Seni dan Budaya sebagai Ruang Mengekspresikan Dakwah 'Aisyiyah

Suara Muhammadiyah

10 January 2026

713
Dr Apt Hj Salmah Orbayyinah, MKes. Foto: Fabian

Dr Apt Hj Salmah Orbayyinah, MKes. Foto: Fabian

SLEMAN, Suara Muhammadiyah – Festival Seni Budaya ‘Aisyiyah (FeSiBA) 2025 diselenggarakan di Auditorium Saraswati Balai Besar Penjaminan Pengembangan Mutu Vokasi (BBPPMPV), Sleman. Kegiatan ini merupakan upaya pelestarian seni, budaya, dan olahraga yang digagas Lembaga Budaya dan Seni Olahraga (LBSO) Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah sebagai bagian dari dakwah kultural.

Puncak acara FeSiBA 2025 berlangsung pada Sabtu (10/1) dan dihadiri langsung Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Salmah Orbayinah, MKes.

Dalam kesempatan tersebut, Salmah menyampaikan tahniah atas suksesnya penyelenggaraan FeSiBA yang dinilainya mampu menjadi media dakwah yang diterima secara halus melalui seni, budaya, dan olahraga.

“Saya mengucapkan selamat kepada seluruh anggota LBSO yang telah luar biasa menyiapkan acara ini. Hari ini merupakan puncak acara, termasuk pembagian hadiah kepada para pemenang,” ujarnya.

Salmah menegaskan bahwa seni dan budaya dalam Islam bukanlah sesuatu yang terpisah dari nilai keimanan. Menurutnya, seni yang berakar pada tauhid dan nilai kemanusiaan justru dapat menjadi media dakwah yang lembut, mendalam, dan menyentuh jiwa.

“Islam adalah agama yang memuliakan keindahan. Dalam hadits riwayat Muslim disebutkan bahwa sesungguhnya Allah Maha Indah dan mencintai keindahan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Salmah menekankan bahwa FeSiBA bukan sekadar ajang pertunjukan, melainkan ekspresi dakwah kultural ‘Aisyiyah. Seni, katanya, merupakan bahasa universal yang mampu menyampaikan pesan kebaikan tanpa paksaan.

“Seni mampu menanamkan nilai-nilai Islam tanpa harus membully atau memaksa,” tegasnya.

Melalui LBSO, ‘Aisyiyah berkomitmen membangun peradaban dengan mendorong lahirnya seni dan budaya yang beradab, mencerdaskan, serta menguatkan peran perempuan dan karakter bangsa. Salmah berharap FeSiBA dapat terus menjadi media dakwah yang mencerahkan.

“Melalui festival ini, ‘Aisyiyah meneguhkan peran perempuan dalam seni dan budaya yang beradab, berkemajuan, dan bernafaskan Islam sebagai kontribusi nyata bagi bangsa dan kemanusiaan,” pungkasnya. (Fab)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 21 Universitas Muham....

Suara Muhammadiyah

27 August 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Cabang Muhammadiyah Matraman melaksanakan kegiatan Hari Ber M....

Suara Muhammadiyah

18 October 2023

Berita

Keynote speeach UMYGrace 2026,  Desmond Osaretin Oriakhogba, Ph.D., Associate Professor dari Un....

Suara Muhammadiyah

8 August 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Ketua Umum Pimpinan Pusat &....

Suara Muhammadiyah

21 April 2026

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah — Rektor Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Masrukhi, me....

Suara Muhammadiyah

7 August 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah