar di ruangan kelas yang dhaif tetapi akhirnya Alhamdulillah mereka menjadi orang yang sukses di kemudian hari.
Ia juga mendoakan semoga ada diantara anak-anak ini yang nantinya jadi Profesor, Menteri, orang kaya yang berjaya dunia akhirat. (Afriadi Sanusi)