Kader Persyarikatan Perlu Memperkuat Jangkar Ideologi di Tengah Zaman yang Penuh Ketidakpastian

Suara Muhammadiyah

16 July 2026

173
Prof Dr Irwan Akib, MPd. Foto: Cris

Prof Dr Irwan Akib, MPd. Foto: Cris

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Dalam dunia yang mengalami perubahan eksponensial seperti sekarang, lebih-lebih siklus perubahan itu tidak lagi linier, warga Muhammadiyah perlu menguatkan pemahaman keagamaan secara utuh.

“Tidak bisa hanya tinggal di dalam kepala menjadi hafalan semata, tapi itu menjadi bagian penting di dalam pengabdian kita kepada masyarakat,” kata Irwan Akib.

Perubahan tersebut mengerucut pada aus globalisasi tak terbendung ditopang dengan kemajuan teknologi yang dibungkus kecerdasan buatan (artificial intelligence).

“Hari ini kita memahami sesuatu, besok sudah lain lagi. Apalagi dengan perkembangan ee kecerdasan buatan, tetapi kita punya jangkar ideologi untuk mengatasi itu,” ujar Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu.

Jangkar ideologi, sebut Irwan, sebagai visi jangka panjang. Apa visinya? Terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

“Dengan visi itu seorang kader tidak tidak perlu terlalu kaget dengan perubahan-perubahan yang ada,” ucapnya, termasuk krisis global yang serba tidak pasti. “Sangat tidak jelas perubahan-perubahan yang terjadi,” sambungnya.

Secara ringkas, jangkar ideologi landasan bagi kader Muhammadiyah untuk menghadapi aneka perubahan yang ada berikut kerumitannya. Masalah kompleks muncul dipermukaan itu bisa diselesaikan dengan tajdid (pembaruan).

“Tajdid yang mampu mengubah kita untuk menemukan solusi dari segala macam kerumitan itu,” jelas Irwan, Rabu (15/7) saat membuka Stadium General Sekolah Ideologi Muhammadiyah Tahun 2026 di Aula Masjid Islamic Center UAD.

Bersamaan dengan itu, munculnya kabut post-truth, di mana kebohongan dikemas menyerupai kebenaran. Batas antara yang hak dan yang batil dikemas begitu samar di media sosial.

“Sekarang ini banyak informasi-informasi yang tidak jelas, yang abu-abu, tetapi karena sering muncul walaupun tidak benar, akhirnya menjadi kita anggap itu sebagai sebuah kebenaran,” bebernya.

Di sinilah pentingnya kemampuan para kader Muhammadiyah untuk beradaptasi dengan arus informasi dan pelbagai perubahan yang terjadi di lapangan kehidupan.

“Sehingga apa yang kita peroleh tidak lalu membenarkan informasi-informasi yang kemudian bisa membawa mempengaruhi kehidupan dalam perjalanan kita,” tutur Irwan.

Selain itu, juga harus memberikan jawaban-jawaban atas problem kemanusiaan. Irwan mengingatkan, persoalan kemanusiaan hari ini tidak ringan. Banyak hal yang membutuhkan jawaban-jawaban secara konstruktif dari kader Muhammadiyah itu sendiri.

“Di sinilah pentingnya kemudian kita hadir bagaimana memberikan solusi, bagaimana memberikan jawaban terhadap problema sosial yang ada,” pungkas Irwan. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

Pelatihan Pembuatan POC dan ZPT, Pengabdian Masyarakat untuk Petani  CILACAP, Suara Muhammadiy....

Suara Muhammadiyah

15 September 2025

Berita

PURWOREJO, Suara Muhammadiyah – Pondok Pesantren Darul Arqom (PPDA) Bayan Purworejo  meny....

Suara Muhammadiyah

31 July 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Universitas Ahmad Dahlan baru selesai menyelenggarakan Ujian ....

Suara Muhammadiyah

25 January 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Yogyakarta kembali men....

Suara Muhammadiyah

31 January 2026

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah – Rencana perhelatan Muktamar Tapak Suci yang akan digelar di Kot....

Suara Muhammadiyah

25 June 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah